Hangzhou, JurnalPost.com - Mahasiswa Program Doktor Linguistik Terapan Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ahmad Zaki Munibi, mengikuti The 11th International Conference on Distance Education and Learning atau ICDEL 2026 yang digelar di Hangzhou, China, pada 12-15 Juni 2026.
Dalam konferensi internasional tersebut, Zaki tampil sebagai oral presenter melalui jalur invitation letter. Ia mempresentasikan penelitian yang mengangkat isu penting dalam pendidikan Bahasa Inggris, khususnya pemanfaatan artificial intelligence atau AI dan pendekatan neuroeducation di sekolah wilayah rural.
Keikutsertaan Zaki dalam ICDEL 2026 mendapat dukungan dari Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI), Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) Kemdiktisaintek, serta Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (PUSLAPDIK) Kemendikdasmen.
Zaki menyampaikan bahwa forum ICDEL 2026 menjadi ruang akademik penting untuk memperkenalkan isu pendidikan rural Indonesia ke tingkat internasional. “Riset ini berangkat dari kebutuhan nyata di daerah rural. Teknologi AI memiliki potensi besar untuk membantu pembelajaran bahasa Inggris, tetapi penerapannya harus disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur, guru, dan kondisi siswa,” ujar Zaki.
Penelitian yang dilakukan di Kepulauan Aru, Maluku, ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan analisis dokumentasi pembelajaran. Penelitian melibatkan guru Bahasa Inggris dan siswa yang menggunakan multimedia berbasis AI dalam proses pembelajaran.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi AI multimedia dan neuroeducation membantu siswa memahami teks Bahasa Inggris yang lebih kompleks. Pendekatan ini juga meningkatkan keterlibatan siswa di kelas dan mendorong kemandirian belajar.

Meski demikian, penelitian ini menemukan bahwa keterbatasan infrastruktur masih menjadi hambatan utama. Akses internet yang belum stabil dan keterbatasan perangkat belajar membuat pemanfaatan teknologi belum dapat berjalan maksimal.
Menurut Zaki, temuan tersebut penting untuk menjadi perhatian pemangku kebijakan pendidikan. Inovasi teknologi tidak cukup hanya dikenalkan di sekolah. Teknologi harus didukung oleh infrastruktur dasar, pelatihan guru, dan desain pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan lokal.
ICDEL merupakan konferensi internasional yang membahas isu pendidikan jarak jauh, teknologi pembelajaran, riset pendidikan, dan pengembangan kebijakan. Kehadiran Zaki di forum ini diharapkan dapat memperkuat kontribusi akademik Indonesia dalam pengembangan pendidikan berbasis teknologi yang lebih inklusif.
Melalui riset tersebut, Zaki menegaskan bahwa AI tidak hanya relevan bagi sekolah di kota besar. Dengan dukungan yang tepat, AI juga dapat menjadi alat bantu pembelajaran bagi sekolah di wilayah rural dan kepulauan.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda