Oleh : Sirilivia Khunaeni/Mahasiswi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang
JURNALPOST - Media digital setiap penggunaannya yaitu memudahkan pengguna untuk saling berbagi informasi, dan sumber informasinya bisa berasal dari mana saja. Tidak dapat dipungkiri, perkembangan media digital sangatlah pesat. Ketidaksiapan dan ketidakpahaman masyarakat terhadap media digital membuat penyalahgunaan yang berdampak pada kehidupan pribadi dan sosial. Kehadiran media sosial ini sendiri merupakan bagian dari perkembangan internet. Kehadiran media sosial menawarkan berbagai macam cara untuk berkomunikasi dan bersosialisasi dengan fitur pendukung yang menarik. Disisi inilah literasi harus digalakkan terutama bagi masyarakat, kaum milenial dan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.
Kemampuan literasi digital akan menempatkan seseorang sebagai pemakai informasi yang aktif, kreatif dan inovatif. Misalnya, mampu menilai konten digital apakah sudah tepercaya atau mengandung unsur bias tertentu. Sebuah anugrah bisa memiliki kemampuan dibidang literasi digital yang kritis, itu termasuk merupakan pemahaman yang lebih. Contohnya, dalam pemahaman luas tentang ruang digital. Penggunaan media sosial yang kritis tidak hanya mempertanyakan kebenaran suatu informasi, namun juga melakukan aksi yang fakta untuk memerangi misiinformasi. Memanfaatkan teknologi, komunikasi media digital dan alat komunikasi lainnya yaitu tujuannya adalah agar masyarakat terutama mahasiswa dapat menggunakan atapun membuat informasi tersebut secara bijak dan kreatif.
Perkembangan literasi digital sekarang ini kian menjadi tren dimasa pandemi covid-19, pelaksanaannya pun menuai partisipasi didunia modern. Dalam pencegahan covid-19, gerakan literasi digital di dalam sebuah keluarga sangat berpengaruh karena dengan adanya budaya membaca maka akan semakin banyak informasi yang kita temukan dan dapatkan yaitu dalam hal apa saja. Termasuk seputar pencegahan dan penanggulangan covid, baik dalam media sosial seperti google, instagram, twitter dan lainnya. Hal ini pun akan dapat mengantisipasi penyebaran informasi negatif pada masa pandemi yang sekarang ini. Literasi digital menjadikan tatanan yang baru bagi masyarakat dengan pola pikir dan pengetahuan yang luas. Disisi lain, Perkembangan media digital memberikan peluang, seperti untuk meningkatkan peluang bisnis. Dengan demikian akan lahir lapangan kerja baru yang memanfaatkan media digital.
Dimasa pandemi kesadaran untuk melindungi orang lain dari masalah misinformasi akan menjadi langkah awal yang sangat penting untuk memicu ketertarikan kita sebagai pengguna media sosial, dan dalam mempelajari hal-hal yang lebih lanjut tentang keteberkaitan lingkungan dan infrastruktur digital. Ditengah pandemi sekarang ini, kemampuan tersebut tentu dapat meningkatkan peran masyarakat untuk ikut terjun langsung memeriksa fakta. Pada dasarnya, memang penyampaian informasi yang berkaitan dengan teknologi, sains dan kesehatan tidak mudah untuk dilakukan. Di sisi lain ada berita baik yang datang bahwasanya budaya literasi kian berkembang pesat. Hal tersebut merupakan adanya pandemi yang membuat masyarakat jadi memulai hal-hal yang baru seperti literasi digital dan memanfaatkan media sosial untuk hal positif.
Fenomena kemudahan literasi digital dalam penerapannya didukung oleh keniscayaan dari kecepatan yang menjadi ciri utama teknologi dibidang komunikasi. Apa yang disampaikan pun akan segera sampai di gapai siapapun yang mengakses diwaktu bersamaan. Bagi mereka yang memiliki akses TI mencukupi dan didukung oleh keterampilan literasi teknologi yang baik, maka akan mudah dalam mencapainya. Persoalan lain yang mucul dalam penggunaan literasi dimasa pandemi ini adalah adanya kesulitan untuk membaca dan menggali informasi yang bermanfaat seperti mencari informasi tentang covid-19 di media sosial. Hal ini yang menyebabkan kita akan cenderung beralih untuk menikmati drama, game online dan hiburan lainnya dibandingkan dengan menghabiskan waktu untuk membaca hal-hal yang bermanfaat dan positif.
Di dunia yang mengalami perubahan yang pesat ini, dimana kita tidak bisa memperkirakan apa yang akan terjadi dimasa mendatang terutama tentang perkembangan teknologi. Hal tersebut membawa kita sadar akan pentingnya untuk mengajarkan gerakan literasi kepada para anak dan siswa. Gerakan literasi minimal harus mencakup berupa literasi sains dan digital. Hal tersebut juga harus disertai dengan penanaman sikap dan edukasi keterampilan seperti rasa ingin tahu, kerjasama, kreatif, dan lainnya. Jika kita menginginkan generasi yang siap dengan tantangan dunia dimasa mendatang, maka kita tidak bisa bergantung dengan cara dan pola pengajaran pendidikan yang masih tradisional. Untuk itu, kita perlu regulasi yang serius dibidang pendidikan, yaitu terutama dalam bidang sains dan teknologi untuk mengembangkan keterampilan generasi muda dan untuk mempersiapkan mereka mengubah masa depan menjadi lebih maju dari sebelumnya.
Pada kondisi sekarang dimasa pandemi, semua aktivitas yang kita jalani rata-rata harus dianjurkan untuk dikerjakan dirumah. Mengingat penyebaran covid-19 sudah sangat pesat dan tidak terkondisikan. Rutinitas yang biasanya kita lakukan diluar rumah berubah menjadi rutinitas dimedia sosial. Seperti sekolah, kerja, rapat dan kegiatan lainnya yang memungkinkan kita untuk bertatap muka secara langsung. Keadaan yang seperti inilah memaksa masyarakat untuk mengalami perubahan sosial yang sangat drastis. Perubahan inilah yang terjadi dan dapat merambah pada perilaku kehidupan, norma, dan interaksi dalam lapisan masyarakat, baik itu struktur atapun dinamika masyarakat di era yang sekarang ini. Hampir semua sektor kehidupan masyarakat berdampak dimasa pandemi. Mulai dari pendidikan, mata pencahariaan, dan terutama adalah sektor ekonomi yang sangat berdampak bagi bangsa Indonesia. Akibat dampak dari semua sektor tersebut, semua aktivitas dialihkan menuju ke media daring, walaupun itu semua memunculkan banyak kendala dan kekurangan dalam penerapannya.
Dari semua kendala sektor diatas, yang cukup menyulitkan adalah kendala jaringan. Baik dari susah sinyal, susah untuk membeli paket data internet bahkan sampai tidak memiliki samrtphone canggih. Selain itu juga, perangkat media sosial yang belum mampu untuk mencukupi kebutuhan penikmat media tersebut secara sempurna. Keefektifan dalam belajar dan bekerja dari rumah selama masa pandemi tidak sedikit masyarakat yang mengeluh akan kurangnya penunjang aplikasi daring yang tersedia. Kondisi seperti ini membuat masyarakat merasa jenuh dan jengkel. Sebagian masyarakat merasa bosan dengan keadaan yang seperti ini, dengan apa-apa semua unsur rutinitas kegiatan harus dikaitkan dengan via daring (media sosial). Untuk itu, kebanyakan orang sangat menginginkan semua untuk dapat hidup normal seperti dulu lagi, dan kembali seperti keadaan semula.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda