Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Pendidikan
  3. Guru Didorong Menilai Lebih Objektif terhadap Kemampuan Siswa

Guru Didorong Menilai Lebih Objektif terhadap Kemampuan Siswa

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
10 Mei 2016, 13.07 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Guru Didorong Menilai Lebih Objektif terhadap Kemampuan Siswa
Para Pendidik di Bone dilatih Modul III USAID PRIORITAS

BONE, JURNALPOST - Selama ini, penilaian sekolah terhadap siswa lebih banyak ditujukan pada aspek pengetahuan atau kognitif. Para guru biasa menilai siswa lewat ujian tertulis, baik lewat pilihan ganda, menjawab titik-titik, memasangkan jawaban dan sedikit pertanyaan esai, “Penilaian demikin tidak bisa sepenuhnya memperlihatkan kemampuan siswa. Bisa jadi malamnya siswa ada masalah dengan keluarga, tidak bisa tidur dan agak linglung sehingga tidak berhasil menjawab soal-soal ujian satu jam tersebut dengan baik. Dia sudah belajar sepanjang semester dan sehari-hari menunjukkan keaktifan belajar dan ketrampilan menganalisis, tapi ternyata nilainya lebih banyak ditentukan oleh satu jam ujian tersebut. Ini tentu tidak adil!” ujar Jamaruddin, Koordinator Provinsi USAID PRIORITAS untuk Sulawesi Selatan (10 Mei 2016).

Para Pendidik di Bone dilatih Modul III USAID PRIORITAS

Menurutnya, pada penilaian tradisional demikian, siswa hanya diberikan pilihan untuk merespon dan hanya mengingat informasi pengetahuan untuk menjawab pertanyaan. “Penilaian demikian gagal dalam mengungkap kinerja intelektual yang kompleks yang dibutuhkan dalam kehidupan,” ujarnya lebih lanjut.

IKLAN

Menurutnya, agar penilaian lebih holistik, USAID PRIORITAS telah melatih para guru untuk menggunakan model penilaian yang lebih objektif yaitu penilaian otentik. “Dengan modul dua dan tiga USAID PRIORITAS yang sejalan dengan kurikulum 2013 yang akan diterapkan secara nasional, para guru dilatih untuk melakukan penilaian terhadap siswa dengan lebih objektif lewati penilaian terhadap kinerja atau performance siswa berdasarkan penentuan kompetensi dasar sikap, ketrampilan dan pengetahuan yang ingin dicapai, “ ujarnya.

Ketika AI bisa menjawab
Baca Juga

Ketika AI Bisa Menjawab, Guru Harus Mengajarkan Apa?

Agar menguasai model penilaian tersebut, para peserta dalam pelatihan USAID PRIORITAS dilatih untuk menentukan kriteria atau aspek yang akan dinilai dalam suatu pembelajaran, dan menentukan indikator aspek tersebut. “Penilaian seperti ini menitikberatkan pada produk dan proses pembelajaran. Pada proses pembelajaran, guru-guru akan memperhatikan aktivitas, respon, kegiatan, minat, sikap, dan upaya-upaya siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Berdasarkan hal tersebut, guru harus mampu mengumpulkan informasi untuk penilaian baik pada ranah kognisi, psikomotorik maupun afeksi,” ujarnya. Berdsarkan penilaian seperti ini, maka perkembangan, kemajuan dan kesulitan belajar siswa akan bisa diketahui dan bisa jadi bahan evaluasi, ujarnya.

IKLAN

Namun menurut Jamaruddin, seringkali guru mengalami kesulitan menentukan aspek dan indikator penilaian. “Mereka juga sering merasa tak cukup waktu, karena harus mengajar sambil menilai,” tandasnya.

Hal ini diamini oleh Sukayati, guru SDN Bajoe Bone. “Saya merasa kesulitan memberikan nilai angka dengan model penilaian seperti ini, karena setiap angka harus disertai keterangan alasan penilaiannya yang berbentuk rubrik,” ujarnya saat menerima pelatihan modul tiga USAID PRIORITAS bersama para pendidik dari 16 sekolah binaan USAID PRIORITAS di Bone, Sulsel.

“Pelatihan yang diberikan USAID PRIORITAS akan memudahkan para guru mendalami model penilaian seperti ini, baik menyusun maupun melaksanakannya pada saat pembelajaran,” pungkas Jamaruddin.

Begini Cara Sederhana Tumbuhkan Kemampuan Menulis Siswa
Baca Juga

Begini Cara Sederhana Tumbuhkan Kemampuan Menulis Siswa

Di Sulawesi Selatan, USAID PRIORITAS melaksanakan pelatihan semacam itu di 13 Kabupaten/Kota yaitu Bantaeng, Takalar, Makassar, Maros, Pangkep, Parepare, Wajo, Enrekang, Tana Toraja, Soppeng, Pinrang, Sidrap dan Bone.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/guru-didorong-menilai-lebih-objektif-terhadap-kemampuan-siswa/2520/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 19.58 WITA

  • #Guru
  • #Siswa
  • #USAID PRIORITAS
  • #aspek pengetahuan

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

Digitalisasi Bank Syariah Permudah Transaksi, Keamanan Data Nasabah Jadi Tantangan Utama

Pilihan Editor

  1. 1 Bertahan 15 Tahun, Usaha Katering Jajanan Ariani di Bojonegoro Kini Beromzet Rp14 Juta
  2. 2

    Warga Sampetan Belajar Kelola Lampu Jalan Tenaga Surya Berbasis IoT Bersama Dosen Polines

  3. 3

    Benturan Kertas dan Layar: Saat Protokol Notaris Terjebak di Pusaran Legal Deadlock Digital

  4. 4

    Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

  5. 5

    Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.