Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Artikel
  3. Peran Multimedia Dalam Peningkatan Kemampuan Bahasa Inggris

Peran Multimedia Dalam Peningkatan Kemampuan Bahasa Inggris

Foto profil Fatimah
Editor: Fatimah
16 Juni 2025, 20.00 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Peran Multimedia Dalam Peningkatan Kemampuan Bahasa Inggris

Disusun oleh: Fatkur Rohman, Febby Yanah Aprillia, Harlina Salsabila, Yoshua Edy S.

JurnalPost.com - Bahasa inggris dikenal sebagai bahasa global yang memainkan peran krusial dalam berbagai bidang kehidupan. Perkembangannya yang pesat dalam dunia pendidikan, teknologi, terutama dunia kerja, menjadikan bahasa inggris sebagai kompetensi yang tidak bisa diabaikan. Saat ini, penguasaan bahasa Inggris bukan hanya menjadi keunggulan tambahan, tetapi telah berubah menjadi kebutuhan utama yang berpengaruh terhadap perkembangan dan kesuksesan karier seseorang. Dalam konteks dunia kerja, kemampuan berbahasa Inggris sering kali menjadi salah satu indikator utama dalam proses rekrutmen dan pengembangan karier. Perusahaan-perusahaan, baik yang berskala internasional maupun nasional, kini semakin memprioritaskan calon karyawan yang memiliki kemampuan Bahasa Inggris aktif, terutama dalam berbicara dan menulis.

IKLAN

Namun, sangat disayangkan bahwa kesadaran akan pentingnya penguasaan Bahasa Inggris masih belum merata di kalangan masyarakat. Tidak sedikit individu yang menyepelekan peran bahasa inggris saat menempuh pendidikan atau menjalani aktivitas sehari-hari. Setelah mereka memasuki dunia kerja dan menghadapi tantangan komunikasi global, barulah mereka menyadari betapa pentingnya kemampuan tersebut. Banyaknya peluang kerja, beasiswa, hingga akses informasi global yang terlewatkan hanya karena keterbatasan kemampuan bahasa Inggris. Meski begitu, banyak orang menghadapi tantangan saat mempelajari bahasa Inggris, salah satu penyebab utamanya adalah metode pembelajaran yang kurang menarik atau membosankan bagi pelajar. Metode yang terlalu berfokus pada teori tata bahasa (grammar) tanpa mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari membuat banyak pelajar merasa jenuh dan kurang termotivasi.

BPDD Jakarta
Baca Juga

Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

IKLAN

Oleh karena itu, dibutuhkan metode pembelajaran yang lebih menyenangkan agar proses belajar menjadi lebih efektif dan tidak membosankan. Pembelajaran Bahasa Inggris tidak selalu dipelajari dalam lingkungan sekolah, namun bisa dipelajari secara otodidak, salah satunya dengan pemanfaatan multimedia sebagai alat bantu paling efektif. Dalam sebuah penelitian, 95% responden mengatakan bahwa musik dan film adalah salah satu media pembelajaran yang menyenangkan karena mampu menghadirkan suasana belajar yang lebih rileks, tidak membosankan, dan penuh dengan konteks nyata yang mudah dipahami. Musik dan film menyajikan bahasa dalam bentuk yang hidup, melalui intonasi, ekspresi, dan situasi sehari-hari, sehingga membantu pelajar memahami Bahasa Inggris secara alami tanpa tekanan.

Misalnya, saat mendengarkan lagu berbahasa Inggris, pelajar tidak hanya belajar kosakata baru, tetapi juga pelafalan dan idiom yang umum digunakan dalam percakapan. Demikian pula saat menonton film, mereka dapat melihat langsung bagaimana struktur kalimat dan ekspresi digunakan dalam interaksi sosial nyata. Melalui media tersebut kita dapat meningkatkan keterampilan membaca, mendengarkan serta mengaplikasikan secara natural dalam kehidupan sehari-hari. Metode ini terbukti efektif dan telah diterapkan oleh sejumlah individu, termasuk almarhum musisi Glenn Fredly. Beliau mengasah kemampuan bahasa Inggrisnya sendiri dengan bantuan lagu dan tayangan film, Glenn pernah menyampaikan bahwa dirinya terbiasa menonton film tanpa teks terjemahan agar bisa langsung memahami alur cerita dari dialog yang disampaikan para tokohnya. Baginya, belajar bahasa Inggris tidak harus selalu melalui pendekatan teori atau teks, namun tetap penting bagi setiap orang untuk menguasainya.

Penyanyi lagu Januari ini juga berpendapat bahwa kemampuan seseorang tidak seharusnya diukur dari seberapa mahir ia dalam grammar atau seberapa luas kosa katanya, melainkan dari seberapa besar kemauan dan keberaniannya untuk terus belajar. Selain itu, Agnes Monica yang merupakan salah satu penyanyi asal Indonesia, pernah mengungkapkan dalam beberapa wawancara bahwa salah satu cara ia belajar bahasa Inggris sejak usia dini adalah dengan rutin mendengarkan serta menyanyikan lagu-lagu berbahasa Inggris. Sejak kecil, Agnez sering menyanyikan lagu-lagu dari penyanyi internasional seperti Whitney Houston, Mariah Carey, dan Michael Jackson. Ia meniru cara mereka melafalkan kata, memahami makna lirik, dan bahkan menghafal lagu-lagunya. Proses ini membuat kemampuan mendengar (listening) dan berbicaranya (speaking) dalam bahasa Inggris berkembang secara alami. Selain itu, Agnez juga menyebut bahwa menyanyi dalam bahasa Inggris membantunya membangun rasa percaya diri dalam berkomunikasi. Ia tidak hanya mempelajari bahasa secara teknis, tetapi juga menangkap nuansa emosional dan ekspresi dalam bahasa tersebut, melalui lagu.

Hal ini sangat membantunya saat kemudian ia berkarier di kancah internasional, termasuk saat bekerja sama dengan musisi Amerika seperti Timbaland dan Chris Brown. Kisah inspiratif dari dua musisi tanah air Indonesia menjadi bukti bahwa pembelajaran Bahasa Inggris bisa dilakukan secara otodidak, asalkan dibarengi dengan niat, tekad, dan keberanian untuk mencoba. Keberanian untuk belajar jauh lebih penting daripada sekadar kemampuan menghafal grammar atau kosakata. Dengan demikian, menguasai Bahasa Inggris di era modern bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan. Dalam dunia yang semakin terhubung secara global, kemampuan berbahasa Inggris menjadi modal utama untuk menjangkau lebih banyak peluang. Siapa pun dapat melakukannya asalkan memiliki kemauan kuat dan menggunakan metode yang tepat. Mari mulai dari hal kecil dan menyenangkan, karena dari sanalah pintu menuju potensi diri dan pemahaman dunia yang lebih luas akan terbuka.

Riverbank Environmental Inspection
Baca Juga

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/peran-multimedia-dalam-peningkatan-kemampuan-bahasa-inggris/82386/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 03.25 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

Cerita yang TerNARAsi dalam Potongan yang Menyambungkan

Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?

Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

Pilihan Editor

  1. 1 Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3
  2. 2

    Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

  3. 3

    Saat Pasar Sepi Pembeli, Pasar.id BRI Bojonegoro Jadi Peluang Pedagang Menjangkau Pelanggan Baru

  4. 4

    Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

  5. 5

    Mengenal Dasar Hukum Pemerintahan Nagari di Sumatera Barat, dari Warisan Adat hingga Tantangan Penerapannya

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.