Bekasi, JurnalPost.com - Usia muda bukan alasan untuk berhenti mencoba banyak hal. Prinsip itu sepertinya cukup menggambarkan perjalanan Alea Malika Putri, perempuan muda asal Kota Bekasi yang sejak duduk di bangku SMK sudah aktif mengejar berbagai pengalaman.
Lahir di Kota Bekasi pada 12 Oktober 2007, Alea mulai menunjukkan ketertarikannya pada organisasi, pendidikan, hingga kegiatan sosial ketika menempuh pendidikan di jurusan Akuntansi SMK Mutiara Baru Kota Bekasi pada 2022-2025.
Bukan hanya berkutat dengan pelajaran di kelas, Alea memilih menggunakan masa sekolahnya untuk mengenal lebih banyak dunia di luar lingkungan akademik.
Salah satu pencapaiannya datang pada 2023. Saat itu, Alea berhasil meraih Juara 2 lomba Agent of Change yang diselenggarakan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bekasi. Ia tampil mewakili sekolah sekaligus Yayasan Karya Wirausaha Sinergi.
Pengalaman tersebut kemudian membawa Alea semakin aktif dalam berbagai kegiatan Pemerintah Kota Bekasi dan kegiatan UMKM bersama Yayasan Wirausaha Sinergi. Ia dipercaya menjalankan peran di bidang Public Relations.
Dari sana, Alea terlibat dalam kegiatan seminar hingga sosialisasi yang menyasar kalangan anak muda. Tema yang dibawakan pun beragam, mulai dari digital marketing, pengembangan UMKM muda, kesehatan mental, hingga pengenalan dunia usaha.
Aktif Organisasi hingga Dirikan Komunitas Pendidikan
Kesibukan Alea tak berhenti pada kegiatan sekolah.
Pada 2024, ia menyandang gelar Duta Organisasi dan bergabung sebagai anggota Komunitas Pelajar Indonesia Gemilang.
Keinginannya untuk memberi ruang bagi anak-anak muda di bidang pendidikan juga membuat Alea mendirikan Komunitas Penggerak Pendidikan Indonesia. Komunitas tersebut kemudian berkembang menjadi Duta Pendidikan Nusantara Indonesia, dengan Alea sebagai founder.
Ia juga pernah terpilih menjadi volunteer Akademik Pelajar Jaga Bumi Jawa Barat dengan membawa nama Kota Bekasi.
Bidang pendidikan menjadi bagian lain yang cukup menonjol dalam perjalanannya. Alea tercatat sebagai penerima Beasiswa Smartschool Scholarship YBM Brilliant RO Jakarta untuk periode 2023-2025.
Sejumlah kompetisi akademik juga pernah diikutinya, antara lain Puspesjar, Saintech Nasional, Sainsfes, dan ISSC.
Selain prestasi akademik, Alea membekali dirinya dengan keterampilan profesional. Ia memperoleh sertifikasi kompetensi BNSP Photography Junior pada 2024 dan sertifikasi Akuntansi pada 2025.
Pengalaman kerjanya pun cukup beragam untuk seseorang seusianya. Saat masih bersekolah, Alea menjalani Praktik Kerja Lapangan di KPP Madya Bekasi pada bagian pelayanan.
Ia bahkan sempat memiliki pengalaman mengajar di TK Islam Al-Kharimah Bekasi.
Gagal SNBP, Alea Pilih Bekerja
Perjalanan selepas SMK ternyata tidak selalu berjalan sesuai rencana.
Alea sempat mendapatkan kesempatan mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi atau SNBP untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri. Namun hasil yang diterimanya belum seperti yang diharapkan.
Alih-alih berhenti, Alea mencoba jalur lain.
Ia sempat bekerja sebagai telemarketing di Bank CTBC selama sekitar tiga bulan sebelum akhirnya kembali melanjutkan pendidikan.
Kini, Alea tercatat sebagai mahasiswa S1 Manajemen di Universitas Pertiwi.
Memasuki dunia kampus rupanya tidak membuat kegemarannya mencoba berbagai kompetisi berkurang.
Pada 2026, Alea mengikuti Lomba Cepat Tepat yang diselenggarakan Politeknik Negeri Lampung. Ia memang belum berhasil membawa pulang gelar dari perlombaan tersebut.
Namun Alea tidak berhenti di sana.
Ia kembali mengikuti kompetisi lain yang digelar institusi yang sama, kali ini di bidang content creator. Hasilnya berbeda. Alea berhasil menyabet Juara 1 kategori Inspirasi.
Cerpen Pertamanya Berhasil Dipublikasikan
Selain organisasi, pendidikan, dan content creator, Alea ternyata menyimpan ketertarikan terhadap dunia menulis.
Pada tahun yang sama, ia berhasil meraih Juara 3 lomba menulis cerpen yang diselenggarakan Halo Penulis.
Cerpen berjudul “Sebelum Kita Kembali Biasa” tersebut memiliki arti tersendiri baginya. Sebab, pencapaian itu menjadi momen pertama karya tulis Alea dipublikasikan.
Padahal, ketertarikannya terhadap dunia menulis telah muncul sejak masih duduk di bangku SMK.
Bagi Alea, menulis bukan sekadar menyusun kata. Aktivitas tersebut menjadi caranya menyimpan pikiran dan perasaan sekaligus menyampaikan sesuatu yang terkadang sulit dikatakan secara langsung.
Di tengah berbagai pencapaian dan kegagalan yang pernah dilaluinya, Alea mempunyai pandangan tersendiri mengenai arti sebuah proses.
“Tidak semua proses harus menghasilkan materi untuk bisa disebut berarti.”
Menurut Alea, pengalaman tetap memiliki nilai selama mampu mengubah pola pikir, membentuk karakter, serta membuat seseorang menjadi lebih bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Prinsip tersebut kemudian ia rangkum dalam sebuah kalimat yang terus dibawanya dalam perjalanan hidup.
“Make every step meaningful, even when the result is unseen.”
Atau, dalam bahasa Indonesia, jadikan setiap langkah berarti, bahkan ketika hasilnya belum terlihat.
Bagi Alea, perjalanan yang sedang dijalaninya masih panjang.
Ia masih ingin mengeksplorasi pendidikan, organisasi, dunia kreatif, menulis, serta berbagai pengalaman baru yang belum pernah dicobanya.
Targetnya pun bukan semata mengumpulkan gelar atau penghargaan.
Alea ingin membuktikan kepada dirinya sendiri bahwa setiap kesempatan, keberhasilan, kegagalan, dan proses yang telah dilewati selalu memiliki arti.
Sebab pada akhirnya, menurut Alea, perjalanan hidup bukan hanya soal seberapa banyak sesuatu berhasil diraih, tetapi juga mengenai bagaimana seseorang berubah setelah melewati setiap prosesnya.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda