Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Artikel
  3. Gen Alpha dan Code-Switching: Wajah Baru Bahasa di Era Global

Gen Alpha dan Code-Switching: Wajah Baru Bahasa di Era Global

Foto profil Fatimah
Editor: Fatimah
17 Juni 2025, 16.58 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Gen Alpha

Disusun oleh: Anisa Lutvia, Nuriza Syahrani, Martinus Mone

JurnalPost.com - Generasi Alpha adalah kelompok anak-anak yang dilahirkan sejak tahun 2010 dan merupakan generasi pertama yang sudah akrab dengan teknologi digital sejak mereka lahir. Hidup mereka sangat dipengaruhi oleh teknologi, seperti ponsel pintar, internet, dan platform media sosial. Tidak seperti generasi sebelum mereka, Generasi Alpha tumbuh di dalam sebuah lingkungan yang sangat terhubung dengan dunia internasional, khususnya melalui konten digital berbahasa Inggris yang mereka akses hampir setiap hari. Paparan yang mendalam terhadap bahasa asing ini menciptakan pola berbahasa yang istimewa dan berbeda, mencerminkan suatu era baru dalam dinamika berbahasa.

IKLAN

Salah satu karakteristik utama dalam pola komunikasi Generasi Alpha adalah kecenderungan mereka untuk menggabungkan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Fenomena ini disebut sebagai campur kode dan peralihan kode, yang merujuk pada penggunaan dua bahasa dalam satu ungkapan atau dialog. Dalam penerapannya, hal ini tidak lagi dipandang sebagai kesalahan berbahasa, melainkan sebagai bentuk ekspresi yang normal dan bahkan sering dianggap lebih “modern” atau sesuai dengan zaman di antara kelompok mereka.

BPDD Jakarta
Baca Juga

Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

Pemakaian istilah dari bahasa lain ini sering dipandang lebih singkat, lebih tepat dalam pengungkapan, atau bahkan lebih menarik. Mereka sudah biasa mendengarkan dan membaca bahasa Inggris lewat YouTube, TikTok, film, dan permainan daring.

Fenomena ini menggambarkan bahwa bahasa adalah sesuatu yang selalu berkembang dan beradaptasi seiring dengan perubahan zaman. Di tengah fenomena globalisasi, Generasi Alpha secara alami menciptakan cara berkomunikasi yang baru, yang mencerminkan identitas mereka yang digital, global, dan mampu melakukan banyak tugas sekaligus. Bahasa tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, melainkan juga sebagai lambang identitas sosial dan budaya yang mencerminkan keterkaitan dengan masyarakat global yang lebih besar.

IKLAN

Namun, disamping keuntungan yang ada, terdapat beberapa tantangan yang muncul. Salah satu kekhawatiran yang muncul adalah berkurangnya kemampuan dalam memakai bahasa Indonesia secara formal, khususnya dalam situasi akademik atau profesional. Banyak anak mulai mengalami kesulitan dalam menulis atau berbicara dengan penggunaan bahasa Indonesia yang tepat, akibat kebiasaan mereka yang lebih memilih gaya komunikasi informal dan bercampur. Kekhawatiran ini bisa mempengaruhi tingkat literasi pada generasi yang akan datang.

Dengan demikian, fenomena ini perlu dihadapi dengan kebijaksanaan. Di satu sisi, keterampilan bilingual adalah sumber daya berharga yang harus ditingkatkan. Menguasai dua bahasa atau lebih akan memberikan keuntungan kompetitif di masa depan, terutama dalam bidang pekerjaan dan interaksi global. Namun, di sisi lain, sangat penting untuk menjamin bahwa generasi muda tetap menguasai bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Bahasa bukan sekadar sarana berkomunikasi, melainkan juga merupakan bagian penting dari identitas dan karakter suatu bangsa.

Riverbank Environmental Inspection
Baca Juga

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Oleh karena itu, peran aktif dari berbagai pihak sangat dibutuhkan, khususnya dari orang tua, pendidik, dan pembuat kebijakan di bidang pendidikan. Di sekolah, pengajaran kurikulum bahasa Indonesia perlu dilakukan dengan cara yang menarik dan sesuai dengan kehidupan anak-anak, sehingga mereka tidak menganggap bahasa Indonesia sebagai sesuatu yang “usang.” Demikian juga di rumah, orang tua dapat berperan sebagai teladan dalam menggunakan bahasa Indonesia yang baik dalam interaksi sehari-hari, sambil tetap mendukung penguasaan bahasa asing dengan seimbang.

Dari sudut pandang yang positif, fenomena ini mengindikasikan bahwa anak-anak dari Generasi Alpha memiliki kemampuan yang sangat baik untuk mengembangkan keterampilan komunikasi antarbudaya sejak usia yang muda. Mereka sering beralih antara dua sistem bahasa, yang mencerminkan fleksibilitas berpikir dan kemampuan untuk beradaptasi secara kognitif. Namun, potensi ini harus diimbangi dengan pengembangan agar mereka tidak melupakan budaya asal mereka.

Fenomena penggunaan bahasa campuran oleh Generasi Alpha mencerminkan transformasi sosial dan budaya di zaman digital. Mereka tidak hanya menggabungkan dua bahasa, tetapi juga menciptakan identitas bahasa baru yang muncul dari interaksi antara budaya lokal dan budaya global. Dalam menghadapi perubahan ini, peran pendampingan menjadi sangat krusial agar mereka bisa berkembang sebagai individu yang tidak hanya mahir dalam berbahasa, tetapi juga bijaksana dalam memilih serta menghargai bahasa.

Dengan pendekatan yang seimbang, Generasi Alpha berpotensi menjadi generasi yang luar biasa, tidak hanya unggul di kancah global, tetapi juga kokoh dalam identitas nasionalnya. Mereka bisa berfungsi sebagai penghubung antara berbagai budaya, serta antara masyarakat lokal dan global, asalkan mereka tetap mengenal, memahami, dan mencintai bahasa asal mereka.

Pengendara menggunakan ponsel saat berhenti di lampu merah, ilustrasi pelanggaran lalu lintas.
Baca Juga

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/gen-alpha-dan-code-switching-wajah-baru-bahasa-di-era-global/82404/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 03.24 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Pilihan Editor

  1. 1 Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat
  2. 2

    Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

  3. 3

    Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

  4. 4

    Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik

  5. 5

    Bertahan 15 Tahun, Usaha Katering Jajanan Ariani di Bojonegoro Kini Beromzet Rp14 Juta

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.