JurnalPost.com - Lembaga Penelitian dan Pengembangan (LP3M) Universitas Muhammadiyah Makassar bersama 2 (dua) dosen tamu dari Palestina yakni Ibrahim Radwan Ramadhan (Al-Quds Open University - Palestina) dan Nidal A.I Abusweireh (Islamic University of Gaza) mengunjungi Desa Bulu Cindea yang di terima langsung oleh Kepala Desa Made Ali dalam rangka kegiatan pengabdian masyarakat melalui Pendekatan Partisipatif dan Kolaboratif dalam Pemberdayaan Komunitas Pariwisata di Desa Bulu Cindea.
Dalam sambutannya Kepala Desa Made Ali menyampaikan rasa terima kasihnya kepada LP3M yang diwakili oleh Kaprodi Magister Ilmu Administrasi Publik Dr. Fatmawati yang telah berkenan hadir dan membawa tamu jauh dari Palestina yang saat ini masih berjuang di tengah konflik Palestina - Israel.
Beliau juga menyampaikan bahwa kegiatan Pariwisata di Desa Bulu Cindea telah mengalami perkembangan yang sangat signifikan karena dilakukan dengan dukungan banyak pihak seperti kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Dukungan perangkat BPD, kelompok perempuan, dan para pemuda.
Beberapa diantaranya dapat dilihat melalui kawasan Mancing Desa Bulu Cindea yang saat ini dijadikan tempat kegiatan, Kebun Desa, Pembibitan dan Kawasan Wisata Mangrove, Pembangunan Perpustakaan dan Balla IT serta pengadaan Kampung Pancasila, bebas Narkoba dan juga Kampung Gizi untuk pencegahan stunting bagi anak-anak di desa.
"Kami bersyukur ada begitu banyak dukungan masyarakat dalam melakukan pembenahan dan serta melakukan inovasi baru dalam membangun pariwisata di desa Bulu Cindea, termasuk kolaborasi dengan berbagai pihak dalam proses pelaksanaannya " Ujar Made Ali.
Lebih lanjut juga Made Ali menyampaikan keprihatinannya dengan apa yang terjadi di Palestina hari ini dan semoga kehadiran 2 dosen Palestina ini di Desa Bulu Cindea bisa memberikan sedikit penghiburan dan menikmati keindahan pariwisata di desa Bulu Cindea ini.
"Semoga dengan kehadiran Mr. Ibrahim dan Mr.Nidal dan juga rombongan LP3M ini bisa menikmati keindahan yang ada di desa Bulu Cindea sambil kami ajak berkeliling ke beberapa spot lokasi yang telah kami bangun bersama masyarakat" Tutupnya.
Sedangkan perwakilan dari AlQuds Open University Ibrahim Radwan Ramadhan menyampaikan pula rasa syukurnya bisa diterima dan di sambut baik oleh kepala desa Bulu Cindea dan warganya.
"We are very grateful that Mr. Made Ali was able to receive us very well and also had the opportunity to share stories about tourism and our conditions in Palestine today. The Palestine-Israel conflict today is not only about October 7, 2023, but this colonization has been going on since the last year, where our land was taken unilaterally by Israel. There have been around 50 thousand Palestinians who have become victims and some of their bodies have not been found because of the ruins of buildings" Ujar Ibrahim
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa saat ini Palestina masih sangat membutuhkan donasi untuk membangun kembali fasilitas jalan dan bangunan yang telah dihancurkan oleh Tank-tank Israel. Ia juga menyampaikan bahwa masih banyak warga Palestina memilih tinggal di rumah mereka dan tidak berfikir untuk meninggalkan tanah mereka karena mereka mengingat pesan orangtua mereka untuk tetap tinggal di tanah Palestina yang merupakan tanah mereka. Bahkan mereka berpasrah jika suatu hari nanti anak mereka tidak bisa pulang ke rumah jika sekolah mereka dihantam rudal atau bom Israel.
Ia juga menjelaskan bagaimana sulitnya perizinan keluar - Masuk wilayah Palestina yang kesemuanya membutuhkan izin dari Israel. Dampak lainnya di dunia pendidikan dimana posisi mereka sebagai dosen juga gajinya tertahan oleh pihak Israel melalui bank-bank mereka.
" We all still choose to live in Palestine even though the situation threatens the safety of our families. Every day I take my children to school but I still surrender if one day our children cannot return home safely because of missile or bomb attacks that are always lurking at their school besides our challenges as a lecturer because of this conflict, access in and out of Palestine requires very complicated permits from the Israeli side, including them still holding our salaries through banks in Palestine through their control. if many people think why don't we just leave the State of Palestine that is also an easy matter because even if we leave they can still monitor our activities, if it is considered dangerous then they will be so easy to imprison us without a clear reason" Ujarnya.

Diakhir kegiatan pihak LP3M Magister Ilmu Administrasi Publik, Dr Fatmawati juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan kolaborasi yang diharapkan kedepannya bisa terus dilakukan.
"Kami tentu berharap bahwa kegiatan kolaboratif ini bisa tetap dilakukan melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat berkelanjutan bersama Pemerintah Desa dan juga pihak kampus dari Palestina AlQuds open University dan juga Islamic University entah itu melaksanakan kegiatan pelatihan sesuai kebutuhan kelompok-kelompok yang ada di desa dan juga pengembangan potensi desa lainnya" Tutupnya.
Rombongan selanjutnya dipandu oleh Kepala Desa mengunjungi Kebun Desa, Perpustakaan dan Balla IT dan Wisata pembibitan Mangrove.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda