KENDAL, JurnalPost.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT Posko 170 UIN Walisongo Semarang menghadirkan program bimbingan belajar dan mengaji gratis bagi anak-anak di Desa Cepokomulyo, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal.
Program yang dijalankan melalui bidang pendidikan dan keagamaan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung peningkatan kemampuan akademik sekaligus pembinaan keagamaan anak-anak di desa.
Desa Cepokomulyo terdiri atas tiga dusun, yakni Dusun Proto, Dusun Krajan, dan Dusun Creme. Kegiatan bimbingan belajar dilaksanakan dengan menjangkau anak-anak di ketiga wilayah tersebut.
Untuk anak-anak dari Dusun Proto dan Krajan, kegiatan dipusatkan di Posko KKN MIT 170 yang berada di Dusun Krajan. Sementara itu, pelaksanaan kegiatan di Dusun Creme disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi anak-anak setempat.
Pendampingan Matematika hingga Bahasa Inggris
Dalam program bimbingan belajar, mahasiswa memberikan pendampingan untuk berbagai mata pelajaran, mulai dari Matematika, Bahasa Arab, Bahasa Inggris, hingga pelajaran lain sesuai kebutuhan masing-masing anak.
Salah satu kegiatan yang mendapat perhatian khusus adalah bimbingan Matematika dengan materi perkalian dan pembagian yang dilaksanakan setiap Jumat sore.
Program tersebut disusun berdasarkan masukan dari salah seorang guru SDN 1 Cepokomulyo. Berdasarkan pengamatan mahasiswa KKN, masih terdapat sejumlah anak yang membutuhkan pendampingan tambahan dalam meningkatkan kemampuan berhitung.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berupaya menghadirkan metode pembelajaran yang sederhana, efektif, sekaligus menyenangkan agar materi perkalian dan pembagian lebih mudah dipahami.
Tidak hanya Matematika, mahasiswa KKN MIT Posko 170 juga memberikan pembelajaran Bahasa Arab dan Bahasa Inggris untuk memperluas wawasan serta kemampuan berbahasa anak-anak.
Pembelajaran Bahasa Inggris turut dilaksanakan berdasarkan kebutuhan di sekolah karena masih terbatasnya tenaga pengajar yang mengampu mata pelajaran tersebut.
Materi tidak hanya difokuskan pada teori, tetapi juga diarahkan pada percakapan sederhana agar anak-anak mulai terbiasa menggunakan Bahasa Inggris dalam komunikasi sehari-hari.
Selain program yang telah dijadwalkan, mahasiswa juga membuka kesempatan bagi anak-anak untuk mendapatkan pendampingan mata pelajaran lain sesuai dengan kesulitan yang mereka hadapi di sekolah.
Perbaiki Bacaan Al-Qur'an dan Tajwid
Selain pendidikan akademik, pembinaan keagamaan menjadi bagian penting dalam kegiatan KKN MIT Posko 170. Mahasiswa membuka kegiatan mengaji gratis dengan memberikan pendampingan membaca Al-Qur'an berdasarkan kemampuan masing-masing anak.

Berdasarkan pengamatan selama kegiatan berlangsung, terdapat anak-anak yang masih membutuhkan pendampingan dalam makharijul huruf maupun penerapan kaidah tajwid.
Mahasiswa kemudian membantu anak-anak memperbaiki pelafalan huruf hijaiyah, panjang-pendek bacaan, hingga penerapan tajwid agar mereka dapat membaca Al-Qur'an dengan lebih baik dan benar.
Pendampingan dilakukan secara bertahap sehingga anak-anak dapat belajar sesuai kemampuan masing-masing tanpa merasa terbebani.
Dampingi Anak Menghafal Al-Qur'an
Kegiatan keagamaan juga menyasar anak-anak yang sedang menjalani proses menghafal Al-Qur'an.
Mahasiswa KKN turut mendampingi proses menghafal dengan membantu anak-anak mengulang hafalan, menyetorkan ayat yang telah dihafalkan, serta memperbaiki bacaan apabila masih ditemukan kesalahan.
Pendampingan tersebut diharapkan tidak hanya membantu meningkatkan jumlah hafalan, tetapi juga memastikan ayat-ayat yang dihafalkan dibaca dengan benar sesuai kaidah tajwid.
Melalui program belajar dan mengaji bersama, mahasiswa KKN MIT Posko 170 UIN Walisongo Semarang berupaya melebur bersama masyarakat sekaligus memberikan manfaat langsung bagi anak-anak Desa Cepokomulyo.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu langkah dalam membangun generasi muda Desa Cepokomulyo yang memiliki pengetahuan akademik, karakter yang baik, serta kecintaan terhadap Al-Qur'an.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda