Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Pendidikan
  3. Kisah Inspiratif Kepala Madrasah Tukangi Sendiri Pembangunan Pojok Baca Madrasahnya

Kisah Inspiratif Kepala Madrasah Tukangi Sendiri Pembangunan Pojok Baca Madrasahnya

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
30 Desember 2018, 16.22 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Pondok Baca

Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. MIN 1 Kutai Kartanegara mulai bersolek dan tampak lebih nyaman dengan adanya dua tempat yang mungil untuk dijadikan tempat duduk-duduk membaca. Tempat tersebut berbentuk balai dan tempat duduk berpayung yang dibuat dari bambu sederhana, tripleks dan kayu-kayuan. Tertera di salah satu bangunan itu tulisan “Pondok Baca”

Bangunan ini adalah buah karya kepala madrasah, Pak Safriansah (52 tahun), agar anak-anak tertarik membaca. Menyediakan tempat membaca yang mudah dijangkau dan menarik adalah salah satu strategi madrasah tersebut untuk meningkatkan minat baca siswa.

IKLAN

Walaupun sudah berkiprah di madrasah ini selama hampir sepuluh tahun, semangatnya untuk membangun madrasah tetap menyala-nyala. “Saya menukangi sendiri pendirian bangunan ini agar madrasah semakin berkembang dalam segi pembelajaran dan budaya baca,” ujarnya bersemangat. Ide membangun tersebut berasal dari salah satu guru di sekolah tersebut yaitu Pak Azhar, salah satu Fasilitator Daerah Program PINTAR Tanoto Foundation.

Mendidik Siswa Agar Berpikir Ilmiah
Baca Juga

Begini Cara Guru ini Mendidik Siswa Agar Berpikir Ilmiah Semenjak Dini

“Kalau mau membangun budaya baca, saya setuju, memang harus ada sarana yang mendukung, yang menarik dan menjadi ikon supaya anak-anak tergerak untuk membaca,”ujarnya.

Ia kemudian membuat desain bangunan taman baca tersebut. Setiap selesai jam sekolah, ia pulang kembali ke rumahnya, sholat, makan dan berganti baju seperti buruh kasar, pakai kaos atau baju lain yang tidak lagi memperlihatkan dia sebagai kepala madrasah. Dibantu oleh sekuriti dan cleaning service, ia memotong-motong bambu, menggergaji tripleks dan lain-lain, mewujudkan desain bangunan yang telah ia buat dari jam 2 sampai jam 5.30 sore.

Selama membangun, ia tidak kekurangan bahan-bahan dan juga makanan dan minuman. Para guru ikut menyumbang secara sukarela tambahan biaya yang digunakan untuk membeli cat, paku, makanan dan minuman selama bekerja. Kepala sekolah sendiri juga sukarela mengeluarkan sebagian uangnya untuk pembelian bahan-bahan.

“Agar bangunan ini menarik anak-anak, maka catnya harus berwarna-warni dan tempatnya musti dingin,” ujarnya menerangkan desainnya. Untuk menghasilkan cat yang berwarna-warni, kepala madrasah membeli tiga warna cat yaitu merah, kuning dan hijau dan kemudian sebagian dioplos untuk menghasilkan warna baru.

Jadikan Siswa lebih Inovatif, 194 Pendidik Sekolah Dasar Kukar Mengajar dengan Pendekatan Baru
Baca Juga

Jadikan Siswa lebih Inovatif, 194 Pendidik Sekolah Dasar Kukar Mengajar dengan Pendekatan Baru

IKLAN

Setelah dikerjakan kurang lebih empat hari, dua bangunan pondok baca pun akhirnya berdiri. Satunya berbentuk seperti balai-balai lesehan dan satunya berbentuk payung dengan beberapa tempat duduk. Yang seperti balai-balai cukup untuk menampung 20 anak.

Ternyata respon siswa memanfaatkan tempat tersebut baik untuk belajar maupun membaca sangat luar biasa. “Sangat menggembirakan bagi saya. Ternyata anak-anak tiap saat berebutan memanfaatkan tempat tersebut untuk membaca. Para guru juga sering duduk disitu menemani anak-anak membaca,” ujar pria beranak tiga ini sangat gembira menikmati hasil kerjanya.

Melihat respon itu, ke depan, kepala madrasah akan menukangi tiga lagi model bangunan sejenis, supaya anak-anak tidak berebutan. “Saya akan membangun tiga taman baca lagi,” tekadnya.

Selain diluar kelas, kepala madrasah juga telah memerintahkan para guru membuat pojok baca di masing-masing kelas yang diampu. Setiap kelas, oleh karenanya, sekarang ini sudah memiliki pojok baca masing-masing. Orang tua siswa juga telah diminta untuk membantu dalam pengadaan buku-buku bacaan.

1000168127
Baca Juga

Pengawasan Harga TBS Diperketat, Petani Swadaya Masih di Bayang-Bayang Tengkulak

“Untuk pengadaan buku lebih lanjut, nanti saya juga minta siswa yang akan lulus menyumbangkan buku pada sekolah. Kalau ada 52 anak didik, setidaknya kita bisa dapatkan buku tambahan sejumlah itu,” ujar kepala kepala Madrasah yang madrasahnya merupakan salah satu mitra Program PINTAR Tanoto Foundation.

Pak Safri merupakan contoh kepala sekolah yang sadar akan pentingnya membangun literasi bagi anak didiknya. Ia mencontohkan pada guru-guru di sekolahnya dengan langsung berbuat, sehingga guru-guru tergerak untuk melaksanakan program membaca di kelasnya sendiri-sendiri.

Indonesia saat ini merupakan negara yang tangkat literasinya sangat rendah. Berdasarkan penelitian dari Central Connecticut University tahun 2016 yang lalu, Indonesia berada di urutan ke 60 dari 61 negara yang diteliti. “Semangat yang pak Sapri lakukan, mesti menular ke banyak orang. Rendahnya minat baca di Indonesia adalah masalah yang serius karena menghilangkan potensi pendapatan ekonomi triliunan rupiah. Jika masyarakat Indonesia literate, pendapatan ekonomi pun akan cenderung meningkat dengan pesat,” ujar Mustajib, Communication Specialist Tanoto Foundation Kaltim.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/kisah-inspiratif-kepala-madrasah-tukangi-sendiri-pembangunan-pojok-baca-madrasahnya/8652/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 18.57 WITA

  • #Kalimantan Timur
  • #Kutai Kartanegara
  • #Pojok Baca Madrasah

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Sudah 15 Tahun Jadi Nasabah BRI, Keluarga Leni Setia di Bojonegoro Miliki 10 Rekening untuk Berbagai Kebutuhan

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

Pilihan Editor

  1. 1 Rp144,82 Miliar Raib dalam Hitungan Jam: Ada Apa di Balik Pembobolan Bank Jambi?
  2. 2

    Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

  3. 3

    HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

  4. 4

    PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online

  5. 5

    Resmi Dilantik, BPC GMKI Singaraja Periode 2026–2027 Fokus Kuatkan Kaderisasi dan Kolaborasi

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.