Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Pendidikan
  3. Gerakan Keteladanan, Strategi Jitu Gerakan Literasi di Maros

Gerakan Keteladanan, Strategi Jitu Gerakan Literasi di Maros

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
07 April 2017, 15.26 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Setelah selesai membaca buku, Kepala UPTD atau kepala sekolah menceritakan isinya di hadapan peserta lainnya
Setelah selesai membaca buku, Kepala UPTD atau kepala sekolah menceritakan isinya di hadapan peserta lainnya

Maros, Sulawesi Selatan, - Salah satu hal yang menghalangi gerakan literasi adalah kurangnya keteladanan dari orang tua siswa, guru dan para warga senior lainnya kepada anak, siswa atau yang lebih muda. Sehingga yang mudapun akhirnya tidak tergerak untuk literate. Hal ini membuat prihatin ibu Irlidya, salah satu pengawas di Maros hingga akhirnya dia berusaha menggerakkan para kepala sekolah dan para guru dibawah pengawasannya untuk terbiasa membaca buku.

Setelah selesai membaca buku, Kepala UPTD atau kepala sekolah menceritakan isinya di hadapan peserta lainnya

IKLAN

“Agar pembiasaan membaca siswa di sekolah terlaksana dengan baik, hal yang penting sekali dilakukan adalah keteladanan atau memberi contoh. Pengawas harus menjadi contoh bagi kepala sekolah dan guru, kepala sekolah harus menjadi contoh bagi guru dan siswanya. Demikian juga guru pada siswanya. Sebelum kepala sekolah menganjurkan warga sekolah membaca, dia harus aktif membaca terlebih dahulu, setidaknya ikut dalam program membaca di sekolahnya. Hal ini penting untuk memastikan semua warga sekolah ikut dalam program membaca,” ujar salah satu fasilitator USAID PRIORITAS Maros ini, Jum’at, 7 April 2017.

Kemendikbud Beri Anugerah Literasi Prioritas untuk Sidrap, Maros dan Wajo
Baca Juga

Kemendikbud Beri Anugerah Literasi Prioritas untuk Sidrap, Maros dan Wajo

Untuk memulai hal tersebut, sebagai pengawas, setiap ada pertemuan kepala sekolah (K3S) di wilayah pengawasannya yaitu Maros Baru, ia selalu membawa buku dan mengulasnya di depan mereka. Selain itu, ia juga berhasil membuat kesepakatan dengan para kepala sekolah, untuk melakukan kegiatan membaca 15 menit sebelum rapat dimulai. Rapat yang biasa berlangsung sebulan sekali itu kini selalu diawali dengan membaca 15 menit dan kegiatan menceritakan kembali isi buku yang telah dibaca.

Selain itu, ia “mewajibkan” para guru dan kepala sekolah di bawah pengawasannya untuk membeli buku satu bulan minimal satu kali. Ia namakan gerakan ini “one teacher one book”. Ia tidak akan akan menandatangani berkas kepala sekolah dan guru dibawah pengawasannya sebelum mereka memperlihatkan buku yang telah mereka beli.

Kalau ada yang menyodorkan berkas untuk ditandatangani, dan kepala sekolah atau guru tersebut tidak memperlihatkan buku yang dibeli. Ibu cantik yang sudah selesai program doktoralnya ini akan menunjukkan buku-buku yang sudah ia beli sambil bercanda bertanya, “Ini bukuku! Mana bukumu!?.”

IKLAN

Karena program ini, guru-guru dan kepala sekolah sekolah di 17 sekolah di bawah pembinaannya sudah banyak yang aktif ikut ikut program yang ia canangkan tersebut. Buku-buku yang mereka beli banyak terkait dengan peningkatan kualitas pendidikan, misalnya menjadi kepala sekolah profesional, manajemen sekolah, metodologi mengajar, dan lain-lain

Mahasiswa KKN UNY
Baca Juga

Mahasiswa KKN UNY Ajak Siswa SD Negeri Srowolan Belajar Menulis Puisi dari Gambar

Hasil gerakan ketauladanan tersebut juga sudah mulai tampak, beberapa sekolah sudah membuat taman baca, kepala sekolah dan guru-guru yang dulunya tidak terbiasa membeli buku kini telah memiliki buku-buku bacaan dan terlihat juga membaca menemani siswa.

Salah satu sekolah dibawah pengawasannya yang pertama kali menerapkan program tersebut adalah SD No. 235 Inpres Tekolabbua, Maros. Karena keterbatasan ruangan dan lokasi sekolah akhirny, pak Azis kepala sekolah membuat taman baca di teras kantornya. Buku-buku dipajang di jendela kantor.

“Saya sangat bersyukur dengan pembinaan yang dilakukan oleh pengawas kami dalam menerapkan budaya baca. Perlahan tapi pasti, mulai dari memperkenalkan pentingnya membaca, bahkan pada pertemuan kepala sekolah, kami semua membaca tidak terkecuali kepala UPTD,” ungkap Pak Azis dalam sebuah pertemuan kepala sekolah yang dilaksanakan di SD No 84 Pammentengan baru baru ini.

“Kegiatan membeli buku dan membaca ini sangat memberi manfaat bagi kami dalam menyusun karya tulis bagi guru yang akan naik pangkat”, tambah Pak Gusti, ketua K3S Kecamatan Maros Baru.

Penjara
Baca Juga

Public Speaking dan Literasi Keuangan: Pelajaran dari Vonis 10 Tahun Indra Kenz

Selain di pertemuan kepala sekolah, kegiatan membaca 15 menit juga aktif juga dilakukan sebelum pertemuan para guru yang dilakukan dua kali dalam satu bulan. “Gerakan literasi akan berhasil kalau warga senior di suatu daerah menunjukkan tauladan sering membaca. Generasi muda akan cepat mengikuti. Kita berharap pemerintah mengalokasikan dana cukup besar untuk memotivasi warga agar mau membaca,” ujar Ibu tiga anak ini.

Indonesia merupakan salah satu negara yang literasinya sangat rendah. Data tahun 2015 dari Most Literated Nation in The World menempatkan Indonesia di peringkat 60 dari 61 negara. “Negara ini sudah darurat literasi dan akibatnya berbahaya bagi bangsa Indonesia; menyebarnya hoax yang bisa memecah belah bangsa, sumber daya manusia yang rendah dan lain-lain. Langkah-langkah seperti yang dilakukan bu Irlidya patut ditiru dan dilakukan di seluruh Indonesia,” ujar Mustajib, Communication Specialist USAID PRIORITAS

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/gerakan-keteladanan-strategi-jitu-gerakan-literasi-di-maros/3972/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 16.58 WITA

  • #Gerakan Keteladanan
  • #Literasi
  • #Strategi
  • #maros
  • #membaca buku

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

Saat Pasar Sepi Pembeli, Pasar.id BRI Bojonegoro Jadi Peluang Pedagang Menjangkau Pelanggan Baru

Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

Jangan Asal Sebar Angket! Pentingnya Uji Validitas dan Reliabilitas untuk Menjamin Kualitas Instrumen Penelitian

Pilihan Editor

  1. 1 Flu Sedang Naik: Kapan Cukup Istirahat di Rumah, Kapan Harus ke Dokter?
  2. 2

    Warga Sampetan Belajar Kelola Lampu Jalan Tenaga Surya Berbasis IoT Bersama Dosen Polines

  3. 3

    Peran Pesantren dalam Melestarikan Lingkungan melalui Pembiasaan Memilah Sampah

  4. 4

    Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

  5. 5

    Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.