JurnalPost.com - Mangrove merupakan suatu formasi tumbuhan yang jumlahnya banyak dan tumbuh pada wilayah pasang surut garis bantai. Mangrove juga disebut sebagai tumbuhan bakau. Umumnya mereka tumbuh di air payau dan mendapatkan pengaruh dari pasang surut air laut. Hal itu yang membuat hutannya tergenang air ketika pasang, dan bebas genangan pada saat air sedang surut.
Mengutip dari fakta yang beredar, Indonesia termasuk dalam salah satu negara yang memiliki luas Mangrove terbesar di dunia dengan persentase 19% dari total mangrove di dunia atau diperkirakan sekitar 4.25 juta hektare. Karena memang masih termasuk hutan yang kaya akan kehijauan, maka mangrove terhitung sebagai penghasil oksigen yang besar, bahkan dinilai lebih besar daripada tumbuhan darat lainnya. Dengan luas itu juga, maka kawasan Mangrove tersebar ke beberapa wilayah seperti di Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Tentu dengan adanya jumlah sebesar itu, mangrove di Indonesia memiliki banyak fungsi-fungsi secara ekologis, di antaranya ialah:
1. Sebagai Pencegah Terjadinya Aberasi atau Pengikisan Tanah Mangrove mungkin tidak jauh berbeda dengan tumbuhan-tumbuhan lainnya yang berada di darat, namun ada yang khas daripada tumbuhan ini yaitu terletak pada sistem perakarannya. Akar-akar ini yang nantinya akan menahan datangnya sampah dan mencegah aberasi serta pencemaran air tanah yang disebabkan oleh intrusi air laut
2. Sebagai Penjaga atas Ketersediaan Sumber Makanan Selain akarnya yang menjadi pelindung pantai, mangrove juga memiliki peran sebagai produsen makanan bagi ikan-ikan kecil, kerang, dan kepiting. Banyak hewan yang menggantungkan hidupnya dengan mencari makanan di sekitar hutan mangrove. Kemudian bagi manusia yang hidup di pesisir juga dapat lebih mudah untuk menangkap ikan, kepiting, dan kerang. Hal itu sangat membantu, bilamana hujan atau cuaca sedang buruk, para nelayan dan manusia pesisir tidak akan kekurangan bahan pangan karena dapat mengambil lebih mudah dari hutan mangrove tersebut. Keberadaan mangrove juga menguntungkan bagi beberapa biota laut dan hewan darat seperti burung-burung, mamalia, dan beberapa jenis reptilia sebagai sumber unsur hara.
Tentu di mangrove tidak hanya menyediakan sumber protein seperti ikan-ikanan saja, mangrove juga memiliki kandungan vitamin dan mineral yang nantinya dapat dijadikan produk olahan seperti odol, keripik, kopi, dan beberapa produk perawatan kulit.
3. Sebagai Habitat atau Biofilter Alam Mangrove juga dapat digunakan sebagai habitat makrozoobentos, gastropoda, kepiting pemakan detritus, dan bivalvia pemakan plankton. Hal tersebut yang memperkuat fungsional mangrove sebagai biofilter alam.
4. Sebagai Ekowisata atau Destinasi Wisata Hutan mangrove juga dapat digunakan sebagai tempat wisata. Tentu dengan ketentuan-ketentuan ketat yang nantinya bertujuan agar tidak merusak mangrove itu sendiri. Mangrove memiliki vegetasi yang cukup unik dengan segala ekosistem yang berada di dalamnya menjadikan ini alasan yang cukup kuat sebagai objek wisata. Kunjungan wisata tersebut dikhususkan untuk menawarkan konsep konversasi dan pendidikan. Karena dengan kunjungan tersebut sifatnya mempromosikan, memberi tahu, serta memberikan visualisasi lingkungan yang khas dan terjaga keasliannya.
5. Sebagai Penyelamat dari Adanya Perubahan Iklim Pohon mangrove memiliki potensi karbon biru yang tinggi. Hal itu meliputi biomassanya pada permukaan serta sedimen mangrove ataupun biomassa yang berada di bawah permukaan. Nantinya karbon biru ini akan memiliki potensi cukup besar untuk menurunkan adanya emisi gas rumah kaca yang dikemukakan dalam Nationally Determined Contribution (NDC).
Dengan beberapa pernyataan mangrove yang telah dibahas dapat disimpulkan bahwasanya mangrove memiliki banyak fungsi ekologis. Sebagai manusia khususnya yang hidup di lingkungan mangrove sudah seharusnya ikut menjaga kondisi ekologi tersebut agar tidak terjadi degradasi fungsi daripada mangrove itu sendiri.
Nama penulis : Khairunnisa Status : Mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda