Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Pendidikan
  3. Kisah Luar Biasa Zakila: Siswi Kelas V SD yang Membaca Rata-rata 50 Buku Perbulan

Kisah Luar Biasa Zakila: Siswi Kelas V SD yang Membaca Rata-rata 50 Buku Perbulan

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
14 April 2017, 19.07 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Kisah Luar Biasa Zakila: Siswi Kelas V SD yang Membaca Rata-rata 50 Buku Perbulan
Zakila, siswa kelas V SDN I Sidrap sedang menceritakan sebuah karya buku Pipiet Senja “Lukisan Kenangan”.

Sidrap, Sulawesi Selatan, - Namanya Zakila. Siswi SD terpencil yaitu SDN 1 Rappang, Sidrap. Usianya baru 11 tahun, atau menginjak kelas lima SD. Namun ia memiliki kebiasaan luar biasa; sangat suka membaca buku. Per bulan rata-rata ia habiskan 50 judul buku. Tak hanya itu, ia mampu menceritakan dengan baik buku-buku yang telah dibacanya. Berikut ini adalah kisah tentangnya

Zakila, siswa kelas V SDN I Sidrap sedang menceritakan sebuah karya buku Pipiet Senja “Lukisan Kenangan”.

IKLAN

Pada waktu baru masuk sekolah, menurut Hidayah ibu kepala sekolah yang juga mengajar kelas 1, Zakila paling cepat menguasai membaca, dan selalu ranking pertama. Namun saat menginjak kelas tiga, prestasinya sedikit menurun, walau tanda-tanda kesukaan membacanya mulai kelihatan.

Siswa sedang menceritakan hasil bacaannya di hadapan teman-temannya dalam lomba membaca tiap minggu.
Baca Juga

Cetak Banyak Siswa Membaca Puluhan Buku Per Bulan, Cara SD Terpencil ini Tumbuhkan Minat Baca Luar Biasa

Keluarga Zakila adalah keluarga besar. Orang tuanya yang hanya bekerja sebagai tukang bangunan harus menghidupi 11 anaknya. Kehidupan itulah yang membuat Zakila, anak ke 8, lebih suka tinggal sama tantenya. Namun saat kelas tiga, tantenya menikah dan Zakila tak bisa lagi tinggal bersamanya. Ia harus kembali pada keluarganya.

Diantara kehidupannya yang penuh warna karena harus tinggal dalam keluarga besar, Zakila lebih sering menghabiskan waktunya membaca buku. Bahkan sering sampai jam 12 malam.

“Ia jarang menonton televisi. Jarang juga bermain. Waktunya dihabiskan untuk membaca,” kata Hartina, ibunya, Kamis, 13 April 2017.

Zakila memang hobi membaca buku, bahkan sebelum Pemda dan USAID PRIORITAS gencar mendorong program budaya baca di Kabupaten Sidrap. Karena harus menghidupi banyak anak, ia belum pernah mendapatkan sokongan buku cerita dari orang tuanya. Untung sekolahnya memiliki cukup banyak buku cerita. Ada kurang lebih 6000 buku fiksi dan non fiksi di sekolahnya yang cukup membuatnya bisa menghabiskan waktu kesendiriannya dengan membaca.

Luar Biasa, Siswa Takalar Temukan Tape dari Sukun, Jagung dan Pisang
Baca Juga

Menarik, Siswa SMP Takalar Temukan Tape Enak dari Bahan Sukun, Ubi Jalar dan Jagung

IKLAN

Pada tahun 2015, atas inisiasi Dinas Pendidikan Sidrap, SDN 1 Rappang mulai mengenalkan program budaya baca. Sama seperti sekolah lain, sekolah ini juga berinisiatif untuk mendokumentasikan jumlah buku yang dibaca siswa per bulannya dengan buku kontrol membaca. Buku tersebut berisi kolom hari/tanggal, judul buku yang dibaca, halaman yang dibaca dan tanda tangan guru kelas. Buku ini adalah buku motivasi, karena dengan buku tersebut, anak-anak berlomba agar tercatat sebagai yang membaca paling banyak buku. Untuk memotivasi lebih jauh, sekolah juga memberikan hadiah bagi yang tercatat membaca buku terbanyak, paling baik merangkumnya dan menceritakan kembali isi buku yang telah dibaca. Lomba merangkum dan menceritakan buku biasa diadakan pada hari Sabtu selama 35 menit.

Adanya program budaya baca ini telah membuat Zakila semakin gandrung membaca. Bahkan Zakila adalah siswa pertama yang menceritakan hasil membaca bukunya pada lomba hari Sabtu itu. Walaupun Zakila cukup pemalu dan kadang agak terbata-bata, namun hanya dengan sekali membaca, dia mampu bercerita dengan runut jalinan kisah buku yang dibaca.

Ia mampu bercerita dengan detail buku cerita tentang nabi Ibrahim; dari mulai Nimrod yang bermimpi tentang bayi-bayi, sampai Ibrahim menghancurkan patung-patung.

Demikian juga saat diminta menceritakan buku “Lukisan Kenangan, “ karya Pipit Senja. Buku yang tebalnya 159 halaman itu, menurutnya, dihabiskan tiga jam saja.

Manfaat Penggunaan Buku Bacaan Berjenjang Dalam Gerakan Literasi
Baca Juga

Inilah Bukti-bukti Manfaat Penggunaan Buku Bacaan Berjenjang Dalam Gerakan Literasi

Karena rajin membaca buku, buku kontrolnya sudah penuh catatan padahal masih satu bulan saja, yaitu bulan Januari 2017. Menurut Hidayah setelah menghitung catatan buku kontrol membacanya dengan teliti, pada Bulan Januari itu, Zakila membaca 74 buku dan Maret 2017, 52 buku. Rata-rata Zakila menghabiskan sebulan 50-an buku. “Buku yang tebal-tebal saya bisa habiskan dalam waktu setengah hari atau satu hari. Tapi kebanyakan buku cerita di sekolah tipis-tipis, sehingga paling butuh satu jam sampai dua jam saja,” ujarnya sambal sedikit menunduk.

Zakila, sebagaimana Aisyah, merupakan benih – benih kecil diantara puluhan siswa-siswa di Sidrap yang sekarang ini banyak membaca buku. Mereka tidak hanya membaca, tapi memahami cerita dan mampu menceritakan kembali bacaan dengan baik.

Pemerintah Kabupaten Sidrap merupakan salah satu penerima Anugerah Literasi PRIORITAS dari Kemendikbud. Anugerah tersebut dicapai setelah Dinas Pendidikan Sidrap dengan asistensi USAID PRIORITAS dan berkolaborasi dengan stakeholder dan masyarakat menerapkan program budaya baca di kabupaten tersebut. Salah satu program budaya baca di sekolah berupa membaca 15 menit sebelum pembelajaran dan menceritakan hasil bacaan selama 35 menit setiap hari Sabtu. Sementara di luar sekolah, kabupaten Sidrap juga mencanangkan untuk membangun taman-taman baca di ruang-ruang publik.

Mustajib, Communication Specialist USAID PRIORITAS Sulsel berharap Pemerintah Sidrap menjaga trend peningkatan kesukaan membaca siswa-siswa di Sidrap. “Kesukaan membaca siswa yang sudah mulai tumbuh itu harus dijaga terus menerus. Salah satunya dengan menjamin ketersediaan banyak buku menarik di sekolah. Jangan sampai semua sudah dibaca dan tidak ada lagi buku yang lain. Pemerintah Kabupaten Sidrap bisa mendukung hal ini dengan menyediakan anggaran lebih banyak untuk pembelian buku sekolah dan segera membangun perpustakaan wilayah dengan kelengkapan buku yang memadai,” ujarnya.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/kisah-luar-biasa-zakila-siswi-kelas-v-sd-yang-membaca-rata-rata-50-buku-perbulan/4031/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 00.09 WITA

  • #Luar Biasa
  • #Siswi
  • #Zakila
  • #membaca

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

Penelitian di Cilacap Ungkap 93,94 Persen Pasien Gangguan Jiwa Patuh Minum Obat, Dukungan Keluarga Jadi Perhatian

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

Pilihan Editor

  1. 1 Ketika Karhutla Mengancam Masa Kecil: Pentingnya Edukasi Lingkungan bagi Anak Sekolah Dasar
  2. 2

    Warga Sampetan Belajar Kelola Lampu Jalan Tenaga Surya Berbasis IoT Bersama Dosen Polines

  3. 3

    Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

  4. 4

    Beli Mainan Anak di Bojonegoro Kini Bisa Bayar Pakai QRIS BRI

  5. 5

    Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.