JurnalPost.com – Dalam rangka kegiatan pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa KKN R-24 Sub-kelompok 1 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya berupaya memperkenalkan inovasi Metode “Tirta Tani Cerdas” pada lahan Ketahanan Pangan desa Kutorejo. Program Kuliah Kerja Nyata ini dilaksanakan di Desa Kutorejo, Kecamatan, Kutorejo, Kabupaten Mojokerto.
Wilayah desa ini memiliki lahan yang dikenal dengan potensi hasil pertanian sayuran yang cukup menjanjikan. Namun demikian, permasalahan yang kerap dihadapi adalah keterbatasan dalam sistem penyiraman tanaman serta gangguan hama serangga yang kerap merusak tanaman, sehingga meningkatkan risiko terjadinya gagal panen. Berdasarkan permasalahan tersebut kelompok kami merekomendasikan, solusi inovatif yang diusulkan yaitu penerapan metode Tirta Tani Cerdas, yang merupakan pendekatan teknologi sederhana melalui instalasi sistem irigasi otomatis dan pemasangan jaring pelindung tanaman (Insect Net) pada rumah tanam, guna meningkatkan efisiensi budidaya dan ketahanan tanaman terhadap serangan hama.
Di tengah era globalisasi yang semakin modern, sangat penting bagi masyarakat Desa Kutorejo untuk menggunakan metode-metode yang inovatif dalam menggunakan sumberdaya alam lokal guna meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka. Salah satu contoh inovasi inspiratif dapat ditemukan di Desa Kutorejo, yang dimana mahasiswa yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya telah meluncurkan program berupa metode Tirta Tani Cerdas terhadap lahan Ketahanan Pangan Desa Kutorejo. Program ini tidak hanya menunjukkan kepedulian mahasiswa terhadap pengembangan masyarakat, akan tetapi juga menyadarkan kita untuk mengefesiensikan dari segi tenaga maupun kegiatan petani yang mengelola lahan Ketahanan Pangan Desa Kutorejo.

Penerapan metode Tirta Tani Cerdas memberikan dua manfaat utama bagi masyarakat Desa Kutorejo dan lahan ketahanan pangannya. Bagi masyarakat, metode ini meningkatkan efisiensi kerja petani melalui sistem penyiraman otomatis yang menghemat waktu dan tenaga, serta mengurangi kerugian akibat serangan hama dengan adanya pemasangan Insect Net. Sementara itu, bagi lahan ketahanan pangan, inovasi ini mampu menjaga keberlangsungan produksi sayuran secara lebih stabil dan berkelanjutan, sehingga mendukung ketersediaan pangan lokal serta mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar desa.
Pada pelatihan dan pendampingan yang dilakukkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini juga berguna sebagai metode inovasi yang efektif. Para petani yang mengikuti pelatihan dan pendampingan tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru tentang metode Tirta Tani Cerdas akan mampu menerapkan inovasi ini di kehidupan sehari-hari. Dengan menerapkan kemampuan ini, dapat memberikan petani pengelola lahan Ketahanan Pangan kesempatan untuk menjadi mandiri dari segi ekonomi maupun pengembangan inovasi terbarunya.





