
JurnalPost - Pengguna media sosial berkembang dengan pesat dan cepat di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Bagi individu, motivasi menggunakan media sosial adalah mencari informasi, hiburan, bahkan interaksi. Bagi perusahaan, media sosial banyak digunakan sebagai alat untuk komunikasi pemasaran yang bernilai ekonomis. Bernilai ekonomis karena mempunyai calon pelanggan yang akan membeli baik berupa produk atau jasa yang diciptakan tanpa terhalang waktu dan tempat.
Tidak seperti media tradisional yang hanya mampu menerapkan komunikasi satu arah, media sosial mampu menerapkan komunikasi dua arah bahkan lebih. Tentunya bagi pelanggan atau konsumen untuk dapat membelinya, perusahaan terlebih dahulu harus memasarkan produk atau jasa tersebut. Hal ini perlu dilakukan agar calon pelanggan atau konsumen mengetahui keberadaan dari produk atau jasa tersebut. Langkah pemasaran yang dapat dilakukan baik dari hal yang paling sederhana seperti pembuatan dan penyebaran media brosur atau pamflet di lingkungan masyarakat dengan harapan dari berlembar-lembar brosur dan pamflet tersebut akan menarik perhatian dan keingintahuan calon konsumen atau pelanggan. Akan tetapi dengan menggunakan cara ini hanya akan menjaring konsumen di tempat brosur atau pamflet tersebut disebarkan.
Cara ini dapat dikatakan cara kuno pada zaman yang serba canggih ini. Padahal potensi calon konsumen atau pelanggan tidak hanya di sekitar lingkungan tempat usaha entrepreneur tersebut dibuka. Jangkauan daerah potensi konsumen juga bisa lebih luas lagi, dan terkadang daerah yang di luar penyebaran pamflet merupakan konsumen atau pelanggan potensial. Untuk menjaring konsumen/calon konsumen, perusahaan mempunyai pilihan dengan menyebarkan brosur atau pamflet juga, namun hal tersebut akan menambah biaya pemasaran. Perusahaan mempunyai pilihan lain yaitu dengan menggunakan media elektronik; media tersebut adalah Internet dan teknologi, akan tetapi harus menggunakan strategi.
Penggunaan media elektronik sebagai media pemasaran adalah cara yang lebih efektif dan efisien. Karena selain meminimalkan biaya juga mempersingkat waktu. Taktik dan strategi disusun berdasarkan kapabilitas yang dimiliki dan target yang ingin diraih sehingga pemasaran akan lebih langsung menuju calon konsumen atau pelanggan yang dituju. Para calon konsumen/calon pelanggan bisa mendapatkan informasi lebih dengan menggunakan Internet dan teknologi dibandingkan menggunakan media cetak. Maka dari itu, perusahaan dalam menjaring baik konsumen dan calon konsumen atau pelanggan baru dapat menggunakan media elektronik berupa sosial media dalam melakukannya.
Selain media sosial sebagai salah satu digital marketing yang digunakan oleh perusahaan dalam menjangkau customer atau pelanggan seluas-luasnya yang harus dikembangkan dan diperhatikan juga terdapat local marketing yang memerlukan perhatian khusus. Pengertian lokal marketing sendiri adalah suatu proses marketing yang dikhususkan untuk menjangkau pasar terdekat dari bisnis yang sedang dijalankan. Local marketing tidak kalah penting dalam hal marketing. Hal ini dikarenakan disamping pentingnya jangkauan pasar yang luas, pasar terdekat tidak boleh diabaikan. Antara penggunaan media sosial dengan local marketing memiliki sebuah hubungan yaitu jaringan media sosial membantu perusahaan dalam mendapatkan informasi serta trend yang terjadi secara lokal.
Ketika calon customer mengakses dan melakukan aktivitas di media sosial mereka, seperti contoh melakukan kegiatan check-in di suatu lokasi. Hal tersebut membuat data serta informasi dari media sosial calon customer dapat digunakan perusahaan agar terhubung dengan mereka yang berada di sekitar wilayah perusahaan. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan oleh perusahaan dalam kegiatan penargetan pengguna media sosial di suatu lokasi adalah penggunaan platform marketing berbasis lokasi, sehingga perusahaan dapat dengan mudah melakukan teknik pemasaran berbasis lokasi di media sosial seperti instagram, tik tok, facebook, dan twitter yang kemudian hal tersebut dapat menciptakan suatu hubungan yang lebih dekat antara perusahaan dan customers .
Selain cara marketing diatas, social marketing juga tidak kalah menariknya. Social marketing sangat berbeda dengan pemasaran online tradisional. Fokus pada pemasaran online tradisional adalah bagaimana cara perusahaan dapat menarik konsumen sebanyak - banyaknya. Semakin banyak perusahaan mendapat perhatian konsumen dan semakin banyak konsumen yang unik mengunjungi laman perusahaan maka semakin baik. Tetapi dalam pemasaran online tradisional, tidak dibuat untuk mendengar konsumen, sehingga perusahaan sangat jarang untuk mencoba berinteraksi terutama bercakap. Sedangkan pada pemasaran sosial diatur lebih ke bagaimana perusahaan membuat konsumen yang berpotensi terhadap produk perusahaan menjadi penggemar dari produk atau jasa yang ditawarkan perusahaan.
Selain itu perusahaan juga akan berusaha membangun percakapan dengan konsumen sehingga marketers tau apa yang diinginkan oleh konsumen. Hal ini ditujukan untuk memperkuat brand dari produk itu sendiri dan mengontrol penjualan. Dalam social marketing pertumbuhan penjualan jangka pendek tidak lagi menjadi fokus utama melainkan pertumbuhan identitas perusahaan atau menyampaikan pesan sosial untuk mendapatkan citra jangka panjang sehingga dengan citra yang baik volume penjualan juga meningkat. Unsur utama dalam sistem ini adalah ketulusan perusahaan dalam melakukan program sosial karena apabila perusahaan mampu memberi solusi dari permasalahan sosial dengan baik dan tidak mengharapkan timbal balik pada masyarakat yang telah ditolong maka akan membentuk pandangan masyarakat secara tidak langsung membuat citra perusahaan dan produk menjadi baik di mata masyarakat. Dengan demikian dapat kita ketahui bahwa social marketing lebih efektif daripada pemasaran online tradisional.
Adapun mobile marketing, mobile marketing atau biasa disebut pemasaran seluler adalah strategi pemasaran digital multi saluran yang bertujuan untuk menjangkau target konsumen di smartphone, tablet, dan perangkat seluler lainnya, dengan melalui situs web, email, SMS dan MMS, media sosial, dan aplikasi. Dimana dalam sebuah bisnis pemasaran adalah hal yang krusial bahkan sering dianggap sebagai senjata utama bagi sebuah perusahaan dalam menjangkau konsumen untuk memperkenalkan dan meyakinkan masyarakat agar menggunakan dan membeli produk yang ditawarkan. Berkembangnya teknologi menjadikan dunia pemasaran juga ikut berkembang, selain fenomena pergeseran dari pemasaran konvensional menjadi digital marketing, tingginya penggunaan smartphone di masyarakat dunia mengakibatkan munculnya jenis pemasaran baru yang lebih spesifik yaitu mobile marketing.
Manfaat dari mobile marketing adalah sesuatu yang mudah dibuat dan cepat untuk dieksekusi seperti contohnya menggunakan SMS atau push notification maka pesan yang diterima oleh target audience akan lebih cepat dibandingkan dengan media lainnya, tidak perlu mengeluarkan biaya untuk mencetak dimana hanya menyiapkan konten teks dan gambar atau video selanjutnya akan disebarkan melalui SMS atau email, dan yang terakhir bisa berinteraksi langsung dengan audience. Meningkatnya penggunaan smartphone di indonesia bisa menjadi alasan mengapa harus mengimplementasikan mobile marketing untuk pengembangan suatu bisnis.
Oleh: Abdul Ghoni , Andini, Putri Regita Pricilia , Dewi Kumaratih, Erick Sebastian H. Program Akutansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda