Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Pendidikan
  3. Ketika Kucing, Merpati dan Ikan pun Masuk Kelas

Ketika Kucing, Merpati dan Ikan pun Masuk Kelas

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
08 Januari 2019, 23.37 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Ketika Kucing, Merpati dan Ikan pun Masuk Kelas
Para siswa kelas IV MIN Balikpapan mengamati ikan dan bertukar ide gagasan tentang bagian-bagian tubuh dan fungsinya

Pembelajaran dengan menggunakan pendekatan MIKIR atau Mengalami, Interaksi, Komunikasi dan Refleksi telah dikenalkan oleh program PINTAR Tanoto Foundation. Program yang bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kemenag ini mencoba memasukkan unsur-unsur soft skill yang amat penting dimiliki murid agar bisa menghadapi era industry 4.0 yaitu kemampuan berpikir kritis, berkreasi, berkomunikasi, berkolaborasi dan tampil percaya diri. Nah bagaimanakah pelaksanaannya di kelas? Akan tergambar sedikit dalam pembelajaran yang dilakukan ibu Wiwik Kustinaningsih, Guru kelas IV MIN 1 Balikpapan.

Balikpapan, Kalimantan Timur Jurnalpost - Biasanya kalau mengajar tentang hewan dan fungsi-fungsi tubuhnya, ibu Wiwik Kustinaningsih cuma pakai buku paket, atau media-media gambar saja.

IKLAN

Namun setelah ikut pelatihan di Tanoto Foundation, ia memiliki ide yang baru. Ia ingin pembelajarannya untuk kelas 1V yang diasuhnya jadi benar-benar kontekstual dan sangat menyenangkan. Ia ingin anak-anak langsung mengobservasi objeknya.

Stuart Weston, Direktur Program Pelita Pendidikan Tanoto Foundation, memasukkan infak sebagai dukungan terhadap program Koinku untuk Buku yang dijalankan oleh MTsN I Balikapapan
Baca Juga

Koinku untuk Buku Gerakan Unik Literasi MTs Negeri 1 Balikpapan

“Untuk itu, saya berpesan pada siswa saya agar waktu pelajaran tentang hewan dan fungsi tubuhnya, mereka membawa secara berkelompok hewan yang mereka pilih,” ujarnya.

Ternyata 5 kelompok siswa membawa hewan yang berbeda-beda. Ada yang masih hidup dan ada yang sudah mati. Yang masih hidup seperti kucing, dan burung, dan yang mati seperti ikan bandeng, ikan tongkol dan udang.

Namun agar tumbuh literasi siswa sebelum siswa melakukan pengamatan langsung hewan yang dibawa, mereka diminta membaca terdahulu tentang topik pembelajaran hari itu. “Setelah membaca dan diskusi untuk mengerti garis besarnya, saya minta mereka mengamati secara berkolompok hewan yang mereka bawa dan menuliskan pada lembar kerja tugas hari itu yaitu menyebutkan bagian-bagian tubuh dan fungsinya,” ujarnya menerangkan.

Ternyata siswa sangat antusias mengerjakan tugas tersebut. “Sangat jauh bedanya kalau kita cuma belajar pakai buku paket. Mereka menulis, berdiskusi dan berbagi ide. Mereka menjadi belajar untuk terlibat diskusi ilmiah yang kreatif, ” ujar bu Wiwik

1000168127
Baca Juga

Pengawasan Harga TBS Diperketat, Petani Swadaya Masih di Bayang-Bayang Tengkulak

IKLAN

Dika, salah seorang anggota kelompok hewan kucing menyatakan kesenangannya belajar dengan cara demikian “Belum pernah pembelajaran seperti ini. Kami membawa kucing, hewan yang begitu kami sukai, untuk kami teliti langsung. Kami sambil belajar bisa mengelus-elusnya agar tetap kucingnya senang bersama kami. Saya senang sekali belajar hari ini,” ujarnya

Untuk menumbuhkan soft skill kemampuan berkomunikasi dan percaya diri, Setelah selesai mengerjakan tugas, Bu Wiwik meminta perkelompok mempresentasikan hasilnya kepada kelompok lain. Siswa juga antusias memberikan feed back dan berdiskusi.

“Salah satu keuntungan membawa hewan ke kelas ini adalah siswa menemukan sendiri berbagai macam bagian-bagian tubuh hewan yang berbeda dengan fungsi-fungsi yang berbeda pula. Insang pada ikan, ekor berbulu pada kucing, bulu-bulu pada merpati dan lain-lain sehingga memperkaya pengetahuan mereka,” ujar bu Wiwik

Untuk menguatkan apa yang sudah ditemukan, sebagai kesimpulan bu Wiwik bersama-sama siswa menyebutkan kembali beberapa bagian tubuh dan fungsi-fungsinya secara bersama-sama.

Penyerahan trofi
Baca Juga

Kalimantan Timur Juara Umum MTQ Nasional XXXI, Pertahankan Gelar Dua Edisi Beruntun

Menurut bu Wiwik ternyata pembelajaran secara kontekstual tersebut sangat menarik. Anak-anak yang dulu beberapanya kurang antusias belajar, kelihatan benar-benar terlibat aktif dalam pembelajaran.

“Kami memiliki group whats app dengan orang tua siswa. Salah satu orang tua selama ini melihat anaknya sangat pemalu, dan kurang percaya diri. Ketika saya kirim foto-foto aktifitas kelompok yang memperlihatkan dia terlibat aktif dalam pembelajaran, dia sangat gembira melihat anaknya jadi pemberani dan terlibat,” ujarnya.

Menurut Khundori, Spesialis Pembelajaran Sekolah Dasar Tanoto Kaltim, Pembelajaran model MIKIR yang dilakukan oleh bu Wiwik perlahan bisa menumbuhkan beberapa soft skill yang amat dibutuhkan untuk mengahadi era Industry 4.0. “Untuk menjadi kreatif, maka dibutuhkan pikiran yang analitis seperti yang telah dicoba kembangkan ibu Wiwik dengan meminta siswa mengamati dan menemukan sendiri pengetahuan. Selain itu, karena era Industry 4.0 itu mesin banyak mengambil alih pekerjaan, salah satu hal yang masih tidak bisa dilakukan mesin adalah kemampuan bekerjasama untuk menghasilkan sesuatu yang kreatif. Hal ini juga telah dilakukan olehnya,” ujarnya.

Khundori berharap, demi memastikan siswa memiliki soft skill demikian, pembelajaran model MIKIR seperti ini diadopsi oleh banyak pihak. “Saat terjadi bonus demografi pada tahun 2030 nanti, anak-anak yang ditumbuhkan kemampuan soft skill semacam itu, akan lebih siap menghadapai persaingan ekonomi. Mereka lebih analitis, kreatif, mampu bekerjasama, dan tampil percaya diri, “ujarnya menutup.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/ketika-kucing-merpati-dan-ikan-pun-masuk-kelas/8666/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 23.12 WITA

  • #Balikpapan
  • #Kalimantan Timur
  • #Kucing
  • #Merpati

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

Digitalisasi Bank Syariah Permudah Transaksi, Keamanan Data Nasabah Jadi Tantangan Utama

Pilihan Editor

  1. 1 Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia
  2. 2

    Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

  3. 3

    Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

  4. 4

    Bertahan 15 Tahun, Usaha Katering Jajanan Ariani di Bojonegoro Kini Beromzet Rp14 Juta

  5. 5

    Benturan Kertas dan Layar: Saat Protokol Notaris Terjebak di Pusaran Legal Deadlock Digital

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.