Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

  2. Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

  3. Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

  4. PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online

  5. Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Ketua LMND Banten Kecam Dugaan Mahasiswa Bayaran saat Momentum Sumpah Pemuda, Ingatkan Marwah Gerakan Jangan Diperdagangkan

Ketua LMND Banten Kecam Dugaan Mahasiswa Bayaran saat Momentum Sumpah Pemuda, Ingatkan Marwah Gerakan Jangan Diperdagangkan

Foto profil Galih Prasetyo
Penulis: Galih Prasetyo
30 Oktober 2026, 15.09 WITA Editor: Rina Maharani
5 menit baca
BEM Universitas Indraprasta

TANGERANG, JURNALPOST – Dugaan keterlibatan mahasiswa bayaran dalam kegiatan yang berlangsung pada momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda menuai kritik dari kalangan aktivis mahasiswa. Praktik tersebut dinilai berpotensi mencederai nilai perjuangan pemuda sekaligus merusak independensi gerakan mahasiswa apabila terbukti benar.

Ketua Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Banten, Ripan Ardiana, menyampaikan keprihatinan sekaligus kecamannya terhadap dugaan mobilisasi mahasiswa dengan imbalan materi tersebut.

IKLAN

Pernyataan itu disampaikan Ripan menyusul adanya klarifikasi yang disebut telah dikeluarkan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) terkait persoalan tersebut.

98 Tahun Sumpah Pemuda dan Potret Bela Negara Para Pemuda
Baca Juga

98 Tahun Sumpah Pemuda dan Potret Bela Negara Para Pemuda

Menurut Ripan, momentum Sumpah Pemuda semestinya menjadi ruang refleksi bagi generasi muda untuk memperkuat persatuan, kesadaran kebangsaan, dan tanggung jawab sosial, bukan justru dimanfaatkan untuk kepentingan kelompok tertentu.

"Ini memalukan! Sumpah Pemuda bukan panggung untuk mempertontonkan transaksi kepentingan. Sumpah Pemuda lahir dari kesadaran, keberanian, dan persatuan kaum muda untuk memperjuangkan masa depan bangsa. Lantas, bagaimana mungkin momentum bersejarah tersebut justru dicederai oleh praktik yang diduga menjadikan mahasiswa sebagai alat mobilisasi?" tegas Ripan.

Independensi Gerakan Mahasiswa Dipertanyakan

Ripan menilai mahasiswa memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk menjaga independensi dalam menyampaikan aspirasi masyarakat. Karena itu, dugaan keterlibatan mahasiswa dalam mobilisasi berbayar perlu ditelusuri secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi yang semakin luas.

Demo BEM Universitas Indraprasta

Ia mengingatkan bahwa sejarah gerakan mahasiswa di Indonesia tidak dapat dipisahkan dari perjuangan demokrasi, keadilan sosial, dan perubahan politik. Kepercayaan masyarakat terhadap gerakan tersebut, menurutnya, harus dijaga melalui sikap kritis dan integritas para aktivis.

Luncurkan Forum Wakaf Mahasiswa Indonesia, Upaya BWI Menggaet Kaum Millenial Kampus
Baca Juga

Luncurkan Forum Wakaf Mahasiswa Indonesia, Upaya BWI Menggaet Kaum Millenial Kampus

"Siapa pun yang terlibat harus bertanggung jawab atas kejadian ini! Jangan sampai mahasiswa hanya dijadikan alat untuk memenuhi kepentingan kelompok, kepentingan politik, atau kepentingan segelintir orang. Mahasiswa bukan komoditas yang bisa dibeli, bukan massa yang bisa disewa, dan bukan alat legitimasi untuk membangun citra pihak tertentu," ujarnya.

Ripan juga menyoroti persoalan idealisme mahasiswa yang selama ini menjadi landasan dalam berbagai aktivitas organisasi, diskusi akademik, hingga aksi demonstrasi.

Menurutnya, gerakan mahasiswa akan kehilangan legitimasi moral apabila keterlibatan anggotanya dalam suatu kegiatan lebih didasarkan pada imbalan materi dibandingkan kesadaran terhadap isu yang diperjuangkan.

"Marwah mahasiswa sedang dipermalukan! Kita sering berbicara tentang perubahan, demokrasi, keadilan, dan keberpihakan kepada rakyat. Namun, bagaimana rakyat bisa percaya kepada gerakan mahasiswa apabila integritas gerakannya sendiri dipertanyakan?" katanya.

Menjelang Hari Sumpah Pemuda, Tiga Aktivis Pemuda Sidrap Gagas Forum Alumni Cipayung Sidrap
Baca Juga

Menjelang Hari Sumpah Pemuda, Tiga Aktivis Pemuda Sidrap Gagas Forum Alumni Cipayung Sidrap

Meski demikian, dugaan praktik mobilisasi berbayar tersebut masih memerlukan penjelasan dan pembuktian lebih lanjut. Pernyataan Ripan merupakan sikap dan penilaian LMND Banten, bukan kesimpulan bahwa pihak tertentu telah terbukti melakukan pelanggaran.

LMND Banten Desak Klarifikasi Terbuka

Terkait persoalan tersebut, LMND Banten meminta seluruh pihak yang mengetahui atau terlibat dalam kegiatan dimaksud memberikan penjelasan secara terbuka.

IKLAN

Ripan menilai klarifikasi dari BEM Unindra perlu ditindaklanjuti dengan pengungkapan fakta agar duduk perkara dapat diketahui secara jelas oleh publik.

Ia juga meminta agar pihak yang diduga menginisiasi maupun mengorganisasi mobilisasi mahasiswa memberikan penjelasan apabila ditemukan indikasi adanya pemberian imbalan untuk kepentingan tertentu.

Dalam pernyataannya, LMND Banten menyampaikan empat sikap utama:

  1. Meminta seluruh pihak terkait memberikan klarifikasi secara terbuka dan bertanggung jawab.

  2. Mendesak pengusutan transparan terhadap dugaan praktik mobilisasi mahasiswa berbayar.

  3. Menolak segala bentuk komersialisasi gerakan mahasiswa untuk kepentingan kelompok maupun politik tertentu.

  4. Mengajak seluruh elemen mahasiswa mempertahankan independensi, integritas, dan kehormatan gerakan mahasiswa.

Ripan menegaskan bahwa upaya mengungkap persoalan ini tidak semestinya diarahkan untuk menyudutkan mahasiswa secara keseluruhan, melainkan menjadi pengingat agar organisasi kemahasiswaan tidak mudah dimanfaatkan oleh kepentingan di luar agenda perjuangannya.

Ingatkan Mahasiswa Tidak Menukar Idealisme dengan Materi

Lebih jauh, Ripan mengajak mahasiswa menjadikan peringatan Sumpah Pemuda sebagai momentum memperkuat kembali kesadaran kolektif dan tanggung jawab terhadap masyarakat.

Ia menilai kekuatan sebuah gerakan tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah peserta yang hadir dalam kegiatan atau aksi massa. Kesadaran, keberanian, serta pemahaman terhadap tujuan perjuangan justru menjadi ukuran yang lebih penting.

"Lebih baik berdiri dengan jumlah massa yang sedikit tetapi memiliki kesadaran dan keberanian, daripada memenuhi lapangan dengan ribuan orang yang tidak memahami apa yang sedang diperjuangkan. Sebab, kekuatan gerakan mahasiswa bukan diukur dari berapa banyak orang yang bisa dikumpulkan, melainkan dari seberapa kuat idealisme dan keberpihakan mereka terhadap rakyat," ungkapnya.

Ripan berharap persoalan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi seluruh organisasi mahasiswa dalam menjaga independensi dan kepercayaan publik.

"Jangan jual idealisme hanya untuk kepentingan sesaat. Sumpah Pemuda adalah warisan perjuangan, bukan panggung transaksi. Marwah mahasiswa harus dijaga, bukan diperdagangkan!" pungkasnya.

ENGLISH VERSION Artikel tersedia dalam Bahasa Inggris
Read in English →

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/ketua-lmnd-banten-kecam-dugaan-mahasiswa-bayaran-sumpah-pemuda/98426/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 13.59 WITA

  • #BEM Unindra
  • #Gerakan Mahasiswa
  • #LMND Banten
  • #Ripan Ardiana
  • #Sumpah Pemuda
  • #idealisme mahasiswa
  • #independensi mahasiswa
  • #mahasiswa bayaran

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi

Putusan MA 19 P/HUM/2026, Sekjen MDP-WATCH Desak Menkes Evaluasi dan Rombak Keanggotaan MDP

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Sudah 15 Tahun Jadi Nasabah BRI, Keluarga Leni Setia di Bojonegoro Miliki 10 Rekening untuk Berbagai Kebutuhan

Mengenal Potensi Desa Menang dalam Mendukung Program Kabupaten/Kota Sehat di Jawa Timur

Saat Pasar Sepi Pembeli, Pasar.id BRI Bojonegoro Jadi Peluang Pedagang Menjangkau Pelanggan Baru

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

Pilihan Editor

  1. 1 Benturan Kertas dan Layar: Saat Protokol Notaris Terjebak di Pusaran Legal Deadlock Digital
  2. 2

    Teknologi Sudah Tersedia, UPN Veteran Jatim Dorong Penguatan Literasi dan Keterbukaan Informasi Publik di Bondowoso

  3. 3

    Putusan MA 19 P/HUM/2026: Saatnya Membenahi KKI, MDP, dan Independensi Kolegium

  4. 4

    Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

  5. 5

    Dari Laboratorium ke Genggaman: Menelusuri Evolusi dan Cara Kerja Water Quality Field Test Kit

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.