Bantaeng, JurnalPost.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program bertajuk “SIAGA TANI: Sosialisasi dan Implementasi Keselamatan Kerja serta Penanganan Kecelakaan bagi Petani”.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor Desa Balumbung, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, Rabu (22/7/2026).
Program SIAGA TANI bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam kegiatan pertanian. Program ini juga membekali warga dengan pengetahuan terkait penanganan awal ketika terjadi kecelakaan kerja di area pertanian maupun perkebunan.
Program tersebut digagas oleh Muhammad Khaidir Alauddin Syakri, mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin. Dalam kegiatan sosialisasi, ia menyampaikan materi secara interaktif mengenai berbagai potensi bahaya yang kerap dihadapi petani.
Materi yang diberikan meliputi penggunaan alat pelindung diri (APD), cara menggunakan peralatan pertanian dengan aman, penerapan posisi kerja yang tepat, serta langkah-langkah pertolongan pertama ketika terjadi kecelakaan kerja.
Muhammad Khaidir menjelaskan bahwa sektor pertanian memiliki sejumlah risiko kecelakaan yang perlu diantisipasi. Risiko tersebut antara lain terjatuh ketika memanen hasil perkebunan, terluka akibat penggunaan alat tajam, keracunan pestisida, serta cedera akibat mengangkat beban secara berlebihan.
Menurutnya, penerapan prinsip K3 menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kecelakaan sekaligus menjaga kesehatan dan keselamatan para petani selama bekerja.
“Melalui program SIAGA TANI ini, saya berharap masyarakat Desa Balumbung semakin memahami pentingnya menerapkan K3 dalam setiap aktivitas pertanian. Keselamatan kerja bukan hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga menjaga produktivitas serta kesejahteraan keluarga,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, masyarakat terlihat antusias mengikuti setiap materi yang diberikan. Para peserta aktif berdiskusi dan mengikuti kuis interaktif mengenai penerapan K3 di lingkungan pertanian.
Sejumlah warga juga menceritakan pengalaman mereka ketika mengalami kecelakaan saat bekerja. Pengalaman tersebut membuat pembahasan mengenai keselamatan kerja menjadi semakin relevan dengan kondisi yang dihadapi petani di lapangan.
Salah seorang peserta mengaku memperoleh pengetahuan baru setelah mengikuti sosialisasi SIAGA TANI. Menurutnya, penggunaan alat pelindung diri masih kerap diabaikan karena sebagian petani belum memahami bahaya yang dapat muncul selama bekerja.
“Materinya sangat bermanfaat dan mudah dipahami. Sekarang kami jadi lebih mengerti pentingnya menggunakan APD dan mengetahui cara memberikan pertolongan pertama apabila terjadi kecelakaan saat bekerja di kebun,” ungkapnya.
Melalui program SIAGA TANI, mahasiswa KKN-T Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berharap masyarakat Desa Balumbung dapat membangun budaya kerja yang lebih aman.
Penerapan prinsip-prinsip K3 secara konsisten diharapkan mampu meminimalkan kecelakaan kerja di sektor pertanian, menjaga kesehatan petani, serta mendukung peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda