Manfaatkan Sistem Sirkulasi Udara Vertikal
Rocket Stove memanfaatkan prinsip sirkulasi udara vertikal atau efek cerobong. Sistem tersebut memungkinkan udara masuk dan bersirkulasi di dalam tungku sehingga proses pembakaran berlangsung pada suhu lebih tinggi. Dengan sistem itu, sampah kering dapat terbakar lebih cepat dengan sisa abu yang lebih sedikit. Lokasi Rocket Stove juga dipilih sedikit berjauhan dari permukiman warga, tetapi tetap berada di titik yang mudah dijangkau. Ketua KKN UMBY Kelompok 58, Irfan Awaludin, mengatakan ide pembuatan Rocket Stove muncul setelah mahasiswa melihat langsung persoalan pengelolaan sampah yang dihadapi masyarakat.“Kami melihat langsung bagaimana warga kesulitan mengelola sampah karena minimnya akses TPS maupun layanan pengangkutan. Rocket Stove ini kami harapkan menjadi solusi praktis yang bisa terus digunakan warga meski masa KKN kami sudah selesai,” ujar Irfan.
Warga Sambut Positif Rocket Stove
Program tersebut mendapat sambutan positif dari warga dan perangkat Dusun Dalangan.
Kepala Dusun Dalangan, Hasan, mengatakan keberadaan Rocket Stove membantu masyarakat yang selama ini menghadapi persoalan penumpukan sampah dan asap dari pembakaran konvensional.
“Ini sangat membantu kami karena selama ini sampah menumpuk dan kalau dibakar asapnya mengganggu. Dengan alat ini, pembakaran menjadi lebih cepat dan asapnya jauh berkurang,” kata Hasan.Mahasiswa tidak hanya menyerahkan Rocket Stove kepada masyarakat. Tim KKN juga memberikan demonstrasi langsung mengenai penggunaannya. Dalam kegiatan tersebut, warga diperkenalkan dengan cara memilah sampah yang dapat dibakar, teknik menyalakan api, hingga perawatan rutin agar Rocket Stove dapat digunakan dalam jangka panjang. Melalui program tersebut, mahasiswa KKN UMBY Kelompok 58 berharap inovasi sederhana yang mereka hadirkan dapat terus dimanfaatkan masyarakat setelah kegiatan KKN berakhir. Penulis: Anindya Mahsa Nur Prabaswara, Anisa Miftakhul Jannah, Hanif Luqman Naufal, Irfan Awaludin, Mey Nadetta Tarigan, Michaell Sonie Santoso, Noella Ditha Verysa, Rangga Darma Wijaya, Shiendy Fercia Nanlohy, dan Yusria Nurfadhila. Mahasiswa Universitas Mercu Buana Yogyakarta — KKN PPM UMBY Kelompok 58.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda