Oleh: Friza Afriani, Mahasiswa tadris Biologi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
JurnalPost.com - Rokok adalah zat beracun yang memiliki efek relaksasi dan menenangkan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah merilis informasi baru tentang bagaimana tembakau merusak lingkungan dan kesehatan manusia, menyerukan tindakan untuk meminta pertanggungjawaban industri atas kerusakan yang ditimbulkannya.
Asap rokok segar dari asbak mengandung karsinogen 3 kali lebih banyak daripada udara dan 50 kali lebih banyak iritasi mata dan pernapasan. Rumus sederhananya adalah semakin sedikit waktu Anda mengembuskan rokok ke udara, semakin tinggi tingkat racun yang siap meledak. Asap, debu, dan puntung rokok juga berdampak negatif terhadap lingkungan. Asap rokok yang dihembuskan oleh perokok pasif dapat bertahan di dalam ruangan selama 2 hingga 3 jam. Meski asapnya terlihat sudah tidak ada, namun asapnya masih ada dan bisa menempel di benda-benda.
Tembakau telah menjadi komoditas yang kurang dihargai di masyarakat. Tingkat kesadaran yang rendah dapat merugikan semua orang, termasuk alam. Jika Anda benar-benar tidak bisa berhenti merokok, jangan tinggalkan sampah rokok Anda begitu saja, terutama di lingkungan yang membutuhkan perlindungan ekologis.
Efek merokok tidak hanya mempengaruhi perokok tetapi juga lingkungan. Saat merokok, perokok mengeluarkan asap ke udara yang mengandung banyak racun yang mencemari lingkungan. Perokok terbagi dalam dua kategori. Perokok aktif adalah orang yang merokok secara langsung dan sukarela, sedangkan perokok pasif yaitu orang yang menghirup asap tembakau dari mulut perokok memiliki dampak yang lebih besar dibandingkan perokok aktif.
Dampak yang dapat ditimbulkan bagi perokok pasif:
1.Meningkatnya resiko kanker paru-paru dan serangan jantung 2.Bersin dan batuk-batuk karena alergi 3.Sakit pada tekak, esofagus, kerongkongan dan tenggorokan 4. Sakit kepala sebagai reaksi penolakan nikotin.
Dampak yang ditumbulkan bagi lingkungan:
1.Pencemaran udara 2.Penurunan kualitas udara 3.Pencemaran air 4. Penurnankualitas air 5. Kebakaran 6.Masalah sampah 7.Penyebaran racun 8.Merusak ekosistem 9.Membunuh makhluk hidup lain
Dengan memahami risiko yang terkait dengan rokok bagi lingkungan dan kesehatan manusia, pembaca diharapkan lebih peka dan cerdas dalam mempertimbangkan dampak rokok terhadap lingkungan dan kesehatan.
Sudah menjadi fakta bahwa industri tembakau telah merusak lingkungan dan ekosistem. Puntung rokok adalah jenis sampah yang paling umum ditemukan di seluruh dunia dan sayangnya mengandung bahan berbahaya yang dapat mencemari lingkungan.
Salah satu cara untuk melindungi masyarakat dari bahaya rokok adalah dengan menerapkan Kawasan Tanpa Asap Rokok, termasuk rumah, lembaga pendidikan, tempat kerja, dan ruang publik. Di tingkat regional ASEAN, terdapat inisiatif untuk mempromosikan lingkungan bebas asap rokok melalui ASEAN Smoke-free Awards (ASA) untuk mengurangi penggunaan tembakau dan mendukung gaya hidup sehat bagi seluruh masyarakat ASEAN. indonesia memiliki jumlah perokok pria terbanyak di dunia dan tertinggi ketiga di dunia setelah India dan China. Menurut hasil GATS 2021, 70,2 juta orang dewasa (34,5 persen), 65,5 persen di antaranya pria, dan 3,3 persen di antaranya wanita, menggunakan produk tembakau (seperti merokok, tembakau tanpa asap, atau produk tembakau yang dipanaskan).
Kebiasaan merokok merupakan salah satu faktor risiko terjadinya penyakit tidak menular dan menjadi penyebab utama kematian di Indonesia. Merokok dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk kanker tenggorokan, TBC, kanker paru-paru, penyakit jantung, dan komplikasi yang berpotensi fatal.. Selain itu, kebiasaan merokok juga dapat menyebabkan anak mengalami stunting dan meningkatkan risiko kematian akibat COVID-19 pada perokok. Kondisi ini juga berdampak pada besarnya biaya yang harus ditanggung oleh negara untuk penyakit yang disebabkan oleh merokok.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda