Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Artikel
  3. Ketika Orang Tua Mulai Menuntut Kejelasan Sumber Susu

Ketika Orang Tua Mulai Menuntut Kejelasan Sumber Susu

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
12 Agustus 2026, 00.26 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Sumber Susu
JurnalPost.com - Pilihan susu pertumbuhan tidak lagi hanya ditentukan oleh rasa, harga, atau klaim gizi pada bagian depan kemasan. Sejumlah orang tua kini ingin mengetahui asal bahan utama, proses produksi, serta sejauh mana perjalanan produk dapat ditelusuri. Perubahan tersebut terjadi seiring meningkatnya akses terhadap informasi pangan. Konsumen dapat membandingkan komposisi, memeriksa izin edar, mencari profil produsen, dan membaca berbagai sumber sebelum membeli. Hasil FGD AceKid terhadap 1300 ibu menunjukkan bahwa 87 persen responden menganggap sumber susu penting. Namun, informasi nilai gizi masih menjadi indikator pembelian utama bagi 56 persen responden. Komposisi diperhatikan oleh 33 persen, sedangkan 11 persen mempertimbangkan rekomendasi dokter. Temuan itu memperlihatkan bahwa keinginan memperoleh transparansi belum sepenuhnya diikuti kebiasaan membaca label. Banyak orang tua menganggap sumber susu penting, tetapi keputusan pembelian masih sering dimulai dari klaim nutrisi. Sumber susu menjadi perhatian Sumber bahan baku merupakan titik awal rantai produksi. Kondisi peternakan, kualitas pakan dan air, kesehatan sapi, penyimpanan, serta penanganan setelah pemerahan dapat memengaruhi mutu susu sebelum memasuki pabrik. Mengetahui negara atau wilayah asal saja belum cukup. Konsumen juga perlu mencari tahu apakah produsen mempunyai sistem untuk mencatat pergerakan bahan dari peternakan, pengolahan, pengemasan, hingga distribusi. Konsep ini dikenal sebagai ketertelusuran pangan. ISO 22005 memberikan prinsip dan persyaratan dasar dalam merancang serta menerapkan sistem ketertelusuran pada rantai pangan. Sistem tersebut membantu produsen mencatat aliran bahan dan mengidentifikasi sumber masalah apabila ditemukan ketidaksesuaian. Ketertelusuran juga dapat mendukung proses penarikan produk secara lebih terarah jika diperlukan. Bagi konsumen, sumber yang dapat ditelusuri bukan jaminan bahwa suatu susu pasti menjadi pilihan paling tepat. Namun, informasi tersebut memberikan dasar yang lebih jelas untuk menilai pengawasan bahan baku. Mulai dari Cek Komposisi Tuntutan terhadap transparansi dapat dimulai melalui kebiasaan Cek Komposisi. Dalam ketentuan label pangan olahan, daftar bahan disusun secara berurutan mulai dari bahan yang digunakan paling banyak. Karena itu, tiga sampai lima bahan pertama dapat memberikan gambaran mengenai komponen utama produk. Orang tua bisa melihat apakah bahan awalnya berupa susu segar, susu bubuk, komponen susu lainnya, atau sumber karbohidrat tertentu. Produk susu pertumbuhan dapat menggunakan susu segar maupun bahan susu yang telah dikeringkan. Perbedaannya terletak pada bentuk awal bahan dan rangkaian pengolahan, bukan sekadar istilah pada kemasan. Selain bahan utama, Mom dapat memeriksa:
  • Sumber protein dan karbohidrat
  • Kandungan sukrosa atau sirup jagung
  • Keberadaan maltodekstrin
  • Perisa yang digunakan
  • Informasi alergen
  • Kesesuaian tahap dengan usia anak
  • Izin edar dan status halal
  • Takaran serta aturan penyajian
Maltodekstrin merupakan karbohidrat hasil pemecahan pati. Keberadaannya tidak otomatis membuat sebuah produk berbahaya. Sebaliknya, produk tanpa maltodekstrin juga tidak selalu menjadi susu cocok bagi semua anak. Daftar komposisi perlu dibaca bersama Informasi Nilai Gizi. Tabel gizi menunjukkan kandungan nutrisi per sajian, sedangkan daftar bahan menjelaskan komponen yang digunakan untuk menghasilkan produk tersebut. Proses setelah pemerahan Kejelasan sumber susu perlu diikuti transparansi proses. Sebagai bahan pangan, susu memerlukan pengendalian kebersihan, suhu, waktu, dan penyimpanan sejak pemerahan. Pembahasan mengenai keamanan pangan juga menekankan pentingnya analisis mikroba, pengawasan bahan baku, serta proses pengolahan dalam menjaga keamanan susu. Dalam produksi susu pertumbuhan, bahan dapat melewati tahap pemanasan, pengeringan, pencampuran nutrisi, pengemasan, dan distribusi. Informasi proses membantu konsumen memahami perjalanan bahan sebelum menjadi produk akhir. Salah satu pendekatan yang digunakan dalam industri ialah one-step fresh. Sistem ini mengolah susu segar secara langsung menjadi produk bubuk melalui rangkaian yang lebih ringkas. Kelarutan turut menjadi bagian dari pengalaman penyajian. Teknologi flash dissolution, misalnya, dirancang untuk membantu bubuk lebih cepat dan mudah larut tanpa meninggalkan gumpalan. Namun, teknologi kelarutan bukan bukti bahwa suatu produk dapat mencegah sembelit atau gangguan pencernaan. Istilah seperti penyerapan lebih baik dan pencernaan nyaman juga tidak dapat dimaknai sebagai hasil yang pasti dialami semua anak. Transparansi AceKid AceKid Activegro Stage 3 merupakan susu pertumbuhan untuk anak usia 1 sampai 3 tahun yang menggunakan natural whole milk atau susu segar sebagai bahan utama. Produk hasil kolaborasi FEIHE International dan MAKUKU Indonesia itu diklaim sebagai susu pertumbuhan pertama di Indonesia terbuat dari susu segar. Bahan bakunya berasal dari kawasan sekitar 47 derajat lintang utara yang disebut golden milk source. AceKid menggunakan pendekatan natural and fresh dari peternakan hingga proses produksi. Melalui konsep traceable milk source, informasi sumber susunya dapat ditelusuri dengan memindai kode QR pada kemasan. Pendiri dan CEO FEIHE International, Leng Youbin, mengatakan transparansi perlu menjadi bagian dari pilihan nutrisi keluarga. “Melalui AceKid, kami ingin menghadirkan pilihan nutrisi anak yang tidak hanya mengedepankan kualitas produk, tetapi juga transparansi komposisi, sumber bahan baku, dan edukasi yang bertanggung jawab bagi keluarga Indonesia,” ujar Leng. Susu segar AceKid diproses menggunakan one-step fresh dalam rangkaian langsung menjadi produk bubuk sekitar dua jam. Dari sisi formulasi, AceKid diposisikan sebagai susu tanpa maltodekstrin dan susu tanpa perisa sintetik. Produk tersebut juga tidak menggunakan tambahan sukrosa maupun sirup jagung. AceKid turut menggunakan teknologi flash dissolution untuk membantu bubuk lebih mudah larut. Karakteristik tersebut tetap tidak menggantikan kebutuhan orang tua untuk memeriksa komposisi lengkap, informasi alergen, tahap usia, dan aturan penyajian. Respons anak terhadap susu dapat dipengaruhi oleh usia, pola makan, alergi, kondisi pencernaan, formulasi produk, dan ketepatan penyajian. Jika muncul keluhan berulang, orang tua perlu berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan. Pada akhirnya, kejelasan sumber susu merupakan bagian dari hak konsumen memperoleh informasi. Namun, keputusan memilih produk tetap perlu mempertimbangkan legalitas, keamanan proses, komposisi, kebutuhan anak, dan perannya sebagai pelengkap makanan beragam. Ketika orang tua mulai menuntut transparansi, produsen tidak cukup hanya menampilkan klaim nutrisi. Mereka juga perlu menjelaskan dari mana bahan berasal, bagaimana bahan diproses, serta bagaimana mutunya dikendalikan sebelum sampai ke gelas anak.  

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/ketika-orang-tua-mulai-menuntut-kejelasan-sumber-susu/96905/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 19.15 WITA

  • #Backlink

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

Ketika Karhutla Mengancam Masa Kecil: Pentingnya Edukasi Lingkungan bagi Anak Sekolah Dasar

Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

Pilihan Editor

  1. 1 Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa
  2. 2

    Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

  3. 3

    UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

  4. 4

    Inovasi Kemasan Aktif dan Cerdas Berbasis Biopolimer Umbi-Umbian untuk Memperpanjang Umur Simpan dan Mengurangi Kerugian Pangan Pascapanen

  5. 5

    Sudah 15 Tahun Jadi Nasabah BRI, Keluarga Leni Setia di Bojonegoro Miliki 10 Rekening untuk Berbagai Kebutuhan

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.