JurnalPost.com – Tak kenal lelah untuk bergerak, dalam era digital yang semakin maju, teknologi telah membawa perubahan besar dalam berbagai bidang termasuk pertanian. Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro telah meluncurkan inovasi yang menjawab permasalahan produktivitas hasil pertanian dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan di Desa Kalisidi, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang dengan menciptakan teknologi pertanian berjulukan Kalisidi Integrated Farming (Sidi In-Farm) yang membuka jalan bagi petani untuk meningkatkan hasil panen dan efisiensi tenaga serta waktu sehingga dapat menghasilkan produk dengan kualitas yang baik. Kegiatan yang dilaksanakan pada bulan Juni hingga Oktober tahun 2024 ini diharapkan mampu untuk menjaga ketahanan pangan dan membuka peluang usaha baru di Desa Kalisidi. Mari kita lihat bagaimana teknologi ini dapat mengubah wajah pertanian di masa depan.
Kalisidi Integrated Farming (Sidi In-Farm) ialah teknologi pertanian berbasis smart farming yang dikhususkan untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian sehingga diharapkan secara tidak langsung mampu berdampak positif terhadap perekonomian desa. Upaya yang dilakukan dalam penerapan teknologi ini adalah dengan memanfaatkan limbah air kolam ikan yang akan diintegrasikan dengan penyiraman lahan tanam secara otomatis melalui alat berupa sprinkle. Sistem penyiraman otomatis dinilai lebih efisien dalam penggunaan air dan dapat meminimalisir limbah dari kolam ikan.
Permasalahan yang melatarbelakangi perancangan teknologi ini yakni kurang maksimalnya produktivitas pertanian di Desa Kalisidi yang disebabkan oleh penerapan sistem bertani yang belum beralih dari metode konvensional dimana kegiatan pemberian pupuk dan penyiraman tanaman masih bersifat konvensional sehingga memakan waktu dan tenaga yang cukup banyak. Inovasi penyiraman tanaman otomatis yang terintegrasi dengan kolam ikan disambut hangat oleh warga Desa Kalisidi khususnya RW 04. Oleh karena itu, Tim PPK Ormawa BEM FPP Undip optimis kembangkan potensi lokal dengan mengenalkan sistem penyiraman otomatis sebagai solusi modern untuk menjawab permasalahan di Desa Kalisidi.
Pelaksanaan program ini diawali dengan melakukan pendekatan terhadap masyarakat Desa Kalisidi melalui pertemuan dengan kelompok tani ternak yang ada. Survey dilakukan untuk mengetahui letak dan luas dari lahan tanam yang akan digunakan, jenis ikan yang akan dibudidayakan, dan jenis tanaman yang akan ditanam. Tim PPK Ormawa BEM FPP mengusulkan untuk menggunakan tanaman cabai yang ditumpang sarikan dengan edamame, di samping harga jual cabai yang tinggi, tanaman cabai juga umum ditanam oleh masyarakat Desa Kalisidi sehingga warga sudah tidak asing dalam budidaya tanaman ini. Selain itu, Tim PPK Ormawa BEM FPP mengusulkan untuk menggunakan budidaya ikan menggunakan ikan lele. Ide yang dirancangkan TIM PPK Ormawa BEM FPP Universitas Diponegoro diterima baik oleh Pak Muhadi selaku penyuluh pertanian lapangan wilayah Desa Kalisidi dari Balai Penyuluh Pertanian (BPP).
“Jenis ikan yang sesuai untuk dibudidayakan dalam sistem integrated farming adalah ikan lele karena perawatan ikan lele tidak terlalu susah apabila dibandingkan dengan ikan yang lain,” ujarnya.
Perawatan pertumbuhan tanaman ditunjang dengan pemberian pupuk yang baik, pupuk yang digunakan merupakan pupuk bokasi yang diolah oleh Kelompok Tani Ternak dan Kelompok Wanita Tani Desa Kalisidi. Harapan kedepannya adalah bahwa program ini akan terus memberikan manfaat dan berlanjut sehingga penyiraman tanaman pangan di Desa Kalisidi dapat dilakukan dengan optimal. Mitra Kalisidi Integrated Farming juga diharapkan akan mendukung inovasi ini. Melalui penyiraman tanaman otomatis yang terintegrasi dengan kolam ikan diharapkan mampu memanfaatkan limbah, menghemat waktu dan tenaga para petani, meningkatkan perekonomian dan ketahanan pangan desa dengan terbentuknya inovasi olahan pangan dari hasil tani karena terbentuknya peluang usaha baru.
Dilandasi dengan semangat dan antusias yang sama, Tim PPK Ormawa BEM FPP Undip bersama kader Sidi In-Farm berharap sistem penyiraman tanaman otomatis yang terintegrasi dengan kolam ikan dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat Desa Kalisidi.
Penulis: Regina Diva Kartika, BEM FPP UNDIP





