Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Daerah
  3. Keeksotisan Alam di Balik Kilau Modern Kota Batam

Keeksotisan Alam di Balik Kilau Modern Kota Batam

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
07 Maret 2024, 18.57 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
07 Mar 2024, 18.57 WITA · 10 menit baca
10 menit baca
Batam

Oleh: Fiyolla Rifadiyanti

JurnalPost.com - Batam, sebuah kota padat industri yang membuat ia identik dengan urbanisasi modern dan merupakan salah satu kota di Indonesia yang perkembangannya sangat pesat. Berseberangan dengan Singapura serta dikelilingi oleh perairan membuat Batam menjadi tujuan bagi sebagian masyarakat Indonesia untuk bekerja. Hal ini membuat masyarakat yang berada di sini sangat beragam mulai dari suku, agama, ras, bahkan kewarganegaraannya. Mulai dari pribumi hingga turis yang sekedar berlibur atau bahkan menetap dan berbisnis ada di sini sehingga meciptakan mozaik kehidupan yang penuh warna.

IKLAN

Penduduk pribumi yang serat dan kental akan budaya sementara turis yang berkeinginan berlibur ke wilayah yang berbeda dengan wilayah aslinya menciptakan interaksi sosial yang beragam pula. Interaksi ini membuat meningkatnya minat wisata serta masyarakat terus berupaya agar mengembangkan destinasi wisata menjadi pusat kegiatan ekonomi warga sekitar. Destinasi wisata membuat pendatang ingin turut serta mencicipi keindahan yang disajikan oleh Pulau Batam, diantaranya adalah Jembatan Barelang sebagai penghubung menuju Pantai Elyora yang saya kunjungi bersama teman-teman dalam acara Keakraban Organisasi, yang setiap perjalanannya memiliki keindahan yang tiada tanding.

Relawan SIBAT mengikuti pembekalan di dalam tenda di Puncak Peuyeum, Sukabumi.
Baca Juga

Relawan SIBAT dari Tujuh Desa di Sukabumi Uji Coba WargaSiaga untuk Belajar Kesiapsiagaan Bencana

Jembatan Barelang, diambil dari penggabungan nama daerah Batam-Rempang-Galang yang dihubungkan dengan jembatan tersebut, sebuah objek ikonik Batam yang memiliki enam buah jembatan. Jembatan 1 menjadi objek favorit para pelancong karena di samping aksesnya yang tidak terlalu jauh dan berada di ‘gerbang’ pertama sebelum menyusuri Jembatan lebih jauh, di sini juga terdapat ikon ‘Barelang Bridge’ yang menjadi tempat para pengunjung bisa berswafoto hingga menikmati pemandangan yang luar biasa, serta hamparan laut yang biru menyejukkan mata.

Terdapat informasi menarik terkait penamaan masing-masing jembatan yang mana diambil dari nama sultan di Riau yang pernah berkuasa di tahun 1500-1800-an yaitu, Jembatan 1 dinamakan sebagai Jembatan Tengku Fisabilillah, Jembatan 2 dinamakan sebagai Jembatan Nara Singa, Jembatan 3 dinamakan sebagai Jembatan Raja Ali Haji, Jembatan 4 dinamakan sebagai Jembatan Sultan Zainal Abidin, Jembatan 5 dinamakan sebagai Jembatan Tuanku Tambusi dan yang terakhir di Jembatan 6 dinamakan sebagai Jembatan Raja Kecik. Di setiap jembatan juga memiliki keindahan yang beragam, memiliki pulau-pulau yang eksotik dengan perairan biru seakan memanjakan mata setelah menjalani hari yang melelahkan.

Untuk mengunjungi Pantai Elyora, saya terlebih dahulu melewati kawasan Barelang dan melihat ramainya wisatawan yang tak habis-habis apalagi di saat libur tiba. Kira-kira membutuhkan waktu sekitar 50-60 menit untuk mencapai sana menggunakan bus wisata yang terhitung dari kampus saya, Politeknik Negeri Batam yang terletak di pusat kota Batam, Batam Center. Perjalanan waktu itu terasa sungguh menyenangkan karena kami berangkat sebelum matahari berada tepat di atas kepala.

Berangkat dari jam 10 pagi dan selama perjalanan kami semua bercengkrama dan bernyanyi bersama, melihat hijau segarnya pepohonan dan langit yang cerah seakan-akan menyambut kami untuk menorehkan memori baru di sini. Sebelum perjalanan menempuh jarak lebih jauh, pak sopir memberhentikan bus di Pertamina untuk mengisi amunisi dan sembari itu kami juga ikut membeli cemilan untuk disantap agar tidak keroncongan. Tak berselang lama, mesin kembali dihidupkan dan kami satu persatu mulai masuk ke bus, mengatur posisi untuk kembali menikmati perjalanan yang tidak akan terlupakan ini.

Bupati Barru Andi Ina Kartika
Baca Juga

Ratusan Warga Meriahkan Bulan Bakti Karang Taruna di Barru, UMKM Lokal Ikut Dilibatkan

Perjalanan dimulai kembali, selama perjalanan dipenuhi suara dari mereka yang bercengkrama, ada juga yang bernyanyi, mengabadikan momen dan pastinya ada juga yang tertidur karena suasana pada saat itu sangatlah nyaman dengan AC yang menyejukkan seisi ruangan. Di sepanjang perjalanan pula, sebelum memasuki jembatan pertama kita akan disuguhkan dengan beberapa pedagang kaki lima yang berjualan cemilan dan jagung bakar. Sekedar informasi, untuk masuk ke tugu / monumen ‘Barelang Bridge’ akan diarahkan oleh petugas di sana hingga kita sampai di tempat tersebut, lalu bisa menjepret berbagai macam momen dengan latar yang sungguh ciamik. Bagi mereka yang hanya sekedar berfoto di tepi jembatan juga bisa memarkirkan kendaraannya di tempat yang sudah disediakan lalu berfoto sebanyak-banyaknya dan harus tetap berhati-hati selama di sana.

Beranjak dari Jembatan 1, kita terus menyusuri jalan menuju Pantai Elyora dan tetap terlihat warung-warung kecil penjual jagung bakar yang menyajikan view indah berhadapan langsung dengan hamparan laut yang luas, Di sana kita juga bisa menyantap sajian lain seperti kelapa muda yang sangat menyegarkan tenggorokan sambil menunggu matahari terbenam, cocok untuk dilakukan bersama orang terkasih. Harga yang ditetapkan sesuai dengan kondisi tempat wisata dan tidak akan mematok harga yang fantastis, sesuai dengan pemandangan yang luar biasa indahnya dan pelayanan yang diacungi jempol.

IKLAN

Membahas soal Pantai Elyora, pantai ini terletak di Jembatan 6 Barelang, Pulau Batam. Kawasan Barelang memang sudah di luar kota Batam tapi masih dianggap sebagai asset objek wisata Pulau Batam yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Seperti yang dipaparkan pada paragraf awal, setiap jembatan di Barelang memiliki pulau-pulau eksotik yang dapat dikunjungi serta dinikmati keindahannya. Beberapa pulau yang ada di sana yaitu Pulau Tonton, Pulau Nipah, Pulau Setokok, Pulau Rempang, Pulau Galang dan Pulau Galang Baru. Biasanya wisatawan memilih mengunjungi pantai yang berada di Jembatan 5 hingga 6 yang mana di sana menyajikan hamparan pantai yang sangat indah. Wisatawan bebas memilih pantai mana yang akan ia kunjungi dan bisa melihat sunset atau sunrise tergantung pantai mana yang ia tempati.

Kembali ke perjalanan kami, tak terasa waktu sudah berlalu dan sampailah kami di Pantai Elyora. Akses menuju bibir pantai lumayan memiliki jalan agak terjal dan bertanah karena wilayah sana memang hanya hamparan pantai yang dibatas dataran tanah dari jalan raya. Sampailah kami dan sopir memberhentikan busnya, satu persatu dari kami mulai turun membawa barang bawaan dan berjalan menuju gazebo yang sudah disediakan. Perjalanan belum terasa melelahkan karena deburan ombak serta angin sepoi serasa mengobati penat selama perjalanan dan kami berinisiatif untuk bergegas membuka acara Keakraban Organisasi. Singkatnya, peresmian pembukaan acara sudah selesai, dilanjutkan dengan makan siang bersama di bawah teduhnya pelataran pantai. Tawa ceria dan suka cita memenuhi seisi pelataran, kicauan burung seakan menyambut kami dengan baik untuk menikmati keindahan Elyora, si pemilik pasir putih dengan hamparan pandangan yang luas.

Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari
Baca Juga

Hadiri Pelantikan Pengurus PPP Barru, Bupati Andi Ina Tekankan Sinergi Politik untuk Kesejahteraan Masyarakat

Matahari semakin merendah, menandakan waktu sudah memasuki siang menuju sore yang mana cuaca mulai mereda, panas tidak lagi terlalu menyengat kulit dan ini adalah waktu yang tepat untuk membasahi tubuh dengan kesegaran air laut Elyora. Beberapa dari kami bersiap untuk berenang, mempersiapkan kostumnya hingga memasang penangkal matahari menghindari kegosongan kulit akibat sengatan matahari dan campuran air garam dari laut. Beberapa dari mereka juga ada yang berjalan ke sebuah jembatan panjang menuju Tengah laut yang mana kita bisa melihat dengan jelas luasnya pantai dan indahnya desiran ombak yang menyisir bibir pantai, melihat jernihnya air laut hingga bahkan sesekali bisa melihat terumbu karang yang berdiam di dalam laut tersebut.

Di sekitar bibir pantai terdapat banyak pohon bakau yang merupakan spot foto menarik bagi wisatawan. Lalu ada beberapa gazebo yang tersebar sepanjang pantai, dan yang menarik adalah terdapat ayunan kayu yang terletak menjorok ke laut yang mana untuk menaikinya harus melewati tengah laut dan berjalan di atasnya. Hal unik dari pantai ini adalah strukturnya cenderung dangkal untuk jarak yang cukup jauh mulai dari bibir pantai hingga sampai ke daerah yang mulai dalam. Ini juga membuat daerah ini merupakan ‘kawasan ramah anak’ karena anak-anak masih bisa berjalan ke tengah laut yang pastinya harus tetap dalam pengawasan orang tua. Untuk masalah keamanan, wisatawan tidak perlu khawatir karena kawasan ini diawasi oleh penjaga pantai yang selalu siaga berkeliling di atas perahu mesin memantau jika ada yang memerlukan bantuan agar segera dibantu.

Hal lainnya yang membuat pantai ini menarik adalah saat air mulai surut, kita bisa melihat daratan berpasir dengan beragam bentuk karang yang indah. Uniknya lagi saat air sedang pasang, air lautnya akan berubah menjadi putih kecoklatan apalagi di bibir pantai akan kecoklatan akibat dari kontaminasi lapuknya akar bakar yang berjejer di pantai tersebut. Maka, wisatawan biasanya akan berenang jauh ke tengah laut untuk mendapatkan air yang jernih dan bersih serta bebas menapakikakinya karena di tengah laut itu hanya dipenuhi oleh hamparan pasir tanpa takut telapak kaki akan terluka.

Pada saat waktu sudah menunjukkan pukul empat sore, ini waktunya untuk memulai eksplorasi laut yang ternyata di sana juga menyediakan penyewaan banana boat yang harganya tidak sampai Rp.50.000. Ini sangat cocok untuk wisatawan yang ingin menikmati adrenalin bermain banana boat dnegan pengamanan khusus dari sang penyewa. Balik ke eksplorasi laut tadi, ada yang hanya sekedar menyisir bibir pantai sembari berfoto, ada yang duduk di tepi pantai, ada yang menyantap mie cup sembari bermain gitar, beragam aktifitas dapat dilakukan di sini sambil menunggu matahari terbenam. Keindahan pantai ini semakin terlihat saat matahari semakin menutup dirinya bersembunyi di ujung pandangan, air kian surut dan ini sudah saatnya kita untuk kembali ke permukaan untuk bilas dan bersiap-siap kembali ke kota.

Sebelum tertinggal, jembatan panjang yang melewati tengah laut yang dibahas sedikit di atas tadi menyajikan hamparan pantai yang benar-benar memanjakan mata dan menenangkan pikiran, cocok untuk sekedar mereflekskan diri dan melepas penat. Jembatan kecil ini cocok untuk berjalan di sana saat matahari tidak begitu terik karena bisa dipastikan hanya dengan 5 menit berdiam diri di sana di saat matahari sedang merah-merahnya, kulit akan terbakar walaupun sudah memakai sunscreen dan membuat kepala terasa berdenyut karena cuaca yang begitu panas. Tak terasa panggilan dari teman-teman sudah mulai berdatangan, satu persatu sudah mulai berbilas dan mengemasi barang mereka. Sebelum kami pulang tentunya tidak lupa untuk mengabadikan momen bersama yang akan dikenang nantinya. Bersama teman-teman yang menyenangkan, perjalanan kali ini terasa sungguh berkesan ditemani oleh destinasi wisata yang menarik dengan keunikan yang ada di dalamnya.

Bus sudah tiba dan kami mulai kembali ke dalam bus menempati posisi terbaik untuk beristirahat dari kegiatan menyenangkan yang juga melelahkan ini. Saat perjalanan tidak cukup 10 menit sudah banyak yang tertidur pulas dan akhirnya sampailah kami kembali di kampus sebagai titik kumpul awal dan akhir perjalanan indah ini.

Nah begitulah kisah keeksotisan yang berada di Batam, bagi wisatawan yang ingin juga menikmati keindahan Pantai Elyora. untuk datang ke sini hanya dengan Rp.10.000 sudah bisa mengantongi tiket masuk dengan biaya parkir dari rentang Rp.2.000 hingga Rp.5.000, dan untuk penyewaan gazebo Rp.100.000 bisa dipakai seharian untuk berteduh dari teriknya matahari dan rintikan hujan. Jadi gimana? Tertarik untuk mencicipinya juga?

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/keeksotisan-alam-di-balik-kilau-modern-kota-batam/65681/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 07 November 2026, 09.17 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Kekeringan Melanda Blora, PPSDM Migas Salurkan Bantuan Air Bersih ke Empat Wilayah Sekitar Cepu

Kepala Daerah Adu Keahlian Masak Nasi Goreng di HUT ke-357 Sulsel, Bupati Barru Turut Hadir

Ratusan UMKM Ikut Kecipratan Rezeki, Fun Walk HUT ke-58 Semen Tonasa Dibanjiri Puluhan Ribu Warga

Hidayatullah Sumut dan Kadin Medan Jajaki Kerja Sama Penguatan Ekonomi dan SDM

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Danau Gegas di Musi Rawas, Menanamkan Pendidikan Karakter melalui Kearifan Lokal

Christianto Salimanan Raih Best Pitching di Indonesia Youth Summit 2026, Usung 1.000 Garuda Impact

Tekuni Budidaya Ikan Lele, Salim Manfaatkan Layanan BRI Bojonegoro untuk Kembangkan Usaha

HUT ke-58, Semen Tonasa Gandeng BULOG Sediakan 580 Paket Sembako Murah di Pangkep

Pilihan Editor

  1. 1 Mantan Kanit Lantas Polsek Sedayu, Sunaryo Resmi Dilantik Jadi Lurah Argorejo Bantul
  2. 2

    Menyelamatkan Satu Kehidupan, Menyalakan Sejuta Harapan: Memaknai Pengabdian Kemanusiaan

  3. 3

    Tim Abdimas FH UPNVJ Edukasi Hukum Waris dan Perlindungan Lansia di GKPI Tangerang

  4. 4

    Nasabah Aninda Apresiasi Pelayanan BRI Cabang Bojonegoro, Transaksi Makin Mudah dan Nyaman

  5. 5

    Menatap Masa Depan Digital: Ketika Teknologi AI Hadir di Waduk Jatiluhur

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.