Malang, JurnalPost.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 16 Universitas Merdeka Malang menjalankan program pemberdayaan masyarakat melalui pembangunan greenhouse hidroponik di Dusun Krobyokan, Desa Jedong, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Program yang dilaksanakan pada Agustus 2026 ini melibatkan ibu-ibu PKK sebagai mitra utama dalam pengelolaan budidaya selada ungu.
Program tersebut berangkat dari potensi lahan yang masih dapat dimanfaatkan untuk kegiatan produktif di lingkungan Dusun Krobyokan. Di sisi lain, ibu-ibu PKK setempat memiliki ketertarikan untuk mempelajari teknik hidroponik, tetapi sebelumnya belum memiliki pengalaman dalam menerapkan metode budidaya tersebut.
Melihat kondisi itu, mahasiswa KKN Kelompok 16 tidak hanya menghadirkan fasilitas budidaya, tetapi juga memberikan edukasi dan pendampingan agar masyarakat mampu mengoperasikan serta mengelolanya secara mandiri.
Ketersediaan lahan dan sumber air di lokasi turut mendukung penerapan hidroponik sebagai salah satu alternatif kegiatan produktif masyarakat. Sistem ini dipilih karena memungkinkan tanaman dibudidayakan tanpa menjadikan tanah sebagai media utama sehingga penggunaan lahan dapat lebih efisien.
Melalui kegiatan tersebut, ibu-ibu PKK juga dapat mempelajari proses budidaya secara langsung, mulai dari penyemaian benih, penanaman, pemberian nutrisi, perawatan hingga pemanenan.
Mahasiswa membangun greenhouse yang dilengkapi instalasi hidroponik menggunakan sistem Deep Flow Technique (DFT). Sistem ini bekerja dengan mengalirkan larutan nutrisi secara bersirkulasi melalui saluran tempat tanaman tumbuh.
DFT memungkinkan akar tanaman memperoleh air dan nutrisi secara lebih teratur. Adanya genangan larutan nutrisi di dalam saluran juga memberikan cadangan air bagi tanaman apabila pompa berhenti sementara.
Sementara itu, penggunaan greenhouse membantu menciptakan area budidaya yang lebih tertata sekaligus memberikan perlindungan bagi tanaman dari kondisi lingkungan luar.
Setelah pembangunan fasilitas selesai, mahasiswa memberikan edukasi mengenai dasar-dasar hidroponik kepada ibu-ibu PKK. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga dilibatkan langsung dalam praktik budidaya.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperkenalkan berbagai peralatan dan bahan yang digunakan, antara lain netpot, nampan, rockwool, cutter, tusuk gigi, benih, air, serta nutrisi AB Mix.
Peserta kemudian mempraktikkan tahapan penyemaian benih, pemindahan tanaman ke instalasi hidroponik, pemberian nutrisi, perawatan hingga pemantauan pertumbuhan tanaman.
Selada ungu dipilih sebagai komoditas utama karena dapat dimanfaatkan sebagai sayuran untuk kebutuhan rumah tangga sekaligus sesuai untuk praktik budidaya hidroponik.
Melalui budidaya tersebut, mitra dapat mengikuti seluruh proses pertumbuhan tanaman hingga memasuki masa panen. Selain untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga, hasil panen yang diperoleh juga memiliki peluang untuk dimanfaatkan secara ekonomi apabila produksinya mencukupi.
Pendampingan dilakukan selama proses budidaya berlangsung. Ibu-ibu PKK tidak hanya menyaksikan mahasiswa mengelola tanaman, tetapi turut terlibat dalam proses perawatan.
Pendekatan yang menggabungkan sosialisasi, praktik dan pendampingan tersebut diharapkan membuat peserta lebih mudah memahami cara kerja instalasi hidroponik sekaligus mengetahui berbagai aspek yang perlu diperhatikan selama tanaman tumbuh.
Untuk mengukur perubahan pemahaman peserta, mahasiswa melakukan evaluasi melalui pre-test dan post-test terhadap 34 anggota PKK.
Hasil evaluasi menunjukkan nilai rata-rata peserta meningkat dari 60,59 sebelum kegiatan menjadi 81,76 setelah mengikuti kegiatan. Dengan demikian, terjadi peningkatan rata-rata sekitar 21,18 poin setelah peserta mendapatkan sosialisasi dan praktik hidroponik.
Hasil analisis juga menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara nilai sebelum dan sesudah kegiatan, dengan nilai korelasi 0,526 dan tingkat signifikansi 0,001 (p < 0,05).
Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa rangkaian sosialisasi, praktik dan pendampingan memberikan perubahan positif terhadap pemahaman peserta mengenai budidaya hidroponik.
Setelah melalui proses perawatan, selada ungu yang ditanam akhirnya memasuki masa panen. Pemanenan dilakukan bersama ibu-ibu PKK sebagai bagian dari rangkaian program.
Hasil panen menjadi bukti bahwa instalasi hidroponik yang dibangun dapat digunakan untuk menghasilkan sayuran sekaligus memberikan pengalaman langsung kepada masyarakat dalam mengelola budidaya secara mandiri.
Bagi peserta, kegiatan panen juga menjadi kesempatan untuk melihat hasil dari seluruh tahapan yang telah dilakukan sejak awal, mulai dari penyemaian benih hingga perawatan tanaman.
Dengan demikian, program KKN tersebut tidak berhenti pada pembangunan greenhouse, tetapi juga memberikan pengalaman mengenai keseluruhan proses budidaya hidroponik kepada masyarakat.
Bagi mahasiswa KKN Kelompok 16 Universitas Merdeka Malang, keberhasilan kegiatan tidak hanya dinilai dari selesainya pembangunan greenhouse maupun keberhasilan memanen tanaman. Keberlanjutan pemanfaatan fasilitas oleh masyarakat setelah masa KKN berakhir juga menjadi bagian penting dari program.
Pengetahuan dan keterampilan yang telah diberikan kepada ibu-ibu PKK diharapkan dapat menjadi bekal untuk melanjutkan pengelolaan greenhouse secara mandiri.
Ke depan, greenhouse hidroponik tersebut diharapkan dapat terus dikelola bersama oleh ibu-ibu PKK Dusun Krobyokan. Setelah satu masa panen berakhir, penanaman dapat kembali dilakukan sehingga fasilitas tidak hanya digunakan untuk satu periode produksi.
Selain membantu memenuhi kebutuhan sayuran rumah tangga, hasil produksi yang berlebih juga berpotensi dipasarkan kepada masyarakat sekitar sehingga dapat membuka peluang kegiatan ekonomi produktif.
Melalui program tersebut, KKN Kelompok 16 Universitas Merdeka Malang berharap pemanfaatan lahan di Dusun Krobyokan semakin optimal. Greenhouse hidroponik yang telah dibangun diharapkan tidak sekadar menjadi peninggalan program KKN, tetapi berkembang menjadi sarana belajar dan kegiatan produktif yang dapat terus dimanfaatkan oleh ibu-ibu PKK serta masyarakat Desa Jedong.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda