JurnalPost - Perusahaan didirikan dengan tujuan untuk memperoleh laba yang maksimum dan menjaga kelangsungan hidup perusahaannya. Hal tersebut diikuti dengan pesatnya perekembangan perekonomian di Indonesia. Dengan perubahan perkembangan tersebut, organisasi dalam perusahaan juga ikut berkembang, tentunya akan menyebabkan organisasi dalam perusahaan akan bertambah besar dan mengharuskan perusahaan - perusahaan tersebut untuk menyesuaikan diri dalam mempertahankan kelangsungan usahanya. Salah satu faktor untuk mengukur kesuksesan manajemen dalam mengelola perusahaan adalah perubahan dalam jangka panjang yakni kestabilan perusahaan dalam memperoleh laba.
Oleh karena itu, untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan adanya suatu proses pengendalian dimana yang mendasari suatu proses pengendalian tersebut adalah gagasan untuk mengola dan mengarahkan segala sumber daya perusahaan yang ada seperti modal, tenaga keja dan lain-lain secara efektif dan efisien dengan berpedoman pada program-program yang telah direncanakan dalam usaha mencapai sasaran perusahaan. Untuk mencapai hal tersebut diperlukan proses pengendalian yang optimal yang dilakukan oleh seorang manajemen yang cakap dalam melaksanakan kinerjanya. Perusahaan juga harus senantiasa berusaha meningkatkan efektifitas maupun efesiensi kinerjanya melalui pengkoordinasian kegiatan perusahaan dan penyusunan strategi.
Manajemen yang bertanggungjawab atas perencanaan, pencapaian sasaran pelaksanaan, dan hasil pelaporan menyampaikan laporan pertanggungjawabannya melalui akuntansi pertanggungjawaban. Dengan demikian, manajemen harus memperhatikan kinerja pusat pertanggungjawaban agar dapat berjalan dengan efektif. Akuntansi pertanggunjawaban yang dilakukan manajemen bertujuan untuk memeriksa keefektifan penyelesaian rencana dan untuk mendeteksi penyimpangan yang mungkin terjadi.
Akuntansi pertanggungjawaban merupakan suatu sistem dan prosedur akuntansi yang membagi perusahaan ke dalam pusat pertanggungjawaban dan mendelegasikan wewenang pada setiap manajer yang bertanggung jawab atas pusat pertanggungjawaban tersebut. Dengan adanya sistem ini kinerja diukur dan dinilai berdasarkan pertanggungjawaban yang diberikan. Manfaat dari akuntansi pertanggungjawaban sendiri yaitu sebagai dasar penyusunan anggaran, penilaian kinerja manajer pertanggungjawaban dan alat motivator manajer. Akuntansi pertanggungjawaban memberikan suatu pelajaran penting bagi para manajer maupun para akuntan yaitu perilaku para manajer seringkali sangat dipengaruhi oleh bagaimana prestasi kerja (performance) mereka diukur. Jadi akuntansi pertanggungjawaban merupakan bagian dari pengukuran kinerja seorang manajer professional dan sebaliknya sistem akuntansi memainkan peranan kunci dalam memotivasi para manajer kearah keinginan pimpinan tertinggi atau menjauhkan dari padanya.
Pusat pertanggungjawaban (responcibility centers) diciptakan untuk mencapai suatu sasaran tertentu, sasaran organisasi biasanya diputuskan dalam suatu proses perencanaan strategi. Menurut Brewer (2013:68) pusat pertanggungjawaban (responsibilitycenter) digunakan untuk setiap bagian dalam organisasi yang memiliki manager yang mengendalikan dan bertanggungjawab atas biaya, laba dan investasi. Penerapan pusat pertanggungjawaban yang baik akan menciptakan pengendalian dan pengukuran kerja manajer. Pengendalian manajemen disini berfokus pada pusat pertanggungjawaban, karena pusat pertanggungjawaban merupakan alat untuk melaksanakan strategi dan program-program yang telah diseleksi melalui proses perencanaan strategi. Pusat pertanggungjawaban juga digunakan sebagai sarana untuk mengevaluasi kemampuan manajer. Laporan pertanggungjawaban dapat digunakan sebagai dasar untuk membuat analisis yang bertujuan untuk mengukur kerja manajer di setiap pusat pertanggungjawaban. Ketika kinerja suatu pusat tanggung jawab diukur dalam ruang lingkup laba (yaitu selisih antara pendapatan dan beban), maka pusat ini disebut juga sebagai pusat laba.
Laba merupakan ukuran kinerja yang berguna karena laba memungkinkan manajemen senior dapat menggunakan satu indikator yang komprehensif, dibandingkan harus menggunakan beberapa indikator (beberapa diantaranya menunjuk kearah yang berbeda). Pusat laba yaitu suatu pusat pertanggungjawaban dimana manajer bertanggungjawab untuk biaya-biaya dan pendapatan secara bersama-sama. Pusat pertanggungjawaban ini memliki tanggung jawab yang lebih luas dibandingkan pusat-pusat pertanggungjawaban lainnya. Manajer pusat laba (profit center) memiliki kendali atas biaya maupun pendapatan. Seperti halnya manajer pusat biaya, manajer pusat laba tidak memiliki kendali atas dana-dana investasi. Manajer pusat laba sering kali dievaluasi dengan membandingkan laba aktual yang ditargetkan atau dianggarkan. Dengan kata lain, tiap-tiap pusat pertanggungjawaban bertugas untuk melaksanakan program atau aktivitas tertentu, dan penggabungan program-program dari tiap-tiap pusat pertanggungjawabana tersebut seharusnya mendukung program pusat pertanggungjawaban pada level yang lebih tinggi, sehingga pada akhirnya tujuan umum organisasi dapat tercapai.
Mengukur laba pada suatu pusat laba tentunya berkaitan dengan penilaian biaya dan pendapatan. Dalam hal pendapatan, pilihan metode pengakuan pendapatan sangatlah penting. Sedangkan biaya, pengukuran dapat diukur melalui biaya yang terkendali maupun biaya yang tidak terkendali. Pengukuran laba digunakan untuk mengevaluasi suatu pusat pertanggungjawaban laba. Pertama, untuk mengukur kinerja manajaer yakni berfokus pada hasil kerja manajer. Dimana pengukuran ini sangat berguna untuk mengukur perencanaan (planning), koordinasi (coordinating), dan pengendalian (controlling). Kedua, ukuran kinerja ekonomis, yang memiliki fokus pada bagaimana kinerja pusat laba sebagai suatu entitas ekonomi. Walaupun kinerja manajer memperlihatkan hasil yang sangat baik, belum tentu kinerja ekonomis juga demikian. Pasalnya bisa saja terjadi bahwa kinerja ekonomis melaporkan hasil yang sebaliknya. Hal tersebut dapat terjadi disebabkan oleh persaingan dan keadaan ekonomi yang kurang menguntungkan pada wilayah perusahaaan tersebut. Maka perusahaan pun akan kehilangan citra dan posisinya di pasaran. Lebih lanjut lagi perusahaan terpaksa untuk menutup kegiatan operasionalnya.
Perusahaan yang telah melaksanakan akuntansi pertanggungjawaban secara baik dapat dilihat melalui adanya struktur organisasi dan pembagian tugas serta kewenangan secara jelas. Struktur organisasi merupakan hal penting bagi perusahaan sebagai upaya pengawasan dan pengendalian. Tujuan perusahaan akan tercapai melalui pengawasan dan pengendalian secara rutin dalam rangka evaluasi kinerja masing-masing karyawan. Struktur organisasi mengindikasikan adanya pembagian tugas sesuai dengan kemampuan dan job desk anggota. Pembagian tugas, fungsi, dan wewenang secara baik dapat menghasilkan tujuan perusahaan secara optimal. Seperti yang diketahui bahwasanya tujuan perusahaan tidak hanya untuk memperoleh laba namun juga menjaga kelangsungan usaha. Oleh karena itu, setiap perusahaan sangat memerlukan manajemen yang baik untuk mencapai visi dan misi perusahaan dalam rangka pertanggungjawaban. (Penulis: Liska Triana, Vini Salsabila & Anugrah Syalwa)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda