BOJONEGORO, JurnalPost.com – Mengajarkan anak mengelola uang sejak dini menjadi salah satu cara orang tua membangun kebiasaan finansial yang baik. Pendidikan keuangan tidak selalu harus dimulai dari materi yang rumit, tetapi bisa dilakukan melalui aktivitas sederhana seperti menyisihkan uang jajan, mengenal tabungan, hingga membedakan kebutuhan dan keinginan.
Kebiasaan tersebut mulai diperkenalkan Lizza kepada putrinya, Aghnia. Ia memanfaatkan layanan tabungan BRI Junio sebagai sarana untuk mengenalkan pentingnya menabung sekaligus memberikan pemahaman tentang penggunaan uang secara bijak.
Bagi Lizza, membiasakan anak memiliki tabungan sejak kecil bukan semata-mata untuk mengumpulkan uang. Lebih dari itu, kegiatan tersebut dapat membantu anak memahami bahwa setiap uang yang dimiliki perlu dikelola dengan baik.
Di tengah perkembangan teknologi keuangan digital, Lizza juga melihat adanya peluang untuk memperkenalkan layanan perbankan kepada anak dengan cara yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
BRI Junio Jadi Sarana Mengenalkan Kebiasaan Menabung
Lizza menilai pengenalan literasi keuangan sebaiknya dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan usia dan kemampuan anak dalam memahami nilai uang.
Melalui tabungan BRI Junio, orang tua dapat memberikan pengalaman awal kepada anak mengenai kepemilikan rekening, penyimpanan uang, serta pentingnya merencanakan penggunaan dana.
"Melalui kepemilikan rekening BRI Junio, orang tua memiliki kesempatan mengenalkan fungsi tabungan kepada anak. Tidak sekadar menyimpan uang, tetapi juga memberikan pemahaman bahwa uang perlu dikelola dan digunakan sesuai kebutuhan," ungkap Lizza.
Menurutnya, kebiasaan tersebut dapat menjadi fondasi bagi anak untuk belajar bertanggung jawab terhadap uang yang dimiliki.
Orang tua, misalnya, bisa mengajak anak menentukan sebagian uang yang perlu disimpan dan sebagian lainnya yang boleh digunakan untuk memenuhi kebutuhan tertentu.
Dengan pendekatan sederhana, anak tidak hanya mengenal aktivitas menabung, tetapi juga mulai memahami pentingnya membuat pilihan dalam menggunakan uang.
BRImo Junior Kenalkan Perbankan Digital kepada Anak
Selain memanfaatkan tabungan BRI Junio, Lizza turut mengenalkan layanan BRImo Junior kepada Aghnia.
BRImo Junior merupakan layanan perbankan digital yang dikembangkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk untuk nasabah anak hingga usia 17 tahun.
Layanan ini dirancang agar anak dapat mengenal aktivitas perbankan digital dengan tetap memperoleh pendampingan dan pengawasan dari orang tua.
Salah satu fasilitas yang ditawarkan adalah konsep split user, yaitu mekanisme yang memungkinkan satu akun BRImo orang tua terhubung dengan maksimal lima akun BRImo Junior.
Melalui mekanisme tersebut, orang tua dapat memantau aktivitas transaksi anak, mengatur akses masuk aplikasi, serta menentukan batas transaksi berdasarkan kebutuhan.
"Dengan sistem tersebut, orang tua dapat memantau aktivitas transaksi anak, mengatur akses login, hingga menentukan batas transaksi sesuai kebutuhan. Fitur ini memberikan ruang bagi anak untuk belajar menggunakan layanan keuangan digital dengan pengawasan keluarga," ujarnya.
Keberadaan layanan tersebut dapat menjadi sarana pembelajaran bagi keluarga dalam mengenalkan cara menggunakan teknologi keuangan secara bertanggung jawab.
Fitur Pocket Bantu Anak Belajar Mengatur Uang
BRImo Junior juga menyediakan sejumlah fitur transaksi digital, mulai dari pembayaran menggunakan QRIS, transfer uang, pembayaran BRIVA, pembelian pulsa, voucher game, hingga layanan dompet digital.
Selain berbagai fasilitas transaksi tersebut, terdapat fitur Pocket yang dapat dimanfaatkan untuk mengelompokkan uang berdasarkan kebutuhan atau tujuan tertentu.
Fitur ini bisa menjadi salah satu media pembelajaran bagi orang tua untuk menjelaskan konsep pengelolaan keuangan secara sederhana.
Sebagai contoh, anak dapat diajak membedakan uang yang disiapkan untuk ditabung dengan uang yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Pembelajaran semacam ini diharapkan dapat membantu anak memahami pentingnya menentukan prioritas sebelum membelanjakan uang.
Meski demikian, penggunaan berbagai fasilitas transaksi digital tetap memerlukan pendampingan orang tua, terutama ketika anak mulai mengenal pembayaran non-tunai.
Pendampingan Orang Tua Tetap Jadi Kunci
Lizza menyadari bahwa pengenalan layanan perbankan digital kepada anak perlu diimbangi dengan pendidikan mengenai keamanan transaksi.
Menurutnya, kemudahan akses teknologi tidak boleh membuat anak mengabaikan pentingnya melindungi informasi pribadi.
"Bagi keluarga, pengenalan teknologi keuangan kepada anak juga perlu disertai pemahaman mengenai keamanan transaksi. Orang tua tetap berperan penting dalam memberikan arahan, terutama agar anak tidak sembarangan membagikan informasi pribadi, PIN, maupun kode keamanan," ucapnya.
Pendampingan tersebut juga dapat dilakukan dengan membiasakan anak berdiskusi sebelum melakukan transaksi serta memberikan pemahaman mengenai risiko penggunaan layanan digital.
Dengan demikian, anak tidak hanya diperkenalkan pada kemudahan teknologi, tetapi juga belajar menjaga keamanan rekening dan bertanggung jawab atas aktivitas keuangannya.
Untuk menggunakan layanan BRImo Junior, anak perlu memiliki rekening BRI Junio. Selanjutnya, proses aktivasi akun BRImo Junior dilakukan melalui aplikasi BRImo milik orang tua sesuai ketentuan layanan yang berlaku.
Literasi Keuangan Jadi Bekal Anak di Masa Depan
Pengalaman Lizza dalam mengenalkan BRI Junio dan BRImo Junior kepada Aghnia memperlihatkan bagaimana pendidikan keuangan dapat diterapkan melalui kebiasaan keluarga.
Pengenalan tabungan sejak dini diharapkan membantu anak membangun kedisiplinan, kesabaran, serta kemampuan menentukan prioritas ketika menggunakan uang.
Di sisi lain, pemanfaatan layanan digital dapat menjadi pelengkap pembelajaran agar anak semakin memahami perkembangan sistem pembayaran yang digunakan masyarakat.
Bagi Lizza, membiasakan Aghnia mengenal tabungan dan pengelolaan uang merupakan salah satu bentuk persiapan menghadapi masa depan.
Ia berharap kebiasaan sederhana yang diperkenalkan sejak kecil dapat membantu putrinya tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri, bijak, dan bertanggung jawab dalam mengambil keputusan keuangan.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda