JurnalPost.com - Pendidikan di Indonesia yang terbilang kurang merata, seperti di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sangat tertinggal dengan provinsi-provinsi lain di Indonesia baik dalam sarana maupun prasarana yang dapat menunjang aspek pembelajaran bagi siswa. Berdasarkan badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur pelajar yang tidak mendapatkan pendidikan pada tahun 2020 sebanyak 28,65%. Beberapa survey yang telah dilakukan mendapatkan hasil bahwa Indeks Pembangunan dan Pengembangan Manusia serta Teknologi di wilayah Indonesia kurang merata (Rahmadi, 2020). Adapun capaian hasil pembelajaran dari pelajar Nusa Tenggara Timur (NTT) secara konsisten dalam rata rata rendah melaksanakan Ujian Nasional dari tahun ke tahun.
Pada pertengahan tahun 2020, dimana kala itu Indonesia masuk di skala pandemi yang mewajibkan seluruh pelajar di Indonesia harus menguasai online learning. Namun, di Nusa Tenggara Timur yang memiliki latar belakang rendahnya pengetahuan akan hal pendidikan maka mengalami kesulitan dalam menguasai teknologi, adapaun akses internet yang dimiliki setiap rumah tangga hanya sebesar 27,8% dibandingkan dengan pulau Jawa (Fajeri Arkiang, 2021).
Hal tersebut menjadi tanda yang cukup serius bagi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam menghadapi tuntutan pembelajaran secara daring selama masa pandemi. Tetapi, satu sisi lain hal ini dapat dimanfaatkan bagi pemerintah untuk berinvestasi dan juga berupaya dalam mengembangkan teknologi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menurut Jihan sebagai volunteer pelajar relawan di Nusa Tenggara Timur, ia beranggapan bahwa, di tengah masa pandemi, guru dan juga tenaga pendidik lainnya bersedia menerapkan pembelajaran secara daring apabila berada dalam lingkungan yang mendukung, hingga sarana dan prasarana lainnya. Ini merupakan sebuah satu langkah peluang yang baik bagi para pemegang sektor pendidikan di Indonesia. Karena dalam pertama kalinya seluruh pendidikan di Indonesia bisa setara dalam segi pembelajarannya.
Pendidikan di Nusa Tenggara Timur (NTT), sangat perlu diperhatikan dalam segi sarana dan prasarana nya untuk keberlangsungan pembelalajaran bagi para pelajar disana. Dengan berjalannya waktu untuk mempersiapkan sarana dan prasarana pembelajaran maka tenaga pendidik diharuskan untuk mempersiapkan kemampuan nya dalam mengaplikasikan alat-alat dan layanan digital yang dapat menunjang pendidikan. Selain itu, tenaga pengajar juga dituntut memastikan adanya ketersediaan infrastruktur digital, apabila terdapat kekurangan maka segera dilaporkan kepada pihak yang mengatasi.
Berbagai cara dapat dilakukan bagi para pelajar, khususnya dalam mengejar ketertinggalan dengan memanfaatkan momentum pandemi ini menjadi ajang untuk mengejar ketertinggalan khususnya pada, teknologi pendidikan. Jihan mengungkapkan, “adapun contoh peluang terbuka dan dapat kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah penyediaan sarana-prasarana sekolah, guru dan juga siswa dalam memfasilitasi tenaga pendidik maupun siswa nya dalam melaksanakan pembelajaran secara daring.” Untuk itu demi kelangsungan pendidikan merata di Indonesia sebagai masyarakat kita harus membantu pemerintah dalam menyukseskan kembali program-program yang telah dibuatnya.
Oleh : Rizki Kurnia Dewi/Mahasiswi Program Studi Komunikasi Sekolah Vokasi IPB University
REFERENSI Fajeri Arkiang. (2021). ANALISIS PEMBELAJARAN DARING SELAMA PANDEMI COVID-19 DI DAERAH 3T (NUSA TENGGARA TIMUR). Jurnal Pendidikan, Vol.12(No. 1). Rahmadi, I. F. (2020). Pendidikan di Daerah Kepulauan Terpencil: Potret Siswa, Guru, dan Sumber Belajar. Jurnal Pendidikan Edutama, Vol. 7(No. 1), 75–84.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda