Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Profil
  3. Teliti Modifikasi Pati Untuk Turunkan Resiko Diabetes, Dosen Poltekkes Kemenkes Bengkulu Raih Doktor di Taiwan

Teliti Modifikasi Pati Untuk Turunkan Resiko Diabetes, Dosen Poltekkes Kemenkes Bengkulu Raih Doktor di Taiwan

Foto profil Nadia
Editor: Nadia
21 Januari 2025, 10.56 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Teliti Modifikasi Pati Untuk Turunkan Resiko Diabetes, Dosen Poltekkes Kemenkes Bengkulu Raih Doktor di Taiwan
Chiayi, Taiwan, JurnalPost.com - Kabar gembira datang dari dunia pendidikan dan penelitian Indonesia. Risda Yulianti, dosen program studi Gizi di Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Bengkulu, berhasil meraih gelar doktor (Ph.D) di National Chiayi University, Taiwan, pada Selasa, 21 Januari 2025. Prestasi ini diraihnya setelah berhasil mempertahankan disertasi yang mengungkap terobosan dalam dunia pangan, yaitu modifikasi pati yang berpotensi besar dalam menurunkan risiko diabetes. Dalam disertasinya yang berjudul "Preparation of V-Amylose Sweet Potato Starch Based Nanocarriers...", Risda mengungkapkan metode revolusioner dalam pengolahan makanan pokok seperti nasi, roti, dan mie. Melalui modifikasi pati, ia berhasil menciptakan struktur unik "V-amylose" yang mampu mengendalikan lonjakan gula darah setelah mengonsumsi makanan berkarbohidrat tinggi. "Bayangkan, kita bisa menikmati nasi, roti, dan mie tanpa khawatir akan lonjakan gula darah," ujar Risda dengan antusias saat ditemui usai sidang doktoralnya. Dengan antusias, Risda menjelaskan bahwa Struktur "V-amylose" ini terbentuk ketika pati dimodifikasi dan "diikat" dengan jenis lemak tertentu. Proses ini layaknya membangun "benteng" di sekitar pati, sehingga enzim pencernaan kesulitan untuk menguraikannya. Akibatnya, pati dicerna lebih lambat dan gula darah naik secara bertahap, tidak melonjak drastis seperti yang biasa terjadi. "Modifikasi pati ini menghambat kerja enzim pencernaan, sehingga pati dicerna lebih lambat dan gula darah naik secara bertahap," jelas Risda. Temuan Risda ini bukan hanya sebatas menciptakan "benteng" pada pati. Ia juga menemukan bahwa mengontrol jumlah enzim dalam proses modifikasi sangat penting untuk menghasilkan struktur "V-amylose" yang ideal. Lebih lanjut, Risda mengungkapkan bahwa pati termodifikasi ini mengandung dua jenis pati resisten, yaitu dari kompleksasi amilosa-lipid dan pati teretrogradasi. Kedua jenis pati resisten ini bersama-sama meningkatkan ketahanan pati terhadap pencernaan. Tak hanya itu, Risda juga menemukan bahwa jenis lemak dan suhu pemanasan juga berpengaruh signifikan terhadap efektivitas modifikasi pati. Penelitian inovatif ini telah dipublikasikan di jurnal Scopus Q1 "Food Biophysics". Publikasi ini membuka jalan lebih luas bagi pengembangan makanan pokok fungsional dengan indeks glikemik rendah. Nasi, roti, dan mie dengan teknologi ini diharapkan dapat membantu masyarakat mengendalikan gula darah, mengurangi risiko diabetes, serta meningkatkan kesehatan usus. Risda berharap penelitian ini dapat diaplikasikan dalam produksi makanan pokok sehari-hari, sehingga masyarakat dapat menikmati makanan favorit mereka tanpa khawatir akan risiko diabetes. Selama menempuh studi doktoralnya, Risda tercatat telah mempublikasikan lebih dari 3 jurnal ilmiah. Dedikasinya dalam dunia penelitian telah membuahkan hasil yang sangat membanggakan.

Mimpi untuk Indonesia

Risda mengungkapkan bahwa penelitian ini merupakan satu tahap dari proses panjang. Ia berharap kedepannya masyarakat Indonesia memiliki pilihan produk tepung yang aman untuk dikonsumsi karena tidak menyebabkan lonjakan gula darah. Ia ingin mewujudkan mimpi agar prevalensi diabetes di Indonesia dapat diturunkan. Ia menyadari bahwa masyarakat Indonesia sangat gemar mengkonsumsi makanan berbahan dasar tepung. Sayangnya, tepung merupakan salah satu bahan yang sangat mudah melonjakkan gula dalam darah. Dengan temuannya ini, ia berharap tepung-tepung yang dipasarkan nantinya bisa dimodifikasi sehingga risiko diabetes dapat dikurangi.

Ujian yang Ketat dan Dukungan Keluarga

Dalam ujian sidang doktoralnya, Risda diuji oleh 5 orang profesor dari berbagai bidang keilmuan. Ia diuji selama lebih dari 2 jam dengan berbagai pertanyaan dan diskusi yang mendalam. Keberhasilannya mempertahankan disertasi menjadikan ia orang Indonesia pertama yang menyandang gelar doktor ilmu pangan dari jurusan yang ia ambil di National Chiayi University. Andi Azhar, suami Risda, mengungkapkan rasa bangganya atas capaian sang istri. Ia mengaku tahu betul bagaimana dinamika yang dihadapi Risda dalam melakukan penelitian sejak awal. Andi, yang juga alumni Taiwan, menyebut bahwa proses yang dilalui Risda hingga sampai hari ini tidaklah mudah. Mereka harus melalui masa-masa pandemi Covid-19 dan bahkan melahirkan putri kembar di Taiwan di tengah wabah. Kondisi ini mengharuskan Risda mengambil cuti sementara demi merawat putri kembar mereka. Kegigihan Risda untuk terus menyelesaikan disertasinya di tengah berbagai keadaan yang naik turun, akhirnya terbayar dengan berhasilnya ia mempertahankan disertasi dan meraih gelar doktor.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/teliti-modifikasi-pati-untuk-turunkan-resiko-diabetes-dosen-poltekkes-kemenkes-bengkulu-raih-doktor-di-taiwan/77542/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 00.36 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Kenalan dengan MING VENUS dan HENYM VENUS, Dua Kreator Musik Surabaya yang Punya Cerita di Balik Karyanya

Berawal dari 2 Ribu Followers, Jefferson Sukses Tembus 120 Ribu Pengikut TikTok dalam Setahun

Mengenal Ali Haidar, Kreator Game Asal Kediri yang Konsisten Membangun Karier dari Live Streaming

Lagu “Bersatu” dari Baguskhare Berhasil Tembus Ribuan Pemutaran di Jerman

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

Penelitian di Cilacap Ungkap 93,94 Persen Pasien Gangguan Jiwa Patuh Minum Obat, Dukungan Keluarga Jadi Perhatian

Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

Pilihan Editor

  1. 1 Pasar.id BRI Bojonegoro Hadirkan Peluang Penghasilan Tambahan bagi Pengemudi Ojek Lokal
  2. 2

    Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

  3. 3

    PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online

  4. 4

    Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

  5. 5

    Bertahan 15 Tahun, Usaha Katering Jajanan Ariani di Bojonegoro Kini Beromzet Rp14 Juta

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.