Mojokerto, JurnalPost.com, 18 Juli 2025 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (UNTAG Surabaya) yang tergabung dalam Kelompok R-30 mengadakan kegiatan Senam Bersama di Balai Desa Pohkecik, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, pada Jumat pagi (18/07). Kegiatan ini disambut antusias oleh warga, khususnya para ibu-ibu lansia.
Menurut penuturan warga, kegiatan senam pagi sebelumnya sempat vakum sejak kepala desa mengalami sakit. Akibatnya, aktivitas kader di bidang olahraga tidak berjalan sebagaimana mestinya dan hanya tersisa kader kesehatan yang aktif. Selain itu, senam yang pernah dilakukan sebelumnya dinilai kurang ramah untuk lansia karena dominasi gerakan aerobik yang sulit diikuti.
Menjawab keresahan tersebut, mahasiswa KKN R-30 menghadirkan program senam pagi dengan gerakan ringan dan mudah diikuti oleh berbagai usia, terutama lansia. Jenis senam yang dipilih adalah Senam Gemu Fa Mi Re, yang populer karena iramanya yang ceria dan gerakannya yang sederhana.
Kegiatan dimulai pukul 07.00 WIB dan berlangsung selama kurang lebih dua jam, terdiri dari sesi pemanasan, gerakan inti, hingga pendinginan. Peserta yang hadir terdiri dari mahasiswa KKN dan mayoritas ibu-ibu lansia warga setempat. Meskipun diadakan pagi hari, semangat para peserta tidak surut. Mereka mengikuti setiap gerakan dengan antusias, bahkan tak jarang diselingi tawa dan canda kala ada gerakan yang sedikit menantang.
Berikut beberapa poin penting dari kegiatan senam bersama ini:
Lokasi: Halaman posko KKN yang luas dan nyaman untuk aktivitas fisik.
Instruktur: Mahasiswa KKN yang memiliki keahlian di bidang olahraga.
Jenis Senam: Senam Gemu Fa Mi Re, ringan dan inklusif bagi semua usia.
Fasilitas: Pengeras suara dan musik sebagai panduan gerakan.
Durasi: Total kegiatan selama 120 menit (pemanasan, inti, dan pendinginan).
Setelah kegiatan selesai, panitia membagikan air mineral kepada para peserta. Momen tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa KKN dan warga untuk berbincang santai dan mempererat hubungan kekeluargaan.

Ketua Tim KKN R-30 menyampaikan apresiasinya dalam sambutan penutup. “Kami sangat senang melihat antusiasme masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya menyehatkan, tetapi juga membuat kami merasa lebih dekat dengan warga,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Ketua RT setempat juga memberikan tanggapan positif, “Senam pagi ini sangat bermanfaat. Selain menjaga kebugaran, juga menjadi wadah silaturahmi antarwarga. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilanjutkan, bahkan setelah masa KKN selesai.”
Melihat sambutan positif dari masyarakat, tim KKN R-30 berencana menjadikan senam pagi sebagai agenda rutin mingguan selama masa KKN berlangsung. Tak hanya itu, mereka juga akan melibatkan kader kesehatan desa untuk memberikan penyuluhan singkat tentang pola hidup sehat setelah sesi senam.
Kegiatan ini membuktikan bahwa KKN bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pendekatan sosial, edukatif, dan promotif.





