Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

  2. Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

  3. Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

  4. Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

  5. HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Ketika Militer Hadir di Kampus: Antara Disiplin dan Kebebasan Akademik

Ketika Militer Hadir di Kampus: Antara Disiplin dan Kebebasan Akademik

:
Penulis: : Nuruliza Ferdina - Universitas Andalas.
10 Oktober 2026, 22.29 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Nuruliza Ferdina
Nuruliza Ferdina, Universitas Andalas. (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

PADANG, JurnalPost.com - Kampus menjadi ruang untuk menukar gagasan, berdiskusi, dan mengambangkan pimikiran kritis. Selain memperoleh pengetahuan, mahasiswa yang datang juga belajar mempertanyakan setiap gagasan, mengevaluasi aturan dan kebijakan, serta menyampaikan pendapat dengan penuh tanggung jawab. Karena itu, ketika militer hadir di lingkungan kampus dapat memicu penolakan dari mahasiswa. Peristiwa ini memunculkan pertanyaan mengenai batas antara membangun kedisiplinan dan menormalisasi kepatuhan terhadap otoritas.

Perdebatan ini terlihat dalam peristiwa Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026 di UIN Alauddin Makassar. Pada 1 September 2026, sejumlah mahasiswa baru membentangkan tulisan “Tolak Militer Masuk Kampus” ketika Pangdam XIV/Hasanuddin hadir sebagai salah satu pemateri. Aksi ini diikuti dengan pemanggilan mahasiswa dan berkembang menjadi perdebatan mengenai keterlibatan militer dalam lingkungan kampus. Artikel berita juga menyebut munculnya isu ancaman sanksi hingga drop out (DO), tetapi ancaman ini belum terkonfirmasi sebagai keputusan resmi kampus (Syamsir Anchi, 2026).

IKLAN

Kasus serupa sebelumnya juga terjadi di UIN Walisongo Semarang pada April 2025. Ketika mahasiswa mengadakan diskusi bertema Fasisme Mengancam Kampus: Bayang-Bayang Militer bagi Kebebasan Akademik, seorang anggota TNI mendatangi lokasi kegiatan. Pihak TNI menjelaskan bahwa kedatangan tersebut merupakan bagian dari pemantauan wilayah. Sementara itu, pihak kampus menyampaikan bahwa mahasiswa tetap perlu bersikap kritis dan diperbolehkan menyelenggarakan diskusi (Ul Haq, 2025). Dari kedua kasus tersebut, terlihat adanya perdebatan mengenai kehadiran aparat di kampus serta bagaimana kebebasan mahasiswa dalam menyampaikan pandangan seharusnya dilindungi.

Mahasiswa melakukan transaksi mandiri menggunakan QRIS dan kotak pembayaran tunai di Kantin Kejujuran kampus.
Baca Juga

Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

Fenomena ini dapat kita analisis menggunakan teori kekuasaan disipliner dari Michel Foucault. Dalam bukunya yang berjudul Discipline and Punish, Foucault (1995) menjelaskan bahwa kekuasaan tidak selalu bekerja melalui hukuman atau paksaan, melainkan juga melalui pengawasan, aturan, dan pembentukan perilaku yang dianggap normal. Dalam pendidikan memang diperlukan kedisiplinan untuk menciptakan lingkungan belajar yang tertib. Namun, kedisiplinan ini dapat menjadi persoalan ketika mahasiswa didorong untuk mengikuti pihak otoritas tanpa diberi ruang untuk mempertanyakan atau untuk menyampaikan ketidaksetujuan.

Gambar2
Ilustrasi suasana kampus sebagai ruang kebebasan akademik, tempat mahasiswa mengembangkan pemikiran kritis, menyampaikan pendapat, dan berdiskusi secara terbuka. (Sumber: Unsplash).
IKLAN

Kehadiran anggota militer dalam kegiatan akademik tidak otomatis menunjukkan militerisme. Akan tetapi jika suatu lingkungan pendidikan membuat mahasiswa merasa bahwa menyampaikan kritik terhadap otoritas berisiko mendatangkan konsekuensi, kondisi ini perlu kita evaluasi. Mahasiswa seharusnya dapat menyampaikan gagasan dan pendapat secara bertanggung jawab tanpa kehilangan kesempatan untuk belajar dan berpartisipasi di lingkungan akademik.

Perspektif ini dapat diperdalam melalui pemikiran Paulo Freire. Freire (2000) menjelaskan mengenai pentingnya pendidikan yang mendorong dialog dan kesadaran kritis. Pendidikan yang baik memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk bertanya, berdiskusi, dan menguji suatu gagasan. Dari perspektif Freire, aksi mahasiswa UIN Alauddin dapat dipahami sebagai bentuk penyampaian pandangan mengenai lingkungan akademik yang mereka inginkan.

Penting untuk tidak menyamakan seluruh bentuk disiplin dengan militerisme. Kampus membutuhkan aturan, mahasiswa membutuhkan tanggung jawab, dan kegiatan akademik memerlukan tata kelola yang baik. Yang seharusnya kita kritisi adalah ketika pola hierarki dan kepatuhan dianggap lebih penting daripada dialog atau ketika perbedaan pendapat justru dipandang sebagai gangguan yang harus segera dikendalikan. Disiplin yang mendukung pendidikan seharusnya tidak membuat mahasiswa takut untuk menyampaikan pendapat.

Focused Café Co Working Moment
Baca Juga

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya Soroti Tantangan Belajar di Era Digital: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kita?

Pendidikan tidak cukup hanya menghasilkan mahasiswa yang tertib dan patuh. Kampus juga perlu membentuk individu yang berani berpikir kritis, mampu berdialog, dan bertanggung jawab terhadap pendapatnya. Kehadiran pihak militer di kampus seharusnya tidak menghilangkan prinsip tersebut. Jika disiplin menjadi alasan untuk mempersempit ruang kritik, pendidikan berisiko kehilangan salah satu fungsi terpentingnya yaitu membentuk individu yang tidak hanya mampu mengikuti aturan dan kebijakan, tetapi juga memahami, menilai, dan mempertanggungjawabkan aturan tersebut.

Referensi
Anchi, S. (2026, September 2). Duduk perkara maba UIN Alauddin tolak militer masuk kampus saat PBAK, berujung isu ancaman DO. Metro Selebes.
Foucault, M. (1995). Discipline and punish: The birth of the prison. Vintage Books.
Freire, P. (2000). Pedagogy of the oppressed: 30th Anniversary Edition. Bloomsbury Academic.
Ul Haq, A. Z. (2025, April 16). Mahasiswa UIN Semarang kaget didatangi TNI saat diskusi, Kodam beri penjelasan. detikNews.

ENGLISH VERSION Artikel tersedia dalam Bahasa Inggris
Read in English →

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/ketika-militer-hadir-di-kampus-antara-disiplin-dan-kebebasan-akademik/98104/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 19.14 WITA

  • #Disiplin
  • #Mahasiswa
  • #Michel Foucault
  • #kebebasan akademik
  • #militer di kampus
  • #paulo freire
  • #pendidikan
  • #uin alauddin makassar

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

Pilihan Editor

  1. 1 Warga Sampetan Belajar Kelola Lampu Jalan Tenaga Surya Berbasis IoT Bersama Dosen Polines
  2. 2

    Benturan Kertas dan Layar: Saat Protokol Notaris Terjebak di Pusaran Legal Deadlock Digital

  3. 3

    Teknologi Sudah Tersedia, UPN Veteran Jatim Dorong Penguatan Literasi dan Keterbukaan Informasi Publik di Bondowoso

  4. 4

    Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

  5. 5

    UMKM Bojonegoro Manfaatkan BRImo dan QRIS BRI untuk Permudah Transaksi, Berhasil Kumpulkan Tabungan Puluhan Juta

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.