Jombang, JurnalPost.com — Tim dosen dan mahasiswa dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2025 Skema Program Kemitraan Masyarakat bertajuk “Pengembangan Modul Kerja Ergonomis dengan Pendekatan pada Komunitas Pengrajin Anyaman Daun di Kabupaten Jombang.” Kegiatan ini dilaksanakan di Anya Craft, Desa Kabuh, Kecamatan Kabuh salah satu sentra kerajinan anyaman daun pandan yang telah menjadi bagian penting dari ekonomi kreatif masyarakat setempat.
Tim pelaksana kegiatan terdiri dari Dr. Putri Ayuni Alayyannur, S.KM., M.KKK, Shinta Arta Mulia, S.KM., M.KKK., M.GPH, Bian Shabri Putri Irwanto, S.KM., M.KKK, serta dibantu oleh mahasiswa Addien Nadira dan M. Iqbal Ridho Maulana A. yang didukung penuh oleh Puskesmas Kabuh, Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, PAKKI Jawa Timur, dan Anya Craft.
Pelaksanaan pengmas dilakukan selama dua hari, yaitu pada tanggal 23 Juni 2025 dengan sasaran para kader pendamping komunitas, dan tanggal 24 Juni 2025 dengan sasaran langsung para pengrajin anyaman daun pandan.
Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan para pengrajin dalam menerapkan prinsip ergonomi di lingkungan kerja, sehingga dapat meminimalkan risiko gangguan muskuloskeletal dan meningkatkan produktivitas. Melalui pendekatan partisipatif, tim melibatkan peserta dalam proses identifikasi permasalahan postur kerja, penggunaan alat, serta tata letak area kerja yang aman dan nyaman.
Salah satu hasil utama dari kegiatan ini adalah pengembangan dan uji coba Modul Kerja Ergonomis yang disesuaikan dengan kondisi nyata para pengrajin di lapangan. Modul tersebut mencakup panduan sederhana mengenai posisi kerja yang tepat, cara mengatur alat dan bahan, serta tips peregangan untuk mencegah kelelahan otot selama bekerja.

Dalam sesi pelatihan, Dr. Putri Ayuni Alayyannur menyampaikan bahwa penerapan ergonomi tidak harus mahal, namun membutuhkan pemahaman dan kebiasaan kerja yang benar. “Kegiatan seperti ini diharapkan mampu membantu pengrajin untuk bekerja lebih efisien, nyaman, dan sehat, tanpa mengurangi kreativitas maupun hasil karya mereka,” ujarnya.
Kegiatan ini juga mendapat sambutan positif dari para pengrajin dan kader pendamping. Para peserta aktif berdiskusi serta mencoba simulasi postur kerja yang benar menggunakan peralatan yang biasa mereka gunakan. Beberapa pengrajin bahkan menyampaikan bahwa mereka baru memahami pentingnya posisi duduk dan tinggi meja kerja terhadap kenyamanan dan kesehatan tubuh.
Melalui kegiatan pengabdian ini, diharapkan komunitas pengrajin anyaman daun pandan di Kabupaten Jombang dapat meningkatkan kualitas kesehatan kerja serta produktivitas secara berkelanjutan, sekaligus menjadi contoh penerapan prinsip ergonomi di sektor industri rumahan dan ekonomi kreatif lokal.
Penulis: Putri Ayuni Alayyannur Dosen Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda