Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Artikel
  3. Perbedaan Bahasa Inggris di Dunia Pendidikan dan Kehidupan Sehari-hari

Perbedaan Bahasa Inggris di Dunia Pendidikan dan Kehidupan Sehari-hari

Foto profil Fatimah
Editor: Fatimah
16 Juni 2025, 10.49 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Perbedaan Bahasa Inggris di Dunia Pendidikan dan Kehidupan Sehari-hari

Oleh : Muhammad Ramdhan Ilhami, Azira Firdha, Mira Khoirunnisa, Eli Kasih Harefa

JurnalPost.com - Bahasa Inggris, sebagai bahasa internasional, telah menjadi bagian penting dalam dinamika globalisasi, termasuk di Indonesia. Dari ruang kelas hingga laman media sosial, dari buku teks hingga komentar YouTube, bahasa ini hadir dalam berbagai bentuk dan fungsi. Namun, bentuk dan cara penggunaannya tidaklah tunggal. Ada perbedaan mendasar antara bahasa Inggris yang digunakan di dunia pendidikan yang bersifat formal dan bahasa Inggris yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari yang cenderung informal. Perbedaan ini bukan sekadar soal pilihan kata, tetapi juga menyentuh aspek budaya, tujuan komunikasi, serta identitas sosial penggunanya.

IKLAN

Penggunaan bahasa Inggris di dunia pendidikan menekankan pada struktur dan ketepatan tata bahasa. Mahasiswa atau pelajar dituntut untuk menggunakan struktur kalimat yang akurat, kosa kata akademis, serta mengikuti kaidah penulisan yang sudah distandardisasi. Seperti dijelaskan oleh Hyland (2006), tulisan akademik memiliki karakteristik yang bersifat objektif, formal, dan berfokus pada argumentasi logis. Oleh karena itu, frasa seperti “moreover”, “therefore”, dan “in contrast” lebih disukai dibandingkan ekspresi santai seperti “plus” atau “but then”.

BPDD Jakarta
Baca Juga

Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

Penggunaan passive voice dan kalimat kompleks juga lazim ditemukan. Misalnya, dalam sebuah laporan ilmiah, kalimat seperti “It was concluded that the experiment yielded inconclusive results” dianggap lebih tepat dibandingkan“We figured out that the experiment didn’t work.” Hal ini sejalan dengan pandangan Swales & Feak (2012) yang menyatakan bahwa bahasa akademik cenderung menghindari sudut pandang personal agar terdengar lebih netral dan dapat dipertanggungjawabkan.

Namun, pendekatan ini sering menciptakan jarak antara pelajar dan penggunaan bahasa Inggris dalam konteks nyata. Banyak siswa yang mampu menyusun esai dengan struktur kompleks, namun kesulitan saat berbicara dalam situasi informal karena takut melakukan kesalahan.

Sebaliknya, bahasa Inggris informal lebih mengedepankan ekspresi personal dan efektivitas komunikasi, ketimbang ketepatan tata bahasa. Dalam kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan digital dan sosial, frasa seperti “Wanna grab some coffee?”, “LOL, that’s so weird!”, atau “I’m gonna crash now.” sangat umum digunakan—dan semuanya akan dianggap tidak tepat dalam konteks akademik.

IKLAN

Seperti diungkapkan oleh Crystal (2011), bahasabahasa informal berkembang pesat di era digital karena media sosial mendorong gaya komunikasi yang ringkas, cepat, dan personal. Kata-kata slang seperti “ghosting”, “vibe”, atau singkatan seperti “brb”, “tbh”, bahkan emoji, memperkaya nuansa ekspresi tetapi sering kali membingungkan bagi pelajar yang hanya belajar bahasa Inggris dari buku teks konvensional.

Riverbank Environmental Inspection
Baca Juga

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Lebih jauh, penggunaan bahasa ini tidak hanya mencerminkan pilihan gaya bicara, tetapi juga membangun identitas sosial. Sebuah studi oleh Androutsopoulos (2006) menunjukkan bahwa gaya bahasa yang digunakan di media sosial mencerminkan afiliasi kelompok, generasi, bahkan aspirasi budaya dari penggunanya.

Di era digital yang cair ini, batas antara formal dan informal mulai kabur. Banyak email profesional yang diawali dengan sapaan “Hope you’re doing well”, dan tidak jarang dosen pun mulai menyisipkan humor atau gaya yang lebih santai dalam pembelajaran daring untuk menjaga kedekatan dengan mahasiswa.

Fenomena ini memperkuat pentingnya kompetensi register switching, yaitu kemampuan untuk beralih antara bahasa formal dan informal sesuai dengan konteks komunikasi. Seperti ditegaskan oleh Biber et al. (1999), keberhasilan komunikasi dalam bahasa Inggris sangat bergantung pada kesesuaian gaya bahasa dengan tujuan dan situasi. Seseorang yang hanya mahir dalam satu gaya bahasa akan mengalami hambatan dalam berbagai konteks, baik akademik, sosial, maupun profesional.

Akhirnya, perlu disadari bahwa bahasa adalah alat komunikasi, bukan sekadar ujian tata bahasa. Dalam ruang kelas, kita membutuhkan struktur dan ketepatan. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, kehangatan dan keluwesan berbahasa lebih diutamakan. Menguasai keduanya adalah bentuk literasi bahasa yang ideal.

Pengendara menggunakan ponsel saat berhenti di lampu merah, ilustrasi pelanggaran lalu lintas.
Baca Juga

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Jadi, tidak perlu merasa bersalah jika di pagi hari Anda menulis esai berjudul “An Analytical Review on Postcolonial Discourse in Modern Literature”, lalu sorenya mengirim pesan ke teman dengan isi “idk what’s going on tbh lol”. Dunia akademik dan dunia gaul masing-masing punya panggungnya. Dan menjadi mahir di keduanya, itulah keahlian berbahasa yang sebenarnya.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/perbedaan-bahasa-inggris-di-dunia-pendidikan-dan-kehidupan-sehari-hari/82348/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 03.25 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Sudah 15 Tahun Jadi Nasabah BRI, Keluarga Leni Setia di Bojonegoro Miliki 10 Rekening untuk Berbagai Kebutuhan

Jangan Asal Sebar Angket! Pentingnya Uji Validitas dan Reliabilitas untuk Menjamin Kualitas Instrumen Penelitian

UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

Pilihan Editor

  1. 1 Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik
  2. 2

    HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

  3. 3

    Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

  4. 4

    Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

  5. 5

    Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.