Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Nasional
  3. Etika Berpendapat di Media Sosial Oleh Kemkominfo dan Komisi I DPR RI

Etika Berpendapat di Media Sosial Oleh Kemkominfo dan Komisi I DPR RI

Foto profil Fatimah
Editor: Fatimah
04 Februari 2024, 13.26 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
7 menit baca
Berpendapat di Media Sosial

JurnalPost.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menyelenggarakan seminar online Ngobrol Bareng Legislator pada Sabtu, 03 Februari 2024 dengan mengusung tema: “Etika Berpendapat di Media Sosial”. Dalam seminar yang diselenggarakan melalui platform zoom meeting Kementerian Kominfo dan DPR RI mengundang narasumber yang ahli pada bidangnya, Narasumber pertama Dr. Fadli Zon, M.Sc yang saat ini menjabat sebagai Anggota Komisi I DPR RI. Narasumber kedua yakni Semuel Abrijani Pangerapan, B.Sc menjabat sebagai Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI, narasumber ketiga Wijaya Kusumawardhana, S.T, M.MIB selaku Staf Ahli Menteri Bidang Sosial, Ekonomi, dan Budaya dan narasumber yang terakhir Annisa Rengganis, M.A selaku Pegiat Literasi Digital, Dosen.

Seminar Literasi Digital ini merupakan inisiasi yang didukung oleh Kementerian Kominfo terhadap Program Ngobrol Bareng Legislator yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, dengan memiliki beberapa tujuan, diantaranya yakni untuk mendorong masyarakat agar mengoptimalkan pemanfaatan internet sebagai sarana edukasi dan bisnis, memberdayakan masyarakat agar dapat memilah dan memilih informasi yang dibutuhkan dan bermanfaat, memberikan informasi yang lengkap kepada masyarakat terkait pembangunan Infrastruktur TIK yang dilakukan oleh Pemerintah khususnya oleh Ditjen APTIKA, serta mewujudkan jaringan informasi serta media komunikasi dua arah antara masyarakat dengan masyarakat maupun dengan pihak lainnya. Seminar ini terdiri dari beberapa sesi, yaitu sesi pembukaan, pemaparan materi, sesi tanya jawab, dan sesi penutup.

IKLAN

Pemaparan pertama dibuka oleh oleh Dr. Fadli Zon, M.Sc dalam paparannya beliau menyampaikan bahwa Warga digital adalah orang yang sadar akan pentingnya teknologi dalam kehidupan yang semakin modern ini. Ia tahu betul bagaimana cara memanfaatkan teknologi menjadi hal yang positif atau cerdas dalam memanfaatkan teknologi. Etika kewargaan digital adalah suatu konsep norma perilaku yang tepat dan bertanggungjawab terkait dengan cara menggunakan teknologi. Lalu seberapa pentingkah etika kewargaan digital di era teknologi modern ini? Etika kewargaan digital ini sangat penting untuk memberikan keamanan terhadap sesama pengguna teknologi. Melalui media sosial, berbagai informasi membanjiri ruang publik media sosial, arus informasi yang deras tanpa batas tersebut, ibarat sekeping mata uang logam yang memiliki dua sisi yang berbeda, bisa positif ataupun negatif. Perkembangan era digital dengan masifnya penggunaan internet sebagai media baru (new media), membawa konsekuensi pergeseran karakter khalayak menjadi audience, khalayak tidak lagi obyek pasif, namun dapat berperan menjadi produsen informasi atau dikenal dengan istilah prosumer.

Ngobrol Bareng Legislator: Menciptakan Ekosistem Produktif Melalui Teknologi Informasi
Baca Juga

Ngobrol Bareng Legislator: Menciptakan Ekosistem Produktif Melalui Teknologi Informasi

Masyarakat sebagai khalayak tidak lagi pada posisi obyek yang di determinasi media massa arus utama tetapi lebih jauh dapat berperan memproduksi berita dan membentuk opini publik via platform media sosial. Melalui media sosial memungkinkan pengguna berinteraksi, berbagi dan berkomunikasi yang membentuk ikatan sosial secara virtual dalam masyarakat jejaring (networking society) yang ditandai dengan munculnya jurnalisme warga (citizen journalism), fenomena ini menempatkan media sosial sebagai garda terdepan dalam komunikasi model baru sekaligus berperan membentuk opini publik. Dalam beraktivitas di media sosial, hendaknya selalu menggunakan bahasa yang baik dan benar sehingga tidak menimbulkan resiko kesalahpahaman yang tinggi. Sebisa mungkin hindari menyebarkan informasi yang mengandung unsur SARA (Suku, Agama dan Ras) serta pornografi pada jejaring sosial.

IKLAN

Biasakan untuk menyebarkan hal-hal yang berguna dan tidak menimbulkan konflik antar sesama. Kebeneran atau kepastian dari sebuah berita adalah hal utama yang perlu ditekankan. Bagi pengguna jejaring sosial, kita harus cerdas untuk menyaring beragam informasi yang disajikan. Apakah berita tersebut pasti? Sumber beritanya jelas ? hal ini menghindari kita mengkonsumsi informasi yang hoax. Sedangkan bagi pemberi berita, juga dituntut cerdas memberikan berita, memastikan isian benar berdasarkan hasil dari pengecekan. Pada saat menyebarkan informasi baik dalam bentuk foto, tulisan maupun video milik orang lain maka biasakan untuk mencantumkan sumber informasi sebagai salah satu bentuk penghargaan atas hasil karya seseorang. Ada baiknya Anda harus bersikap bijak dalam menyebarkan informasi mengenai kehidupan pribadi (privasi) Anda saat sedang menggunakan media sosial. Ini berkaitan juga dengan keamanan digital. Etika merupakan pilihan nilai moral dalam menghadapi realitas, yang secara substansial dapat ditarik ke akarnya, yaitu bagaimana pelaku mendefinisikan alter dalam interaksi sosial (Siregar, 2006: 73). Kebutuhan akan etika hadir karena manusia adalah makluk sosial. Sebagai makluk sosial, keberadaannya tidak bisa dilepaskan dari interaksinya dengan pihak lain. Dalam interaksinya itu, dibutuhkan pedoman perilaku agar masing-masing mengetahui bagaimana seharusnya bertindak, menempatkan diri dalam keseluruhan interaksi dengan manusia lainnya sehingga tidak menimbulkan kegoncangan ataupun kekacauan sosial. Maka, etika perlu ditempatkan dalam interaksinya dengan orang lain, maka etika dapat dilihat sebagai filosofi tentang apa perilaku yang baik dan berterima (right and acceptable behavior).

Pemaparan kedua disampaikan oleh R. Wijaya Kusumawardhana, S.T, M.MIB dalam paparannya beliau menyampaikan bahwa ”Masyarakat lebih mencari pembenaran daripada kebenaran”. Dampak revolusi teknologi digital yaitu Platform media informasi dan komunikasi semakin beraneka ragam dan berbasis teknologi digital, Terjadi pergeseran pola pikir, pola sikap, dan pola tindak masyarakat dalam mengakses dan mendistribusikan informasi, Indonesia memiliki masyarakat yang “kebanjiran informasi”. Disrupsi jagad digital dimana terjadi fenomena information disorder di ruang digital. Masyarakat Indonesia percaya disinformasi yang tersebar di internet, dan dampak dari fenomena information disorder adalah Gangguan informasi berdampak pada kepercayaan terhadap demokrasi. Kemudian beberapa tantangan penyalahgunaan teknologi digital yaitu Memanipulasi audio, video, dan/atau gambar seseorang yang bertujuan untuk menyebarkan disinformasi atau hoaks. Kemudian Penyebaran disinformasi yang biasanya dilakukan oleh Buzzer atau Cybertroops yang bertujuan menjatuhkan reputasi individu tertentu. Tips bijak bermedia sosial adalah Santun dalam berkomunikasi, Selektif menyebarkan informasi, Tidak menyebar rahasia pribadi apalagi data pribadi, Tertib mengatur waktu online, Menghormati Hak Kekayaan Intelektual.

Pemaparan terakhir disampaikan oleh Annisa Rengganis, M.A dalam paparannya beliau menjelaskan bahwa Dampak ruang digital yakni memiliki dampak positif dampak negatif. Sulit sekali untuk kita menyaring budaya-budaya yang masuk seperti itulah internet kita butuh penekanan nilai-nilai pancasila. Media sosial membawa pengaruh pada penguatan politik identitas. Tak sedikit penggunan simbol bersifat SARA yang cenderung memecah belah. Kunci utamanya itu adalah yang penting pemahaman literasi digital mengenai skill digital, safety, culture digital dan juga ethics digital itu sangat satu kesatuan. Maka, penting bagi seluruh elemen bangsa untuk mengulang narasi Pancasila lebih sehat dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dengan begitu perkembangan digital saat ini tidak semakin menggerus nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Laporan terbaru Digital Civility Index (DCI) yang mengukur tingkat kesopanan digital pengguna internet dunia saat berkomunikasi di dunia maya, menunjukkan warganet atau netizen Indonesia menempati urutan terbawah se-Asia Tenggara. Atau dengan kata lain, paling tidak sopan se-Asia Tenggara. Dalam data DCI disebutkan, hoax, penipuan, dan ujaran kebencian yang mengalami kenaikan 5-13%. Untuk meningkatkan Digital Skill; Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) meluncurkan delapan program inisiatif utama. Di antaranya ialah platform literasidigital.id, Batik Siberkreasi, Pandu Digital, School of Influencer, StopHoaks.id, Netizen Fair, Kreator Nongkrong, hingga kegiatan lokakarya terkait literasi digital.

Waspada Judi Online di Media Sosial
Baca Juga

Waspada Judi Online di Media Sosial

Seluruh peserta terlihat begitu kondusif dan juga aktif dalam menyimak materi yang di paparkan oleh para narasumber, Setelah pemaparan materi dari keempat narasumber, moderator memfasilitasi untuk sesi tanya jawab. Begitu banyak pertanyaan yang dilontarkan oleh para peserta kepada para narasumber.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/etika-berpendapat-di-media-sosial-oleh-kemkominfo-dan-komisi-i-dpr-ri/64714/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 20.20 WITA

  • #Kemkominfo
  • #Komisi I DPR RI
  • #Ngobrol Bareng Legislator

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

Kepala BSSN Dorong Ketahanan Siber ASEAN, Soroti Ancaman AI hingga Komputasi Kuantum

BSSN Kukuhkan 59 Tim Tanggap Insiden Siber, Perkuat Ketahanan Digital Nasional

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik

Digitalisasi Bank Syariah Permudah Transaksi, Keamanan Data Nasabah Jadi Tantangan Utama

Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

Pilihan Editor

  1. 1 Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia
  2. 2

    Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

  3. 3

    HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

  4. 4

    Benturan Kertas dan Layar: Saat Protokol Notaris Terjebak di Pusaran Legal Deadlock Digital

  5. 5

    Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.