Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Pendidikan
  3. Kelas 4 Sekolah Dasar Belum Bisa Membaca? Apakah Tenaga Pendidik Salah?

Kelas 4 Sekolah Dasar Belum Bisa Membaca? Apakah Tenaga Pendidik Salah?

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
31 Mei 2022, 23.16 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
3 menit baca
Belum Bisa Membaca

JurnalPost.com - Pendidkan sekolah dasar merupakan Pendidikan anak yang berusia 7 sampai 13 tahun sebagai Pendidikan di tingkat dasar yang dikembangkan sesuai dengan satuan Pendidikan, potensi daerah/karakteristik daerah, sosial budaya masyarakat setempat bagi siswa. Aturan ini tertuang dalam peraturan Menteri Pendidikan dan kebudayaan nomor 1 tahun 2021 (permendikbud). Dimana dalam aturan tersebut minimal usia anak untuk anak kelas 1 SD adalah berusia 7 tahun. Disinilah perkembangan peserta didik tahap awal. Namun, masih terdapat siswa kelas 4 sd masih belum tahu membaca.

Informasi tersebut saya dapatkan dari salah-satu mahasiswa yang melaksanakan program Kampus Merdeka yaitu Kampus Mengajar di sekolah dasar negeri 047 tarakan timur. Dimana ia mengungkapkan bahwa “masih ada tau anak kelas 4 disini, masih belum pintar membaca. Sempat saya suruh dia membaca di depan kelas, tapi dia menjawab (saya tidak tau membaca bu). Dari situlah aku tau kalau dia ternyata masih belum tau membaca.” Ungkap salah satu mahasiswa ppl tersebut (27/05/2022).

IKLAN

Dari masalah tersebut, apakah tenaga pendidik yang mengajar di sekolah dasar tersebut yang tidak sukses mengembangkan kecerdasan pendidik? Tentu tidak dong!! Dimana secara teoritis tugas dari pendidik ialah menjaga, mengarahkan dan membimbing siswa tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi, minat dan bakatnya. Namun, selain dari gagalnya tenaga pendidik dalam mendidik atau mengembangan kecerdasaan anak tersebut, ada juga factor lain.

Foto Bersama
Baca Juga

UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

IKLAN

Hurlock (1980) berpendapat bahwa faktor internal maupun eksternal memiliki pengaruh terhadap kemampuan perkembangan individu. Namun, belum dapat ditentukan faktor seperti apa yang lebih mempengaruhi. Diantaranya factor gen dan lingkungan. Dimana factor gen atau keturunan dari orang tua juga merupakan penyebab anak tersebut lambat tanggap dalam memperoleh pembelajaran yang diberikan oleh gurunya. Bisa juga dari factor lingkungan anak tersebut, karena lingkungan anak tersebut yang dapat mengembangkan kepribadian dan pola pikir anak tersebut.

Jadi solusi saya sebagai calon tenaga pendidik, harus lebih memperhatikan peserta didik lagi dalam menuju kesuksesan dalam mengembangkan kecerdasannya. Dan orang tua juga sebagai orang tua utama dari anak tersebut, bisa lebih menjaga lingkungan anaknya dan membantu anaknya berkembang Ketika berada di lingkungan rumah. Karena, tenaga pendidik hanya mampu membantu kesuksesaan anak tersebut dalam mengembangan kecerdasaannya hanya disekolah. Sedangkan waktu terbanyak anak tersebut berada pada lingkungan keluarga(rumah).

*) Oleh: Chaerul Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra-UNM/Makassar,

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/kelas-4-sekolah-dasar-belum-bisa-membaca-apakah-tenaga-pendidik-salah/33742/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 01.15 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

Pilihan Editor

  1. 1 Cerita yang TerNARAsi dalam Potongan yang Menyambungkan
  2. 2

    Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

  3. 3

    Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

  4. 4

    Pasar.id BRI Bojonegoro Hadirkan Peluang Penghasilan Tambahan bagi Pengemudi Ojek Lokal

  5. 5

    Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.