
Ditulis Oleh: Manda Nur Iryanti Habibah (Mahasiswa Program Studi Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi, IPB University)
JurnalPost.com - Dari jauh mata memandang, terlihat sorot mata yang penuh dengan ketetapan. Sosok itu telah mengukir jejak-jejak gemilangnya di arena pencak silat. Namanya adalah Muhammad Rahmadzani Hidayat, dengan nama panggilan Dani. Ia lahir di Jakarta, 7 Desember 2003. Ia saat ini berkuliah di salah satu universitas di Jakarta yaitu Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta. Ia tinggal di sebuah pinggiran kota dekat dengan jalan raya. Seorang remaja yang mempesona dengan kecakapan dan ketangguhannya dalam seni bela diri tradisional. Dani adalah anak pertama dari tiga bersaudara, ia memiliki dua adik perempuan yang masih menjalani masa pendidikan SMA dan juga berkuliah.
Sedari belia, ia sudah tertarik akan bela diri hingga ia mulai belajar dengan giat dan keras, dari pagi hingga larut malam yang sepi dan sunyi, ia selalu berlatih untuk mengembangkan keterampilan bela diri nya. Saat itu Dani yang masih belia mengikuti karate hanya untuk bersenang-senang saja. Namun, hari demi hari ia jalani dan setiap langkah demi langkah. Timbulah rasa suka terhadap seni bela diri. Saat ia duduk dibangku SMP tepatnya kelas dua SMP. Ia tertarik untuk mengikuti ekskul perguruan bela diri yang dinamakan Perisai Diri dengan penuh semangat.
Di setiap langkah kegiatannya sehari-hari yang gemerlap dan serba cepat, ia pun harus mengatur waktu dan komitmen lain apa yang menjadi pilihan hidupnya. Ia memahami sejatinya dari sebuah pencak silat, yaitu disiplin, keberanian, dan ketabahan. Rasa konsisten dan berfikir bahwa keahlian yang dimiliki sekarang ini untuk melindungi orang-orang yang ia sangat sayangi, cintai dari bahaya. Hal inilah membuat Dani memiliki tekad dan rasa komitmen yang besar untuk mengejar keahlian bela diri yang ia miliki, hingga sampai pada titik puncak kemenangan nanti.
Dalam setiap perjalanan yang ia lalui, tantangan juga menghampiri dirinya, salah satu nya yaitu rasa malas yang hadir ketika ia sedang berlatih dengan tendangan-tendangannya. Namun ia teringat akan ucapan sang bunda tercinta untuk terus semangat dan pantang menyerah dalam menghadapi impian yang ingin dicapai. Dibalik tantangan yang dihadapi, ia mensugestikan dirinya jika dirimu tidak jalan di hari ini, maka dikemudian hari dirimu harus berlari lebih jauh untuk mengejar keterlambatan dirimu.
Lalu dibalik setiap tendangan dan pukulan yang disempurnakannya, terdapat kisah yang mengharukan. Dani tumbuh sebagai anak yatim piatu, kehilangan kedua orang tua nya itu bukanlah menjadi batu sandungan bagi dirinya, melainkan cambuk yang memacunya untuk terus berusaha tegar dan kuat. Saat ia duduk di bangku sekolah ia telah ditinggalkan oleh Ibu nya, lalu saat ia masuk ke jenjang perkuliahan sang ayah menyusul kepergian Ibu nya. Hal ini membuat kesedihan bagi dirinya, tetapi ia tidak pantang menyerah untuk terus melakukan yang terbaik untuk dua adik perempuannya dan keluarga terdekatnya.

Kepergian kedua orangtuanya, ia tetap semangat dan menanamkan nilai-nilai yang telah diberikan oleh kedua orang tua nya, yang menjadikan sosok Dani yang luar biasa, meski mereka kini hanya tinggal di dalam kenangan yang berselimut kerinduan, keberhasilan Dani menjadi juara di bidang pencak silat adalah bukti nyata bahwa adanya cinta, dukungan, dan pedoman yang mereka berikan tetap hidup dalam diri sejatinya. Dari gerakan beserta serangannya di bela diri, terpancarkan aura hidup yang pantang menyerah dengan keadaan. Terbukti ia telah meraih beberapa prestasi dan penghargaan berkat kerja keras yang ia lakukan, ia tidak hanya sekedar mengikuti gerakan silat, namun memahami filosofi di balik setiap hentakan kaki dan ayunan tangan yang kuat. Ia mengikuti perlombaan pencak silat sampai di SMA, karena banyak hal yang ia harus lakukan untuk keluarganya. Namun sebelum itu ia telah mendapatkan prestasi-prestasi yang memukau.
Dani telah mendapatkan beberapa prestasi, dari hasil kerja keras yang ia lakukan. Beberapa prestasi yang telah ia dapatkan yaitu, prestasi pertama yang telah diraih yaitu Juara 3 Festival seni dan kejuaraan pencak silat pelajar se-JABODETABEK tahun 2017, kemudian memenangkan Juara 2 Paku Bumi Open Cup V Tingkat Nasional Eropa tahun 2018, Juara 1 Kejuaraan Nasional Silat Perisai Diri Antar Pelajar IV tahun 2018, Juara 3 BNN CUP 2 Kejuaraan Pencak Silat Antar Pelajar Se-Nasional tahun 2019, Juara 1 Kejuaraan Nasional Silat Perisai Diri Antar Pelajar V Tahun 2019, Juara 1 Festival Pencak Silat Virtual Perisai Diri 2021.
Prestasi yang didapatkan oleh Dani, tentunya banyak mendapatkan medali dan trofi yang telah menghiasi dinding kamarnya, namun ada hal yang harus dikorbankan, ia menghabiskan waktu berjam-jam di tempat latihan, dari terbitnya matahari hingga terbenamnya matahari dengan gelap yang membawa janji harapan untuk kemenangan. Selain ia beprestasi dalam bela diri ternyata ia pun memiliki kesibukan lain yaitu, saat ini ia berkuliah di salah satu universitas ternama di Jakarta, selain ia berkuliah, ia juga mengajar pencak silat di perguruan PERISAI DIRI tempat dirinya berlatih dahulu, karena ia telah dipercayai oleh guru nya.
Ketekunannya pun telah berbuah manis bagi anak-anak di perguruan tersebut, ia mempermudah gerakan dan tendangan bagi anak-anak yang diajarkannya. Selain ia mengajar sebagai guru silat karena kelihaian nya dalam bela diri, ia memiliki dua peran besar yang harus diemban di kedua bahunya, yang pertama ia harus belajar dengan giat sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Jakarta, yang kedua ia juga bekerja di salah satu toko makanan sebagai Kepala Outlet di Cibinong untuk membantu perekonomian bagi adik-adiknya yang masih menjalani pendidikan sekolah.
Perjuangan yang telah dilakukan Dani untuk keluarganya, ia pun dalam melakukan sesuatu menurut Dani harus konsisten, tidak setengah-setengah, dan tidak perlu takut untuk mencoba sesuatu teruslah berkembang dan maju. Dengan semangat yang pantang menyerah, dengan mencoba lebih baik, tidak perlu menuntut diri anda harus berhasil, keberhasilan menurut Dani merupakan proses-proses selama diri itu berkembang. Dimana proses itu bisa menjadi bekal dalam meraih prestasi yang diimpikan dan didambakan.
Tips atau cara Dani menjaga semangat dan motivasi selama ini dengan ia melakukan aktivitas sehari-hari dengan berolahraga yang giat, seperti mengisi waktu luang untuk berolahraga ringan. Dan ia juga mengajarkan tendangan dan pukulan silat nya untuk para murid-murid nya di perguruan PERISAI DIRI. Setiap langkah yang Dani ambil, setiap teknik yang ia punya, sebagai penghormatan bagi kedua orang tua nya yang telah berjuang sangat keras untuk membesarkannya sebelum mereka meninggalkan dunia ini.
Beberapa gerakan bela diri yang ia tunjukkan, terpancarlah kebanggaan yang tak terbatas, bukan hanya untuk dirinya sendiri, namun juga untuk adik-adiknya, hingga ia mengorbankan beberapa hal demi memberikan yang terbaik untuk kedua adiknya. Dibalik setiap gerakan, tersembunyi kisah yang tak terhitung tentang keberanian, ketekunan, dan juga impian yang besar. Dan pada akhirnya, harus bergandengan tangan dengan mimpi- mimpi yang tinggi, perjalanan dengan lika-likunya menjadi penyemangat bagi generasi mendatang untuk mengejar keunggulan dalam setiap langkah hidup yang dijalani. Terukirlah kisah sebuah perjalanan yang tidak mudah, namun penuh dengan ketekunan dan kegigihan. Kegigihan yang ia miliki, hingga saat ini ia telah berhasil menghadapi tantangan hidup yang dirasa berat, dan membangkitkan semangat untuk terus melangkah maju meskipun di dalam kehidupan ada rintangan-rintangannya.
Meskipun banyak rintangan di dalam kehidupan, ia terus mengejar impian dan mempertahankan prestasi dan bakat yang dimilikinya, membuktikan bahwa tekad dan semangat yang kuat dapat mengatasi segala halangan. Ia menemukan kekuatan untuk bangkit, memberikan inspirasi kepada orang-orang bahwa keberanian, kesabaran, dan keteguhan hati adalah kunci untuk menghadapi segala rintangan dalam hidup.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda