JurnalPost.com - Islam adalah agama yang mengajarkan umatnya untuk memperhatikan kelestarian lingkungan. Terdapat ayat dalam Al Quran yang berkaitan dengan penciptaan alam, penjelasan tentang fungsi alam, dan petunjuk untuk belajar darinya dan menjaga kelangsungannya. Allah menciptakan alam sebagai suatu sistem sistem alam yang terdiri dari unsur- unsur yang mempunyai kedudukan dan fungsi masing- masing dan saling berkaitan. Tidak seperti makhluk lain, manusia memiliki alasan untuk menggunakan setiap potensi bertahan hidup yang tersedia. Akal adalah karunia Allah yang paling istimewa bagi makhluk- Nya. Karena orang yang memiliki akal dikirim ke bumi sebagai pemimpin.
Alquran mengatakan bahwa langit dan bumi dan Allah akan memenuhi semua kebutuhannya dalam Q.S. Memenuhi. Al-Hijr 19-20 menjelaskan bahwa Allah-lah yang membentangkan bumi sesuai dengan kebutuhan manusia langit, bumi, laut , sungai, matahari dan bulan, siang dan malam, tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan, binatang melata dan ternak, semuanya diciptakan Tuhan untuk kebutuhan manusia. Hal ini menunjukkan bahwa lingkungan memang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia, karena manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup mandiri sebagai individu.
Lingkungan itu sendiri terkait dengan ekosistem. Ekologi dikenal sebagai ilmu tentang hubungan antara makhluk hidup dengan benda mati disekitarnya, Lingkungan meliputi udara, tanah, air, dan sebagainya., itu adalah cabang ilmu yang berakar pada biologi, yang merupakan hubungan antara materi dan proses biologis dan penciptaan jembatan antara ilmu alam dan sosial. Permasalahan ekologi merupakan suatu permasalahan lingkungan yang berupa bencana yang menimpa bumi seperti banjir, tanah longsor dan lain - lain menjadi pengingat untuk berpikir bersama. Padahal, Bencana tidak terjadi secara kebetulan, tetapi merupakan proses alami adaptasi jangka panjang terhadap perubahan yang terjadi. Perubahan yang diakibatkan oleh kerusakan lingkungan, sistem keseimbangan ekosistem akan rusak, maka dampaknya terhadap keseimbangan ekosistem akan rusak. Saat ini kerusakan yang ditimbulkan semakin beragam, mulai dari kerusakan ekosistem perairan akibat berbagai pencemar hingga kerusakan ekosistem hutan akibat penebangan liar dan sejenisnya.
Ayat 56 Surat al-Araf mengatakan, "Lihatlah bahwa bumi ini tidak terurai setelah Allah menciptakannya." Ayat ini menunjukkan bahwa Allah menciptakan bumi dengan kesempurnaan dan manusia diberi tanggung jawab untuk memelihara kelestariannya. Selain itu, Al-Quran melarang pemborosan dan penghancuran secara berlebihan. Pada Al – isra ayat 26 Allah berfirman , “Dan janganlah kamu melingkarkan tanganmu di lehermu atau mengikatnya terlalu longgar (secara boros), agar kamu tidak dibiarkan dalam keadaan malu dan terhina.” Ayat ini melarang manusia untuk melakukan pemborosan dan perusakan sumber daya alam yang berlebihan.
Selain itu, Al-Quran juga menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan dalam ekosistem. Allah berfirman dalam Surah Ar-Rahman ayat 9 yang berbunyi "Dan Dia yang mengatur, dan menentukan, dan membenarkan. Dan Dia yang menumbuhkan tumbuhan hijau, dan Dia yang menciptakan pasangan-pasangan, jantan dan betina." Ayat ini menunjukkan bahwa Allah menciptakan keseimbangan dalam alam dengan menumbuhkan tumbuhan hijau dan menciptakan pasangan-pasangan makhluk hidup.
Kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh faktor internal tidak dapat dihindari karena merupakan proses alami seperti Gempa bumi, letusan gunung berapi, angin topan, banjir dan peristiwa alam lainnya. Faktor ekstrinsik adalah kerusakan yang disebabkan oleh perilaku manusia yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dan kenyamanan tanpa memperhatikan kelestarian lingkungan, misalnya polusi udara, kebisingan di udara atau industri, kebakaran hutan yang disebabkan oleh perluasan perkebunan, dll.
Kurangnya kesadaran manusia dan pemahaman tentang masalah lingkungan juga merupakan penyebab kerusakan terbesar selain banyak faktor penting yang mempengaruhinya. Hal ini didukung oleh lemahnya perlindungan hukum bagi pihak yang merusak lingkungan secara besar-besaran. Manusia semakin selaras dengan alam dengan segala aktivitas dan perbuatannya. Dalam keserakahannya, manusia mengeksploitasi alam tanpa menjadikannya berharga, ekonomis, dan diperlukan untuk kehidupan pragmatis. Padahal Alquran memberi peringatan keras untuk tidak merusak tanah ini.
Dapat diartikan bahwa dari sudut pandang Al-Qur'an, Istilah lingkungan sangat luas dan mencakup habitat semua spesies baik di darat maupun di luar angkasa, maupun di luar angkasa.. Karena keseimbangan ekosistem bumi terkait dengan ekosistem luar ruang bumi, kerusakan ekologi merupakan tindakan yang bertentangan dengan kehendak Allah. Manusia diberi tanggung jawab sebagai pengelola bumi ini, dan kita harus berperilaku dengan penuh tanggung jawab, menjaga keseimbangan alam, menghindari pemborosan, dan tidak merusak lingkungan secara berlebihan. Dalam menjalankan tugas sebagai khalifah, manusia diharapkan untuk menjadi pelindung lingkungan dan memelihara keberlanjutan ekosistem yang Allah ciptakan..
Oleh: Nur Afifah Dzuhro Humaida UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Program Studi Pendidikan Biologi
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda