Oleh: Bambang Suharto, S.H.
JurnalPost.com - Sholat menurut bahasa artinya adalah berdoa, sedangkan menurut istilah Sholat adalah suatu perbuatan serta perkataan yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam sesuai dengan persyaratan yang ada. Mengerjakan ibadah Shalat adalah bentuk kepatuhan yang menghubungkan hamba yang beriman dengan Allah SWT dan ketika hamba melalaikan Sholat berarti melemahkan atau menghilangkan pondasi iman seseorang. Hadits menyatakan: "Barangsiapa mendirikan Sholat, ia menegakkan agama; barangsiapa meninggalkannya, ia merobohkan agama" (HR. Baihaqi). Karena itu, janganlah menunda-nunda shalat ketika tidak ada udzur, kerjakanlah sholat di awal waktu di masjid bagi muslim dan di rumah bagi muslimah. Allah SWT menciptakan manusia dan jin bertujuan agar mereka beribadah kepadaNYA.
Peran Orang Tua mengajarkan dan memahamkan kepada anaknya dalam meyakini ajaran Agama Islam dengan cara mengimani dan menjalankan Rukun Iman dan Rukun Islam. Sejak usia dini Orang Tua mengajarkan Rukun Iman seperti Iman kepada Allah, Iman Kepada Malaikat, Iman Kepada Kitab Allah, Iman kepada Nabi dan Rasul Allah, Iman kepada Hari Akhir, Iman kepada Qadha dan Qadhar. Dan juga Rukun Islam seperti Syahadat, Sholat, Puasa, Zakat, Naik Haji. Bisa disampaikan melalui lagu-lagu islami, membelikan bacaan buku islami, mengajak pergi ke majelis.
Keseimbangan hidup di dunia dan akhirat harus berimbang. Ibadah memang membutuhkan uang, terutama untuk menunaikan Rukun Islam seperti Haji, Umrah, Zakat, Infak, Sedekah, serta Kurban. Oleh karena itu seorang Muslim dan Muslimah wajib bekerja untuk menafkahi dirinya agar bisa bertahan hidup dan tidak menyusahkan orang lain. Uang berfungsi sebagai alat pendukung untuk menyempurnakan ibadah dan memperluas jangkauan sedekah. Oleh karena itu, mencari rezeki halal merupakan bagian dari usaha (ikhtiar) untuk mendukung aktivitas ibadah yang maksimal. Ungkapan bekerjalah untuk duniamu seakan-akan hidup selamanya, dan bekerjalah untuk akhiratmu seakan-akan mati besok berarti bahwa kita harus bersegera dalam beramal untuk akhirat dan tidak menunda-nunda.
Kesalehan diri dalam beribadah Sholat berdampak sosial terjalin toleransi nyata kerukunan antar umat beragama yang saling harmonis dan berdampingan. Alkisah seorang ulama yang masyhur bernama Abdullah bin Mubarak punya tetangga orang Yahudi tinggal dalam satu komplek perumahan. Ketika itu rumah milik orang Yahudi ini dijual diatas harga pasaran dengan harga yang sangat tinggi. Datanglah seorang calon pembeli rumah menemui orang Yahudi untuk membeli rumahnya. Orang Yahudi pun tanpa berpikir panjang langsung mematok harga 2000 Dinar. Calon pembeli rumahpun ini kaget bukan main dan mengatakan harga rumahmu terlalu mahal padahal seharusnya 1000 dinar pasaran harga rumah di kompleks ini.
Orang Yahudi pun menanggapi dan berkata “Memang, rumahku ini seharusnya berharga 1000 Dinar, akan tetapi yang 1000 Dinar lagi adalah harga bertetangga dengan Abdullah bin Mubarak.” Perkataan orang Yahudi itu ternyata ada yang menyampaikan kepada Abdullah bin Mubarak. Mendengar perkataan orang Yahudi, Abdullah bin Mubarak lantas bergegas berjalan mendatangi rumah sang Yahudi dan membawa uang 2000 Dinar untuk diberikan kepada Yahudi yang merupakan tetangganya, seraya berkata, “Jangan kau jual rumahmu itu!” Dari kedua kisah Muslim dan Non Muslim di atas kita menjadi paham, bahwa menjadi orang saleh memberikan dampak positif menciptakan toleransi kerukunan antar umat bergama tanpa memandang dan mebedakan Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan.
Seorang Muslim dan Muslimah yang Istiqomah beribadah Sholat jangan sampai lalai membikin kesan ujub diri merasa paling mulia dan menghina serta memusuhi saudara seiman dengan sebutan Kafir. Perbuatan ini adalah tindakan haram dan dosa besar yang sangat dilarang dalam Islam karena dapat memecah belah umat. Menuduh Muslim dan Muslimah Kafir tanpa dasar syari yang kuat adalah perbuatan keji yang melanggar batas. Harusnya mereka yang belum tekun beribadah disadarkan dengan nasehat tutur kata lembut supaya kembali ke jalan yang benar dan kembali tekun beribadah kepada Allah SWT. Saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran adalah perintah Allah SWT dalam QS. Al-'Ashr: 1-3 sebagai kunci manusia agar tidak merugi. Ini mencakup kewajiban mengingatkan sesama untuk taat beribadah/menegakkan kebenaran dan bersabar atas ujian serta taat kepada Allah. Nasihat harus disampaikan dengan santun dan ilmu.
Kesimpulan yang bisa ditarik bahwa Sholat itu Rukun Islam yang wajib dikerjakan umat Muslim dan muslimah diawal waktu tanpa menunda nunda jika tidak ada udzur. Dengan tekun beribadah sholat setiap hari berarti mengingat Allah SWT dan tidak putus dari rahmatNYA serta membentengi diri dari perbuatan keji dan munkar. Orang yang taat beribadah Sholat kepada Allah SWT akan dimuliakan dimanapun ia berada. Dampak ibadah Sholat dalam lingkungan Sosial menciptakan kesejukan dalam berinteraksi sosial di masyarakat dan mempererat persaudaraan sesama umat muslim dan menjunjung toleransi ketika berinteraksi dengan non muslim. Ilmu, Iman dan Amal merupakan pondasi utama dalam menjalin hubungan Habluminallah dan Habluminnanas. Dan implementasi yang paling terpenting puncak dari ibadah Sholat bagi seorang Muslim dan Muslimah yaitu kasih sayang dan hidup rukun berdampingan dengan sesama muslim dan non muslim serta meminimalisirkan konflik antar sesama manusia sebagai ciptaan Allah SWT.
Bambang Suharto, S.H. : Penulis adalah alumni Fakultas Hukum Universitas Trunojoyo bergelar Sarjana Hukum (S.H.),
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda