24 C
Jakarta
Kamis, Mei 6, 2021

KKN UGM Siapkan Desa Ngoro-oro Memasuki Sekolah Tatap Muka Melalui Video Animasi

JURNALPOST – Melandanya pandemi Covid-19 mengakibatkan siswa terpaksa untuk melanjutkan aktivitas sekolah melalui daring. Hal ini mengakibatkan banyaknya keluhan dari orang tua mengenai ketidak efektivitas kegiatan belajar mengajar dan menganggap sekolah tidak terlalu berperan dalam tumbuh kembang anak.

Mengawali tahun 2021 Mendikbud Nadiem Makarim mengumumkan rancangan untuk memulai kembali sekolah tatap muka secara nasional diawali dari Juli 2021. Hal ini dimungkinkan dengan adanya proses vaksinasi tenaga pengajar yang ditargetkan selesai di akhir Juni 2021. Perubahan ini tentu menjadi sesuatu yang drastis untuk orang tua di tengah ramainya pandemi Covid-19.

Menyiasati hal ini, salah satu anggota KKN-PPM UGM yang diterjunkan sejak 8 maret dengan tema  “Pemberdayaan Masyarakat untuk Pengembangan Ekowisata di Desa Nglanggeran dan Ngoro-oro, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul” secara daring di Kecamatan Patuk, Desa Ngoro-oro merancang program untuk membantu orang tua dalam memahami perubahan yang dialami anak/siswa selama covid dan persiapan yang bisa dilakukan untuk sekolah tatap muka di bulan yang akan datang.

Rancangan program ini diharapkan dapat membantu masyarakat desa dalam memahami dan tetap waspada terhadap ancaman covid-19 juga untuk membantu orang tua dalam memahami perubahan-perubahan yang  anak hadapi selama masa pandemi dan masa sekolah tatap muka yang akan dimulai.

“Program ini merupakan bentuk bakti mahasiswa kepada masyarakat terutama masyarakat desa yang cenderung bersifat komunal untuk tetap waspada terhadap ancaman covid-19 agar tidak lalai dalam menjaga kesehatan baik dirinya maupun keluarga dan komunitas setempat. Harapan kami dengan adanya program-program KKN-PPM UGM ini, warga desa dapat mencegah penyebaran covid-19 dan aktivitas dapat kembali seperti sediakala serta menjadi titik awal untuk warga desa dalam meningkatkan program pengembangan desa.” Ujar ketua subunit desa Gunungasem, Riza.

Program edukasi tersebut dilakukan dalam 2 bentuk sosialisasi yang dilakukan secara daring melalui aplikasi whatsapp. Sosialisasi pertama dilakukan menggunakan media poster untuk memberikan penjelasan terhadap orang tua mengenai perubahan-perubahan pada anak semasa pandemi dan hal yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk membantu anak berproses.

 

Sosialisasi kedua yang merupakan program inti dari edukasi orang tua untuk sekolah tatap muka dilakukan melalui media video animasi singkat yang berdurasi 2 menit 48 detik berjudul “5 Persiapan untuk Anak Sebelum Masuk Sekolah”. Animasi singkat ini dirancang dan disesuaikan dengan tujuan agar masyarakat terutama orang tua dapat mempersiapkan anak  untuk sekolah tatap muka menggunakan informasi yang singkat, padat, dan jelas juga menyenangkan agar pesan yang disampaikan diharapkan mudah untuk ditangkap.

Video berdurasi 2 menit 48 detik tersebut berisikan 5 hal yang dapat orang tua lakukan untuk anak, hal-hal tersebut mencangkup:

1.  Tetap menjaga protokol kesehatan covid-19. Menjadi persiapan pembuka di video sebagai pengingat kepada masyarakat bahwa pandemi masih berlangsung dan tetap waspada terhadap kesehatan anak dengan tetap menggunakan masker dan rajin mencuci tangan tanpa pengawasan orang tua.

2.  Mempersiapkan bekal dan alat tulis sendiri. Seperti halnya protokol kesehatan, persiapan kedua memiliki tujuan untuk menurunkan persebaran virus agar anak tetap sehat dan aktivitas sekolah tatap muka dapat dilanjutkan.

3.  Buatkan jadwal untuk anak. Persiapan untuk memudahkan anak masa transisi dalam menjaga jadwal tidur yang teratur, menjaga disiplin anak dan juga agar anak memahami kapan anak dapat bermain dan kapan anak harus belajar.

4.   Berdiskusi dengan anak. Masa transisi bukan masa yang mudah baik untuk orang tua maupun anak, dengan adanya komunikasi antar keluarga bisa menjadi jembatan untuk mempermudah proses transisi dan membantu anak menjadi terbuka kepada orang tua

5.  Tetap tenang dan jaga emosi. Persiapan terakhir dan tidak kalah penting sebagai orang tua adalah menjadi contoh yang baik untuk anak dan tetap tenang dalam menghadapi perubahan yang dialami anak. Menjadi contoh yang baik adalah cara yang ampuh untuk anak meniru kebiasaan orang tua agar menjadi anak yang lebih baik.

“Harapannya dengan program ini masyarakat, terutama orang tua dan anak bisa melalui masa transisi kembali ke sekolah tatap muka dengan mudah. Tentu saja masa transisi pada umumnya bukan sesuatu yang mudah untuk dilewati, akan tetapi dengan adanya program ini dan program-program lain dari KKN-PPM UGM diharapkan dapat memudahkan warga untuk transisi menuju “new normal.” – Ujar Hadi Danang, perintis program persiapan sekolah tatap muka.

Penulis : Raden Hadi Danang Wijoyo

Jurnalpost.com adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis. Berita ini dibuat dengan formulir pengiriman. Silahkan login untuk memulai menulis!

Berita terbaru

Berita Menarik Lainnya

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Masuk

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Masuk

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.