JurnalPost.com - Pernahkah kamu mendengar kata achievement motivation? Atau mungkin pernah membaca suatu artikel terkait dua kata tersebut? Jika belum pernah maka kamu berada di tempat yang tepat. Kita akan membahas mengenai apa sih yang dimaksud achievement motivation dan bagaimana kaitannya dengan kedisiplinan diri.
Sebelum itu kita bahas dulu mengenai motivasi. Mungkin kita sudah sering mendengar apa itu motivasi dan bagaimana pengaruhnya dalam kehidupan sehari-hari. Motivasi erat hubungannya dengan alasan mengapa kita melakukan sesuatu. Kita berolahraga dan menjaga pola makan karena kita memiliki motivasi untuk hidup sehat.
Jadi, apa sih motivasi itu? Motivasi menurut KBBI adalah dorongan yang muncul pada diri seseorang baik sadar maupun tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. Motivasi ini yang akan mendorong seseorang untuk bertindak. Motivasi dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Kebutuhan, rasa ingin tahu, dan kesenangan menjadi faktor yang pemicu motivasi yang berasal dari dalam diri seseorang. Contohnya saat seseorang lapar dan ingin makan yang enak, ia akan terdorong untuk ke dapur dan memasak. Faktor eksternal yang mempengaruhi motivasi seseorang berasal dari luar dirinya. Contohnya saat seseorang mendapatkan pujian karena lukisannya, ia akan termotivasi untuk melukis lagi dan membuat yang lebih bagus.
Lalu apa hubungannya dengan prestasi seseorang? Mengapa ada achievement motivation? Dalam dunia pendidikan atau pekerjaan, seseorang memiliki kebutuhan atau keinginan untuk berprestasi. Seorang pelajar akan memiliki keinginan untuk menjadi siswa teladan dan meraih nilai yang memuaskan. Para karyawan akan berlomba-lomba untuk menjadi karyawan terbaik agar bisa naik jabatan.
Kebutuhan akan prestasi ini dicetuskan oleh Henry Murray, seorang psikolog asal Amerika. Murray menjelaskan bahwa kebutuhan untuk berprestasi adalah keinginan seseorang untuk menjadi yang terbaik dalam kompetisi dengan yang lain. Teori dari Murray ini kemudian menjadi konsep awal mengenai achievement motivation. Ia menyebutkan bahwa achievement motivation adalah dorongan untuk mencapai tingkat prestasi akademik setinggi mungkin demi mendapatkan penghargaan pada diri seseorang.
Achievement motivation atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan motivasi berprestasi merupakan dorongan agar seseorang dapat mengatasi rintangan, menjadi lebih baik dan mencapai kesuksesan, serta melakukan banyak hal untuk mencapai standar terhadap prestasi yang ingin diraih. Tokoh lain yang mengemukakan pendapatnya mengenai achievement motivation ini adalah David McClelland. Mclelland berpendapat bahwa seseorang yang memiliki motivasi berprestasi yang tinggi berbeda dengan orang lain dalam keinginan yang kuat untuk membuat segalanya menjadi lebih baik.
Seseorang yang motivasi berprestasinya tinggi akan mencari peluang di mana mereka memiliki tanggung jawab pribadi untuk menemukan solusi atas masalah. Hal ini sesuai dengan karakteristik yang digambarkan McClelland bagi orang yang memiliki achievement motivation. Karakteristik orang dengan motivasi untuk berprestasi ini meliputi rasa pencapaian yang kuat, tanggung jawab, evaluasi, berani mengambil resiko, kreatif, dan menyukai tantangan.
Achievement motivation ini memiliki hubungan yang penting dalam pengendalian kedisiplinan dalam diri seseorang. Orang yang memiliki achievement motivation akan merasa bertanggung jawab terhadap dirinya, baik itu dalam tugas-tugas maupun kegiatannya sehari-hari. Rasa tanggung jawab ini akan membuat seseorang memiliki kedisiplinan dalam dirinya. Contohnya seorang siswa yang ingin menjadi siswa teladan di sekolahnya akan berupaya untuk menaati semua peraturan yang telah ditetapkan di sekolahnya.
Seseorang yang ingin menjadi karyawan terbaik di tempat kerjanya akan meningkatkan kinerjanya dan berusaha hadir tepat pada waktunya. Hal ini membuatnya menetapkan kedisiplinan dirinya. Achievement motivation yang ada dalam diri karyawan tersebut, dalam hal ini adalah motivasi menjadi karyawan terbaik, akan mengatur kedisiplinan dalam dirinya.
Siswa yang ingin mendaftar di kampus impiannya akan menetapkan dirinya untuk belajar jauh-jauh hari sebelum masa pendaftaran dibuka. Ia akan mengatur jadwal belajarnya agar lebih efektif dan mengusahakan diri untuk mengikuti jadwal tersebut. Dorongan atau motivasi berprestasi dalam diri siswa tersebut membuatnya menjadi lebih disiplin untuk belajar sesuai jadwal yang telah ditetapkannya.
Oleh: Nur Annisa Adeliana mahasiswi S1 Psikologi Universitas Muhammadiyah Banjarmasin.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda