Teliti Modifikasi Pati Untuk Turunkan Resiko Diabetes, Dosen Poltekkes Kemenkes Bengkulu Raih Doktor di Taiwan
Chiayi, Taiwan, JurnalPost.com - Kabar gembira datang dari dunia pendidikan dan penelitian Indonesia. Risda Yulianti, dosen program studi Gizi di Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Bengkulu, berhasil meraih gelar doktor (Ph.D) di National Chiayi University, Taiwan, pada Selasa, 21 Januari 2025. Prestasi ini diraihnya setelah berhasil mempertahankan disertasi yang mengungkap terobosan dalam dunia pangan, yaitu modifikasi pati yang berpotensi besar dalam menurunkan risiko diabetes.
Dalam disertasinya yang berjudul "Preparation of V-Amylose Sweet Potato Starch Based Nanocarriers...", Risda mengungkapkan metode revolusioner dalam pengolahan makanan pokok seperti nasi, roti, dan mie. Melalui modifikasi pati, ia berhasil menciptakan struktur unik "V-amylose" yang mampu mengendalikan lonjakan gula darah setelah mengonsumsi makanan berkarbohidrat tinggi.
"Bayangkan, kita bisa menikmati nasi, roti, dan mie tanpa khawatir akan lonjakan gula darah," ujar Risda dengan antusias saat ditemui usai sidang doktoralnya.
Dengan antusias, Risda menjelaskan bahwa Struktur "V-amylose" ini terbentuk ketika pati dimodifikasi dan "diikat" dengan jenis lemak tertentu. Proses ini layaknya membangun "benteng" di sekitar pati, sehingga enzim pencernaan kesulitan untuk menguraikannya. Akibatnya, pati dicerna lebih lambat dan gula darah naik secara bertahap, tidak melonjak drastis seperti yang biasa terjadi.
"Modifikasi pati ini menghambat kerja enzim pencernaan, sehingga pati dicerna lebih lambat dan gula darah naik secara bertahap," jelas Risda.
Temuan Risda ini bukan hanya sebatas menciptakan "benteng" pada pati. Ia juga menemukan bahwa mengontrol jumlah enzim dalam proses modifikasi sangat penting untuk menghasilkan struktur "V-amylose" yang ideal. Lebih lanjut, Risda mengungkapkan bahwa pati termodifikasi ini mengandung dua jenis pati resisten, yaitu dari kompleksasi amilosa-lipid dan pati teretrogradasi. Kedua jenis pati resisten ini bersama-sama meningkatkan ketahanan pati terhadap pencernaan. Tak hanya itu, Risda juga menemukan bahwa jenis lemak dan suhu pemanasan juga berpengaruh signifikan terhadap efektivitas modifikasi pati.
Penelitian inovatif ini telah dipublikasikan di jurnal Scopus Q1 "Food Biophysics". Publikasi ini membuka jalan lebih luas bagi pengembangan makanan pokok fungsional dengan indeks glikemik rendah. Nasi, roti, dan mie dengan teknologi ini diharapkan dapat membantu masyarakat mengendalikan gula darah, mengurangi risiko diabetes, serta meningkatkan kesehatan usus.
Risda berharap penelitian ini dapat diaplikasikan dalam produksi makanan pokok sehari-hari, sehingga masyarakat dapat menikmati makanan favorit mereka tanpa khawatir akan risiko diabetes.
Selama menempuh studi doktoralnya, Risda tercatat telah mempublikasikan lebih dari 3 jurnal ilmiah. Dedikasinya dalam dunia penelitian telah membuahkan hasil yang sangat membanggakan.
Artikel Terkait
REKOMENDASI JURNALPOST
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda