JurnalPost - Bank sentral atau bisa di sebut dengan Bi yaitu bank sentral Indonesia yang mana Bank Indonesia mempunyai satu tujuan tunggal yang mana mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Kestabilan nilai rupiah mengandung dua aspek, yaitu kestabilan nilai mata uang terhadap barang dan jasa, serta kestabilan terhadap mata uang negara lain. Aspek pertama tercermin pada perkembangan laju inflasi, sementara aspek kedua tercermin pada perkembangan nilai tukar rupiah terhadap mata uang negara lain. Perumusan tujuan tunggal ini dimaksudkan untuk memperjelas sasaran yang harus dicapai Bank Indonesia serta batas-batas tanggung jawabnya. Dengan demikian, tercapai atau tidaknya tujuan Bank Indonesia ini kelak akan dapat diukur dengan mudah.
Dengan demikian, BI wajib menolak intervensi dalam bentuk apa pun dan dari pihak mana pun. Status dan kedudukan BI ini diperlukan agar BI dapat melaksanakan peran dan fungsinya sebagai otoritas moneter dengan lebih efektif dan efisien. Statusnya juga diakui sebagai badan hukum publik dan badan hukum perdata yang ditetapkan dengan undang-undang. Sebagai badan hukum publik, BI memiliki wewenang untuk menetapkan aturan-aturan hukum yang merupakan pelaksanaan dari undang-undang. Sedangkan sebagai badan hukum perdata, BI dapat bertindak untuk dan atas namanya sendiri di dalam ataupun di luar pengadilan.
Tujuan dan Tugas Bank Indonesia sebagai bank sentral, BI memiliki satu tujuan tunggal, yaitu mencapai dan memelihara nilai rupiah. Kestabilan ini bisa mengandung 2 aspek, yakni kestabilan nilai mata uang pada barang dan jasa, estabilan nilai mata uang pada mata uang negara lain.Aspek pertama dapat diukur lewat perkembangan laju inflasi, sedangkan aspek kedua tercermin dari nilai tukar rupiah terhadap mata uang negara lain. Keberadaan tujuan tunggal ini diharapkan dapat memperjelas sasaran apa yang harus dicapai BI dan batas-batas tanggung jawabnya. Dalam upaya mencapai tujuan tunggalnya, BI didukung oleh 3 pilar yang merupakan 3 bidang tugasnya, yakni. Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, enjaga stabilitas sistem keuangan.
Mencermati kondisi perekonomian Indonesia khususnya sebagai dampak penyebaran virus corona alias COVID-19, Bank Indonesia menyampaikan langkah-langkah yang ditempuh dari aspek kemanusiaan dan ekonomi untuk mengatasi dampak kepada masyarakat, UMKM, dan dunia usaha.
Usaha yang di berikan BI cukup mengatasi perekonomian yang krisis di masa pandemic terutamanya yang bayak pegawai yang kena pengurangan trutamanya tidak ada aitu saja banyak kehilangan pekerjaan sehari hari, maka dari situ langkah langakah BI yang di berikan terhadap masyarakat cukup memberikan solusi di seat masa perekonomian mengalami penurunan.
Mulai dari situ masyarakat bisa berkembangan di masa pandemic yaitu dengan di berikan oleh bank bank di Indonesia mereka mempuyai modal untuk UMKM yang mana bisa liat Banyak yang bangkit dan cukup memberikan kenaikan di perekonomian, yang mana di pasar media online yang sang at memudahkan pembeli apalagi di massa pandemic yang semunya harus jaga jarak untuk memutus tali rantai penyebaran covid.
Penulis : Iin Fitriani/UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda