Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Keluarga Sebagai Pondasi Utama Kesehatan Mental Anak

Keluarga Sebagai Pondasi Utama Kesehatan Mental Anak

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
22 Juni 2023, 23.50 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
6 menit baca
Keluarga Sebagai Pondasi Utama Kesehatan Mental Anak

Kontribusi Keluarga Terhadap Kesehatan Mental Anak. Kesehatan mental dalam lingkungan keluarga memiliki peran penting dalam menjaga kesejahteraan dan kebahagiaan satu individu. Kesehatan mental yang baik di lingkungan keluarga membantu menciptakan rasa aman, nyaman, dan merasa memiliki “rumah”. Ketika anggota keluarga memiliki kesehatan mental yang baik mereka memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengelolah emosi, stres, mengatasi konflik, dan dapat berkomunikasi dengan efektif, menyelesaikan konflik dengan cara yang sehat, kerjasama yang baik dalam keluarga, Membangun hubungan yang harmonis, dan dapat menjadi pendengar yang baik, sehingga membuat individu di dalam keluarga merasa di dengarkan, menciptakan suasana positif di rumah. Hal ini menciptakan lingkungan keluarga yang positif, dan saling mendukung.

Kesehatan Mental Orang Tua Juga Penting Menurut American Academy of Child and Adolescent Psychiatry (AACAP) yang dikutip Kompas.com, orang tua yang pernah atau pernah mengalami masalah mental berisiko tinggi menularkannya kepada anaknya. Biasanya melalui gen yang diturunkan. Gangguan mental yang dapat diturunkan melalui gen antara lain gangguan kecemasan, skizofrenia, alkoholisme, attention deficit hyperactivity disorder (ADHD), depresi, dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Selain faktor tersebut, ada juga faktor keluarga yang tidak harmonis, salah pola asuh bisa menyebabkan (ADHD).

IKLAN

Orang tua yang sering melampiaskan emosi di rumah yang disebabkan masalah dari luar atau dari lingkungan kerja, serta hukuman fisik seperti, mengurung, memukul, menyakiti tubuh anak, dan verbal (mengucapkan kata-kata menyakitkan) yang tidak pantas, dapat membuat anak trauma. Bahkan beberapa orang tua yang menuntut harus berhasil dalam beberapa atau bahkan semua hal, tetapi ketika anak gagal, mereka memilih memberikan hukuman daripada dukungan, biasanya hukuman yang diberikan verbal dan lebih buruk lagi, hukuman fisik. hukuman itu merupakan peristiwa buruk yang mereka alami, dapat meninggalkan dampak hingga mereka dewasa karena pengalaman tersebut merupakan pengalaman traumatis yang mereka alami.

Kehamilan
Baca Juga

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Dengan demikian, mereka tumbuh menjadi individu yang sensitive, mudah ketakutan, terisolasi, dan lebih buruk lagi, merasa memiliki dendam yang harus di balaskan. Oleh karena itu, kesehatan jiwa di lingkungan keluarga sangat mempengaruhi pola asuh dan perkembangan anak di masa pertumbuhan dan dewasa. Orang tua dengan kesehatan mental yang baik biasanya lebih mampu memberikan perhatian, kasih sayang, yang dibutuhkan anak mereka. Mereka juga cenderung memiliki tingkat stres yang lebih rendah sehingga mereka dapat mengolah emosi sehingga emosi lebih stabil dan siap menghadapi situasi sulit. Dalam lingkungan keluarga yang sehat secara mental, anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, merasa aman dan memiliki landasan emosional yang kuat untuk menghadapi kehidupan di luar keluarga. Oleh karena itu, kesehatan jiwa di lingkungan keluarga juga mempengaruhi generasi mendatang dalam jangka panjang.

Aspek Pengaruh Buruk dan Kerusakan Mental pada Individu Kerusakan mental merupakan masalah serius yang dapat memiliki pengaruh buruk dan berbahaya bagi individu (anak) yang mengalaminya. Berikut beberapa aspek penting mengenai pengaruh buruk dan berbahayanya kerusakan mental.

IKLAN

Kerusakan mental dapat menyebabkan gangguan fungsi kognitif dan emosional seseorang. Individu yang mengalami gangguan mental seperti depresi, kecemasan, atau gangguan bipolar (yang sering mengalami kesulitan dalam mengelola emosi mereka dan memiliki mood yang berubah-ubah dalam waktu yang panjang). Ini berdampak pada kemampuan mereka untuk berfikir, mengambil keputusan, atau menjalani aktivitas sehari-hari. Kerusakan mental yang dialami juga dapat berpengaruh pada kualitas tidur, nafsu makan, dan energi seseorang yang semuanya berkontribusi terhadap keseluruhan kehidupan mereka.

Selain itu kerusakan mental juga dapat mempengaruhi hubungan sosial individu (anak). Seseorang yang mengalami gangguan mental seringkali merasa terisolasi, kesepian, atau sulit berinteraksi dengan orang lain. Gejala-gejala seperti perubahan mood yang ekstrem, iritabilitas, atau kecemasan yang berlebihan dapat membuat individu (anak), sulit menjalani dan mempertahankan hubungan yang sehat dengan orang tua dan orang-orang sekitarnya sehingga dapat menyebabkan perasaan kesepian, depresi yang lebih dalam, dan penurunan kualitas hidup secara keseluruhan, juga yang paling berbahaya merasa tidak pantas akan hidupnya dan memilih mengakhiri hidup.

Foto Besama TIM
Baca Juga

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Bahkan dampak negatif dapat berpengaruh pada keadaan fisik individu (anak) yang mengalami kerusakan mental. Banyak gangguan mental seperti depresi atau gangguan kecemasan dapat menyebabkan peningkatan stres yang berkepanjangan. Hal ini dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan risiko penyakit fisik seperti gangguan kardiovaskular, gangguan pencernaan atau gerd dan masalah tidur kronis. Terlebih lagi, individu (anak) yang mengalami kerusakan mental cenderung kurang memperhatikan atau merawat kesehatan fisik mereka. Seperti kurang berolahrga, memkan-makanan tidak sehat sebagai pelarian stress bahkan samapai ada yang tidak makan, atau penyalahgunaan obat-obatan (zat-zat) berbahaya.

Gangguan mental yang tidak diatasi dengan baik, dapat mengganggu konsentrasi, merusak motivasi, dan kemampuan individu (anak) untuk mencapai tujuan mereka. Hal ini juga yang membuat dampak negatif pada Pendidikan anak, sehingga menyebabkan penurunan rasa percaya diri dan kehilangan harapan masa depan.

Keluarga memiliki peran utama dan besar dalam kesehatan fisik dan mental individu (anak). Untuk memainkan peran keluarga tersebut mereka harus memiliki mental dan finansial yang baik, juga harus siap mental menjadi orang tua, mau belajar untuk memahami situasi dan kondisi mental anak, mendukung, menjaga, dan memperhatikan keluarganya. Memberikan kenyamanan di rumah secara fisik dan emosional, mendidik secara akademik, dan nonakademik, mendengarkan, dan membantu memecahkan masalah di dalam keluarga.

Kualitas lingkungan yang sehat tidak hanya bertujuan untuk melindungi mental dan fisik individu(anak) maupun keluarga, akan tetapi juga berperan dalam kesehatan mental dan emosional individu (anak/keluarga). Kesehatan mental di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan iklim yang mendukung, membentuk perkembangan individu (anak), meningkatkan kualitas hidup, dan membantu individu (anak)lebih sehat secara emosional dan sosial.

Suasana kegiatan di Pasar Turi
Baca Juga

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/keluarga-sebagai-pondasi-utama-kesehatan-mental-anak/54438/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 03.26 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi

Putusan MA 19 P/HUM/2026, Sekjen MDP-WATCH Desak Menkes Evaluasi dan Rombak Keanggotaan MDP

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

Sudah 15 Tahun Jadi Nasabah BRI, Keluarga Leni Setia di Bojonegoro Miliki 10 Rekening untuk Berbagai Kebutuhan

Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

Pilihan Editor

  1. 1 Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan
  2. 2

    Digitalisasi Bank Syariah Permudah Transaksi, Keamanan Data Nasabah Jadi Tantangan Utama

  3. 3

    Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

  4. 4

    Cerita yang TerNARAsi dalam Potongan yang Menyambungkan

  5. 5

    Jangan Asal Sebar Angket! Pentingnya Uji Validitas dan Reliabilitas untuk Menjamin Kualitas Instrumen Penelitian

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.