Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Islam dan Politik Luar Negeri Indonesia (Era Presiden Soekarno - Presiden Jokowi)

Islam dan Politik Luar Negeri Indonesia (Era Presiden Soekarno - Presiden Jokowi)

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
10 Juni 2023, 20.41 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
6 menit baca
Islam dan Politik Luar Negeri Indonesia (Era Presiden Soekarno - Presiden Jokowi)
Foto oleh Irgi Nur Fadil dari Pexels: https://www.pexels.com/photo/man-holding-a-flag-14226731/

Oleh: Sofie Zhafira Mahasiswi Hubungan Internasional - Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

JurnalPost.com - Indonesia adalah sebuah negara yang memiliki aneka keberagaman seperti keberagaman budaya, suku, adat, dan juga agama. Islam adalah salah satu agama mayoritas yang dianut oleh masyarakat Indonesia, sehingga negara ini menjadi salah satu negara dengan umat Muslim terbanyak di dunia, dengan demikian tidak menutup kemungkinan bahwa Islam menjadi salah satu faktor dari terbentuknya sebuah kebijakan luar negeri Indonesia. Namun, Pemimpin suatu negara yang terus berganti akan menghasilkan kebijakan luar negeri yang berbeda-beda, begitu juga negara Indonesia.

IKLAN

Era Presiden Soekarno Pada awal kemerdekaan Indonesia, Mesir adalah negara pertama yang mengakui kedaulatannya yang kemudian diikuti oleh negara-negara Arab lain dan organisasi regional yang mendukung kemerdekaan Indonesia karena adanya persamaan identitas muslim. Mesir adalah salah satu negara yang terletak di kawasan Timur Tengah yang identik dengan agama Islam, salah satu negaranya yaitu Palestina juga telah mendukung Indonesia untuk merdeka sejak lama, selain itu Indonesia juga dikenal memiliki hubungan yang cukup baik dengan negara-negara di kawasan tersebut. Selain melakukan diplomasi dengan negara-negara Arab di kawasan Timur Tengah, Indonesia juga melakukan diplomasi dengan negara lain, salah satunya yaitu negara Pakistan, Indonesia juga memberikan dukungannya kepada negara tersebut atas dasar persamaan identitas Islam. Pada masa orde lama ini, Indonesia telah aktif dalam membangun hubungan dengan berbagai negara di dunia yang dilakukan demi mencapai kepentingan nasional saat itu yaitu untuk mendapatkan pengakuan kemerdekaan dari negara lain. Dengan demikian, dalam era kepemimpinannya yang lebih outward looking, Presiden Soekarno mungkin telah menjadikan Islam sebagai salah satu alat diplomasi Indonesia demi mencapai kepentingan nasionalnya dengan bantuan berbagai aktor yang terlibat.

Kehamilan
Baca Juga

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Era Presiden Soeharto Berbeda dengan Presiden Soekarno yang melihat bahwa ancaman negara berasal dari lingkungan internasional, Presiden Soeharto melihat bahwa pada era kepemimpinannya ancaman bagi negara Indonesia ada dari lingkungan internal atau domestik. Dalam era kepemimpinan Presiden Soeharto, negara Indonesia terlihat lebih pasif dalam partisipasinya di Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dibandingkan dengan forum internasional lainnya seperti GNB dan ASEAN. Pada masa Orde Baru ini para rezim juga seringkali mengacuhkan aspirasi umat Islam di Indonesia dalam beberapa kasus untuk menghindari adanya pandangan dari negara-negara Barat bahwa Indonesia memberikan ruang kepada kelompok Islam radikal. Dengan demikian faktor Islam pada era Presiden Soeharto tidak begitu berpengaruh dalam perumusan dan kebijakan luar negeri Indonesia.

IKLAN

Era Presiden Habibie Presiden Habibie resmi dilantik menjadi Presiden RI setelah Presiden Soeharto secara resmi melepaskan jabatannya sebagai Presiden RI di tahun 1998. Pada era kepemimpinannya, Presiden Habibie lebih banyak melakukan hubungan dengan lembaga keuangan internasional dan negara-negara Barat seperti Amerika Serikat dibandingkan dengan negara-negara yang identik dengan Islam di kawasan Timur Tengah, hal ini dilakukan demi mencapai kepentingan nasional Indonesia saat itu untuk memulihkan ekonomi domestik dengan dorongan dan bantuan dunia internasional dalam bentuk kerjasama dan lain-lain. Walaupun pada era kepemimpinannya memiliki banyak dukungan dari berbagai kelompok Islam, namun bisa disimpulkan bahwa faktor Islam tidak terlalu berpengaruh dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan luar negeri Indonesia saat itu.

Era Presiden Abdurrahman Wahid Presiden Abdurrahman Wahid resmi terpilih menjadi presiden dengan dukungan dari berbagai partai politik Islam seperti PPP, PKB dan lain-lain. Presiden Wahid sendiri merupakan sosok yang dikenal sebagai tokoh dari Nahdlatul Ulama yang merupakan salah satu organisasi Islam di Indonesia. Walaupun demikian, pada era kepemimpinannya, kebijakan luar negeri yang dilaksanakan oleh Indonesia tidaklah cenderung memihak kepada negara-negara Islam, hal ini karena para pemimpin harus melaksanakan kebijakan luar negeri atas prinsip bebas aktif untuk mencapai kepentingan nasionalnya. Presiden Abdurrahman Wahid sempat memiliki rencana untuk membuka hubungan perdagangan dengan Israel, namun rencana itu gagal dilaksanakan karena menimbang adanya berbagai kecaman dan kritikan dari umat Muslim di Indonesia. Dengan demikian, faktor Islam dalam mempengaruhi kebijakan luar negeri Indonesia pada era Presiden Wahid bersifat terbatas.

Era Presiden Megawati Presiden Megawati adalah Presiden perempuan pertama di Indonesia, yang pada era kepemimpinannya sangat mengutamakan kepentingan ekonomi dan politik Indonesia, Presiden Megawati juga berfokus untuk meningkatkan citra Indonesia di lingkungan internasional dengan cara melakukan berbagai upaya diplomasi dengan negara lain. Sejak awal era kepemimpinannya faktor Islam memang tidak memiliki posisi yang utama dalam formulasi dan pelaksanaan kebijakan luar negeri, hal ini juga terlihat dimana Presiden Megawati sangat jarang melakukan kunjungan ke negara-negara Arab di Timur Tengah pada saat itu. Namun setelah terjadinya peristiwa 9/11, Presiden Megawati telah memberikan ruang yang luas bagi faktor Islam di dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan luar negeri saat itu, khususnya untuk mengkonstruksi citra Islam moderat di Indonesia.

Foto Besama TIM
Baca Juga

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Era Presiden SBY Para era kepemimpinan Presiden SBY, keaktifan Indonesia dalam dunia internasional mulai meningkat. Pada saat itu terlihat bahwa faktor Islam memiliki pengaruh dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan luar negeri dimana Presiden SBY aktif dalam melakukan kegiatan diplomasi terhadap negara-negara Islam di dunia, aktif berperan dalam OKI, dan juga aktif dalam mempromosikan nilai-nilai Islam moderat dan demokrasi yang dilakukan dengan berbagai kegiatan, salah satunya adalah melakukan kerjasama dengan organisasi masyarakat Islam seperti Muhammadiyah dan NU.

Era Presiden Jokowi Pada era kepemimpinannya di tahun 2014-2019, Indonesia telah aktif melakukan berbagai upaya diplomasi dengan negara-negara Islam, pada tahun 2016 Indonesia telah tampil sebagai mediator dalam konflik Arab Saudi dan Iran, aktif dalam penyelesaian krisis kemanusiaan Muslim Rohingya di Myanmar, berperan sebagai fasilitator perdamaian terhadap Afghanistan, serta aktif dalam OKI, KAA, dan PBB. Selain itu dalam era ini, Indonesia juga tetap konsisten untuk terus memberikan bantuan kepada Palestina baik secara teknis maupun non-teknis, dengan demikian faktor Islam ikut berpengaruh dengan batas-batas tertentu dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan luar negeri Indonesia pada saat itu.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/islam-dan-politik-luar-negeri-indonesia-era-presiden-soekarno-presiden-jokowi/52745/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 06.08 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik

Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

Pilihan Editor

  1. 1 Digitalisasi Bank Syariah Permudah Transaksi, Keamanan Data Nasabah Jadi Tantangan Utama
  2. 2

    Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

  3. 3

    Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

  4. 4

    Rp144,82 Miliar Raib dalam Hitungan Jam: Ada Apa di Balik Pembobolan Bank Jambi?

  5. 5

    Tinggalkan Buku Kas Manual, Pelaku UMKM Manggarsari Kini Kelola Keuangan Lewat Ponsel

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.