Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Madu, Solusi Alami untuk Luka Diabetes: Dosen IPB Pulang Kampung Berbagi Ilmu di Wonosobo

Madu, Solusi Alami untuk Luka Diabetes: Dosen IPB Pulang Kampung Berbagi Ilmu di Wonosobo

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
11 Juli 2025, 13.12 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
IPB University

Wonosobo, JurnalPost.com — Dalam upaya menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan yang mudah dijangkau masyarakat, tim dosen dari IPB University melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat bertema “Madu sebagai Penyembuh Luka Diabetes” di Puskesmas Kertek 1, Kabupaten Wonosobo. Kegiatan ini merupakan bagian dari program “Dosen Pulang Kampung” yang bertujuan mempertemukan hasil-hasil riset akademik dengan kebutuhan kesehatan masyarakat di daerah. Diikuti oleh peserta Prolanis yakni kelompok pasien penderita penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi. Kegiatan ini berlangsung hangat, interaktif, dan penuh antusiasme.

Tim pengabdian dari IPB University dipimpin oleh Dr. Dimas Andrianto, S.Si., M.Si, yang juga menjadi narasumber utama dalam penyuluhan ini. Bersama beliau, turut hadir Prof. Mega Safithri, S.Si., M.Si, Ukhradiya Maghraniq Safora Purwanto, S.Si., M.Si, Martini Hudayanti, S.Si, Dr. Mira Dewi, M.Si., Ph.D, Muhammad Fakhri Ramadhan, S.Si., M.Biomed, Maheswari Alfira Dwicesaria, S.Si., M.Si, serta Rara Annisaur Rosyidah, S.Si., M.Si. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari mahasiswa S1 dan S2 IPB yang turut serta dalam penyampaian materi dan diskusi kelompok. Dari pihak Puskesmas, kegiatan ini disambut baik oleh Kepala Puskesmas drg. Farida Chaerunnisa, penanggung jawab Prolanis Rohman Zaefani, A.Md, dan asisten apoteker Arny Yuliana, A.Md.

IKLAN

Dalam paparannya, Dr. Dimas Andrianto, S.Si., M.Si menjelaskan bahwa luka diabetes merupakan salah satu komplikasi serius yang sering terjadi pada penderita diabetes melitus. Luka ini cenderung sulit sembuh karena berbagai faktor seperti terganggunya sirkulasi darah, melemahnya sistem imun, dan tingginya risiko infeksi akibat neuropati. Selain itu, luka diabetes sering kali disertai eksudat berlebih, serta rentan terhadap infeksi bakteri seperti Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Proses penyembuhannya pun lambat karena adanya peradangan kronis. Dalam kondisi seperti inilah, madu hadir sebagai solusi alami yang didukung oleh bukti ilmiah.

Program Dosen
Baca Juga

Kolaborasi Dosen IPB dan Masyarakat Desa Petir dalam Program Dosen Pulang Kampung untuk Pengembangan Desa

Menurut penjelasan Dr. Dimas Andrianto, S.Si., M.Si madu bukan hanya pemanis alami, melainkan juga memiliki sifat terapeutik yang kuat dalam penyembuhan luka. Madu mengandung senyawa antibakteri alami, seperti asam fenolik dan flavonoid, yang berfungsi membunuh mikroorganisme penyebab infeksi. Selain itu, madu memiliki pH rendah yang menciptakan lingkungan asam di luka, sehingga pertumbuhan mikroba terhambat dan pelepasan oksigen dari hemoglobin meningkat. Kandungan gula yang tinggi dalam madu juga menciptakan efek osmotik yang menarik cairan dari jaringan luka, membantu membersihkan luka, dan mencegah infeksi. Senyawa antioksidan seperti apigenin dan kaemferol di dalam madu turut berperan dalam mempercepat regenerasi jaringan dan mengurangi peradangan.

Kualitas madu menjadi faktor penting dalam efektivitas penyembuhannya. Menurut Standar Nasional Indonesia (SNI 2018), madu berkualitas harus memiliki kadar air di bawah 22 persen dan aktivitas enzim diastase di atas 3 DN. Kadar air yang rendah mencegah fermentasi oleh mikroorganisme seperti khamir, sedangkan enzim diastase yang dihasilkan selama proses pematangan madu menunjukkan kemurnian dan kualitas biologis madu. Pemanasan berlebihan atau penyimpanan terlalu lama dapat menurunkan aktivitas enzim ini, sehingga kualitas madu menjadi menurun. Dalam pengujian laboratorium, madu yang memenuhi standar tersebut menunjukkan aktivitas antibakteri yang signifikan terhadap bakteri gram positif dan gram negatif. Bahkan, madu dapat mengatasi resistensi antibiotik melalui inaktivasi enzim beta-laktamase oleh senyawa fenoliknya.

IKLAN

Para peserta Prolanis juga diberi penjelasan mengenai jenis-jenis luka yang dapat diobati menggunakan madu, antara lain luka lecet atau gores ringan, luka bakar ringan, luka tekan (pressure ulcer), dan luka kaki diabetes dengan pengawasan medis. Namun demikian, penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa madu yang digunakan untuk penyembuhan luka haruslah madu steril medis, bukan madu mentah dari pasar yang berisiko terkontaminasi. Dalam praktik penggunaannya, madu dioleskan pada kain kasa steril, kemudian ditempelkan pada luka dan dibalut dengan perban bersih. Balutan perlu diganti setiap hari sambil terus memantau kondisi luka. Madu tidak dianjurkan untuk digunakan pada luka dalam, luka bernanah, atau luka bakar berat tanpa pengawasan dokter.

IPB University Dampingi Budidaya dan Aren Kasepuhan Citorek
Baca Juga

IPB University Dampingi Masyarakat Kasepuhan Citorek Kembangkan Budidaya dan Produk Aren Berkelanjutan

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga membuka ruang dialog antara masyarakat dan tim pengabdian. Banyak peserta yang mengajukan pertanyaan, berbagi pengalaman pribadi, serta menyampaikan rasa penasaran mereka terhadap manfaat madu yang sebelumnya belum mereka ketahui. Salah satu peserta, Ibu Sumiyati (65 tahun), mengungkapkan rasa antusiasnya setelah mengikuti penyuluhan. Ia menyatakan bahwa dirinya baru mengetahui bahwa madu bisa digunakan secara topikal untuk menyembuhkan luka, dan merasa lebih percaya diri mencoba pengobatan tersebut setelah mendapat penjelasan ilmiah yang meyakinkan dari para dosen IPB.

Kepala Puskesmas drg. Farida Chaerunnisa, menyambut baik kegiatan ini dan menyampaikan harapan agar kegiatan serupa bisa dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, edukasi kesehatan berbasis riset sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam merawat diri, terutama dalam menangani penyakit kronis seperti diabetes. Ia juga menilai bahwa pendekatan pengabdian yang dilakukan oleh IPB University sangat menyentuh dan membumi, karena menyampaikan pengetahuan yang ilmiah dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami.

Kegiatan pengabdian ini menjadi bukti bahwa hasil riset tidak harus berhenti di jurnal ilmiah atau laboratorium. Ilmu pengetahuan seharusnya dihadirkan langsung ke tengah masyarakat. Dengan menggunakan madu, bahan alam yang akrab dan tersedia di banyak desa, kegiatan ini mengangkat nilai kearifan lokal sebagai solusi nyata untuk tantangan kesehatan masyarakat. Program Dosen Pulang Kampung bukan hanya simbol kembalinya akademisi ke tanah kelahiran, melainkan juga bentuk nyata dedikasi untuk membangun kehidupan masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan berdaya.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/madu-solusi-alami-untuk-luka-diabetes-dosen-ipb-pulang-kampung-berbagi-ilmu-di-wonosobo/83531/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 20.18 WITA

  • #Dosen IPB
  • #Dosen Pulang Kampung
  • #IPB University
  • #Wonosobo
  • #diabetes
  • #madu

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

Pilihan Editor

  1. 1 Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah
  2. 2

    Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

  3. 3

    HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

  4. 4

    Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

  5. 5

    Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.