Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Artikel
  3. “Kok Kerja Terasa Begitu-Begitu Saja?” Kenali Tanda Kebosanan Sebelum Makin Parah

“Kok Kerja Terasa Begitu-Begitu Saja?” Kenali Tanda Kebosanan Sebelum Makin Parah

F
Penulis: Fitriani Zuhrotin - Mahasiswa Universitas Tarumanagara
30 Oktober 2026, 23.49 WITA Editor: Rafi Adinata
5 menit baca
capek kerja
Ilustrasi bosan dalam pekerjaan (Sumber: Hellosehat)

JurnalPost.com - Kalau mendengar istilah “masalah kerja”, kita mungkin langsung membayangkan target yang tinggi, pekerjaan menumpuk, tekanan dari atasan, atau burnout. Namun, ada kondisi lain yang sering luput dari perhatian, yakni kebosanan kerja atau job boredom.

Bayangkan seseorang yang setiap hari datang ke kantor tepat waktu, menyelesaikan tugas, mengikuti rapat, lalu pulang. Tidak ada masalah besar yang dihadapi. Namun, hari-harinya terasa begitu-begitu saja.

IKLAN

Tugas yang dikerjakan terus berulang, tantangan semakin sedikit, dan kesempatan mencoba hal baru pun terbatas. Lama-kelamaan, pekerjaan yang awalnya terasa menyenangkan bisa berubah menjadi rutinitas monoton yang kehilangan makna.

Ketika Bekerja Tidak Terasa Berat, tetapi Terasa Hampa

Job boredom bukan sekadar rasa bosan yang muncul sesekali saat bekerja. Kondisi ini terjadi ketika seseorang berulang kali mengalami kebosanan akibat pekerjaan yang monoton, kurang menantang, atau minim stimulasi.

Kebosanan kerja dapat muncul secara perlahan, bahkan tanpa disadari. Seseorang mungkin tetap menjalankan tanggung jawabnya dengan baik, tetapi mulai kehilangan ketertarikan terhadap pekerjaan yang dilakukan.

Ada beberapa tanda kebosanan kerja yang perlu diperhatikan, antara lain:

  • Merasa waktu kerja berjalan sangat lambat.

  • Sulit berkonsentrasi saat menyelesaikan tugas.

  • Mudah terdistraksi oleh hal-hal di luar pekerjaan.

  • Sering menunda pekerjaan meskipun tugas yang diberikan tidak sulit.

  • Bekerja hanya untuk menggugurkan kewajiban.

  • Kehilangan antusiasme terhadap pekerjaan sehari-hari.

Jika berlangsung terus-menerus, kebosanan dapat memengaruhi keterlibatan karyawan dalam pekerjaan serta pengalaman mereka selama bekerja.

Apa Kata Penelitian tentang Kebosanan Kerja?

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa work-related boredom atau kebosanan yang berkaitan dengan pekerjaan memiliki hubungan dengan berbagai kondisi psikologis dan perilaku di tempat kerja.

Kebosanan kerja ditemukan berkaitan dengan tekanan psikologis (distress), keluhan depresif, serta perilaku kontraproduktif yang berpotensi merugikan individu maupun organisasi.

Sebaliknya, job crafting, yaitu upaya karyawan untuk menyesuaikan tugas, hubungan kerja, atau cara memaknai pekerjaannya, berkaitan dengan tingkat kebosanan yang lebih rendah.

Penelitian di Indonesia juga menemukan adanya hubungan antara job boredom dan cyberloafing. Istilah cyberloafing merujuk pada aktivitas menggunakan internet untuk kepentingan pribadi selama jam kerja, seperti membuka media sosial, menonton video, atau menjelajahi situs yang tidak berkaitan dengan pekerjaan.

Meski demikian, hubungan antara kebosanan, cyberloafing, dan kinerja karyawan tidak selalu sederhana. Tidak semua orang yang merasa bosan akan menunjukkan perilaku yang sama.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa kebosanan kerja perlu dipahami sebagai persoalan yang dapat dipengaruhi oleh kondisi pekerjaan, bukan semata-mata kurangnya motivasi individu.

Karena itu, mencari kesempatan untuk berkembang dan menemukan kembali makna pekerjaan dapat menjadi salah satu langkah untuk menghadapi kebosanan.

Sudah Mulai Bosan? Jangan Langsung Resign

Ketika pekerjaan mulai terasa membosankan, keinginan untuk mencari suasana baru mungkin muncul. Namun, mengundurkan diri atau resign bukan satu-satunya jalan keluar.

Sebelum mengambil keputusan besar, penting untuk mengenali sumber kebosanan yang dialami.

Apakah pekerjaan terlalu berulang? Apakah tantangannya kurang? Apakah kesempatan belajar terbatas? Atau justru pekerjaan yang dijalani sudah tidak sesuai dengan minat dan kemampuan?

IKLAN

Setelah memahami penyebabnya, ada beberapa langkah yang dapat dicoba.

1. Cari tantangan baru

Mempelajari keterampilan baru, mengambil tanggung jawab tambahan yang sesuai kapasitas, atau terlibat dalam proyek berbeda dapat membantu menghadirkan variasi dalam pekerjaan.

Tantangan baru juga dapat memberikan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan yang sebelumnya jarang digunakan.

2. Batasi kebiasaan scrolling saat bekerja

Membuka media sosial mungkin terasa seperti pelarian ketika pekerjaan mulai membosankan. Namun, jika dilakukan secara berlebihan, kebiasaan tersebut justru dapat mengganggu konsentrasi dan produktivitas.

Cobalah mengatur waktu istirahat secara lebih terarah agar aktivitas digital tidak mengganggu tanggung jawab pekerjaan.

3. Bicarakan dengan atasan

Komunikasi dengan atasan dapat menjadi langkah penting untuk mencari solusi.

Karyawan dapat menyampaikan keinginan untuk mempelajari keterampilan baru, mendapatkan variasi tugas, atau terlibat dalam proyek yang berbeda.

Misalnya, dengan mengatakan, “Saya ingin mengembangkan kemampuan di bidang tertentu. Apakah ada kesempatan bagi saya untuk terlibat dalam proyek yang berkaitan dengan bidang tersebut?”

Komunikasi seperti ini dapat membantu atasan memahami kebutuhan pengembangan karyawan.

4. Evaluasi kondisi diri

Daripada terus bertanya, “Kenapa saya malas bekerja?”, cobalah menggantinya dengan pertanyaan yang lebih reflektif.

“Apa yang membuat pekerjaan ini tidak lagi terasa bermakna bagi saya?”

Pertanyaan tersebut dapat membantu seseorang memahami apakah kebosanan muncul karena rutinitas, kurangnya tantangan, hubungan kerja, atau ketidaksesuaian antara pekerjaan dan tujuan pribadi.

Perusahaan Juga Memiliki Peran Penting

Mengatasi kebosanan kerja bukan hanya tanggung jawab karyawan. Perusahaan juga memiliki peran dalam menciptakan lingkungan kerja yang mendukung keterlibatan dan perkembangan individu.

Perusahaan dapat memberikan variasi tugas, kesempatan pengembangan kompetensi, umpan balik yang konstruktif, serta ruang komunikasi yang terbuka antara karyawan dan atasan.

Selain itu, pemberian tantangan baru yang sesuai dengan kemampuan karyawan dapat membantu mengurangi rutinitas yang terlalu monoton.

Dukungan atasan juga tidak kalah penting. Kesediaan untuk mendengarkan, memberikan apresiasi, menyampaikan arahan yang jelas, dan membuka kesempatan berkembang dapat membantu karyawan merasa lebih dihargai dalam pekerjaannya.

Lingkungan kerja yang memberikan ruang untuk belajar dan berkembang berpotensi membantu karyawan mempertahankan ketertarikan terhadap pekerjaan yang dilakukan.

Jangan Abaikan Kebosanan yang Berlarut-larut

Karyawan yang mengalami kebosanan mungkin tetap datang tepat waktu, mengikuti rapat, dan menyelesaikan tugas seperti biasa. Dari luar, semuanya terlihat baik-baik saja.

Namun, di balik rutinitas tersebut, bisa saja muncul perasaan jenuh, kehilangan semangat, atau kesulitan menemukan makna dari pekerjaan sehari-hari.

Kebosanan yang berlangsung sesekali merupakan pengalaman yang wajar. Akan tetapi, jika terus berulang dan mulai memengar

ENGLISH VERSION Artikel tersedia dalam Bahasa Inggris
Read in English →

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/kok-kerja-terasa-begitu-begitu-saja-kenali-tanda-kebosanan-sebelum-makin-parah/98429/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 13.59 WITA

  • #Dunia Kerja
  • #Kesehatan Mental
  • #Motivasi Kerja
  • #Produktivitas
  • #job boredom
  • #karier
  • #kebosanan kerja

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi

Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

Beli Dimsum Kini Tinggal Scan QRIS BRI Bojonegoro, Pelaku UMKM dan Pembeli Rasakan Kemudahan Transaksi Digital

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.