Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Pengendalian Kedisiplinan Diri Dengan “Achievement Motivation”

Pengendalian Kedisiplinan Diri Dengan “Achievement Motivation”

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
22 Juni 2023, 12.34 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Pengendalian Kedisiplinan Diri Dengan “Achievement Motivation”

JurnalPost.com - Pernahkah kamu mendengar kata achievement motivation? Atau mungkin pernah membaca suatu artikel terkait dua kata tersebut? Jika belum pernah maka kamu berada di tempat yang tepat. Kita akan membahas mengenai apa sih yang dimaksud achievement motivation dan bagaimana kaitannya dengan kedisiplinan diri.

Sebelum itu kita bahas dulu mengenai motivasi. Mungkin kita sudah sering mendengar apa itu motivasi dan bagaimana pengaruhnya dalam kehidupan sehari-hari. Motivasi erat hubungannya dengan alasan mengapa kita melakukan sesuatu. Kita berolahraga dan menjaga pola makan karena kita memiliki motivasi untuk hidup sehat.

IKLAN

Jadi, apa sih motivasi itu? Motivasi menurut KBBI adalah dorongan yang muncul pada diri seseorang baik sadar maupun tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. Motivasi ini yang akan mendorong seseorang untuk bertindak. Motivasi dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Kebutuhan, rasa ingin tahu, dan kesenangan menjadi faktor yang pemicu motivasi yang berasal dari dalam diri seseorang. Contohnya saat seseorang lapar dan ingin makan yang enak, ia akan terdorong untuk ke dapur dan memasak. Faktor eksternal yang mempengaruhi motivasi seseorang berasal dari luar dirinya. Contohnya saat seseorang mendapatkan pujian karena lukisannya, ia akan termotivasi untuk melukis lagi dan membuat yang lebih bagus.

Kehamilan
Baca Juga

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Lalu apa hubungannya dengan prestasi seseorang? Mengapa ada achievement motivation? Dalam dunia pendidikan atau pekerjaan, seseorang memiliki kebutuhan atau keinginan untuk berprestasi. Seorang pelajar akan memiliki keinginan untuk menjadi siswa teladan dan meraih nilai yang memuaskan. Para karyawan akan berlomba-lomba untuk menjadi karyawan terbaik agar bisa naik jabatan.

Kebutuhan akan prestasi ini dicetuskan oleh Henry Murray, seorang psikolog asal Amerika. Murray menjelaskan bahwa kebutuhan untuk berprestasi adalah keinginan seseorang untuk menjadi yang terbaik dalam kompetisi dengan yang lain. Teori dari Murray ini kemudian menjadi konsep awal mengenai achievement motivation. Ia menyebutkan bahwa achievement motivation adalah dorongan untuk mencapai tingkat prestasi akademik setinggi mungkin demi mendapatkan penghargaan pada diri seseorang.

IKLAN

Achievement motivation atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan motivasi berprestasi merupakan dorongan agar seseorang dapat mengatasi rintangan, menjadi lebih baik dan mencapai kesuksesan, serta melakukan banyak hal untuk mencapai standar terhadap prestasi yang ingin diraih. Tokoh lain yang mengemukakan pendapatnya mengenai achievement motivation ini adalah David McClelland. Mclelland berpendapat bahwa seseorang yang memiliki motivasi berprestasi yang tinggi berbeda dengan orang lain dalam keinginan yang kuat untuk membuat segalanya menjadi lebih baik.

Seseorang yang motivasi berprestasinya tinggi akan mencari peluang di mana mereka memiliki tanggung jawab pribadi untuk menemukan solusi atas masalah. Hal ini sesuai dengan karakteristik yang digambarkan McClelland bagi orang yang memiliki achievement motivation. Karakteristik orang dengan motivasi untuk berprestasi ini meliputi rasa pencapaian yang kuat, tanggung jawab, evaluasi, berani mengambil resiko, kreatif, dan menyukai tantangan.

Foto Besama TIM
Baca Juga

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Achievement motivation ini memiliki hubungan yang penting dalam pengendalian kedisiplinan dalam diri seseorang. Orang yang memiliki achievement motivation akan merasa bertanggung jawab terhadap dirinya, baik itu dalam tugas-tugas maupun kegiatannya sehari-hari. Rasa tanggung jawab ini akan membuat seseorang memiliki kedisiplinan dalam dirinya. Contohnya seorang siswa yang ingin menjadi siswa teladan di sekolahnya akan berupaya untuk menaati semua peraturan yang telah ditetapkan di sekolahnya.

Seseorang yang ingin menjadi karyawan terbaik di tempat kerjanya akan meningkatkan kinerjanya dan berusaha hadir tepat pada waktunya. Hal ini membuatnya menetapkan kedisiplinan dirinya. Achievement motivation yang ada dalam diri karyawan tersebut, dalam hal ini adalah motivasi menjadi karyawan terbaik, akan mengatur kedisiplinan dalam dirinya.

Siswa yang ingin mendaftar di kampus impiannya akan menetapkan dirinya untuk belajar jauh-jauh hari sebelum masa pendaftaran dibuka. Ia akan mengatur jadwal belajarnya agar lebih efektif dan mengusahakan diri untuk mengikuti jadwal tersebut. Dorongan atau motivasi berprestasi dalam diri siswa tersebut membuatnya menjadi lebih disiplin untuk belajar sesuai jadwal yang telah ditetapkannya.

Oleh: Nur Annisa Adeliana mahasiswi S1 Psikologi Universitas Muhammadiyah Banjarmasin.

Suasana kegiatan di Pasar Turi
Baca Juga

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/pengendalian-kedisiplinan-diri-dengan-achievement-motivation/54324/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 04.29 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi

Putusan MA 19 P/HUM/2026, Sekjen MDP-WATCH Desak Menkes Evaluasi dan Rombak Keanggotaan MDP

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Digitalisasi Bank Syariah Permudah Transaksi, Keamanan Data Nasabah Jadi Tantangan Utama

Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

Beli Mainan Anak di Bojonegoro Kini Bisa Bayar Pakai QRIS BRI

Pilihan Editor

  1. 1 Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat
  2. 2

    Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

  3. 3

    Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?

  4. 4

    Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

  5. 5

    Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.