• Homepage
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
  • Topics
    • Berita
    • Internasional
    • Bisnis
    • Kolom Opini
    • Citizen
    • Education
    • Essay
    • Featured
    • Hukum
    • Artikel
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Projects
    • Riset
    • Sains
JurnalPost
  • Topics
    • Berita
    • Internasional
    • Bisnis
    • Kolom Opini
    • Citizen
    • Education
    • Essay
    • Featured
    • Hukum
    • Artikel
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Projects
    • Riset
    • Sains
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Beranda Berita

Strategi Pengembangan Pemasaran dan Re-Branding UMKM Kue dan Katering “Dapur Mama Khusnul” Desa Mojokarang oleh Mahasiswa KKN Universitas 17 Agustus Surabaya

PenulisRedaksi
24 Juli 2025
in Berita
A A
0

Oleh: Aisah Aprilia Santi, Alimatul Mafuzah, Rifky Ramadhan Asmono, Asti Yunita, Achmad Qowim Qolbi
Mahasiswa Pengabdian Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

JurnalPost.com – DALAM era transformasi digital yang serba cepat, eksistensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dituntut untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang mengikuti dinamika zaman. Salah satu upaya strategis dalam menjawab tantangan ini adalah melakukan re-branding. Re-branding bukanlah sekadar pergantian logo, namun sebuah langkah sistematis untuk membangun identitas baru yang lebih kuat, relevan, dan kompetitif di tengah pasar yang terus berubah. Hal inilah yang menjadi latar belakang kegiatan pengabdian masyarakat di UMKM Dapur Mama Khusnul, yang berlokasi di Desa Mojokarang, Dusun Penilih, Kota Mojokerto.

UMKM Dapur Mama Khusnul merupakan pelaku usaha rumahan yang bergerak di bidang kuliner, khususnya kue rumahan dan katering. Selama ini, usaha tersebut dijalankan secara konvensional, mengandalkan pesanan dari mulut ke mulut dan pelanggan sekitar. Namun, di tengah semakin ketatnya persaingan bisnis kuliner dan pergeseran gaya konsumsi masyarakat yang semakin digital, usaha ini perlu menyesuaikan diri agar tetap relevan dan mampu berkembang. Oleh karena itu, mahasiswa pengabdian melakukan langkah nyata dalam bentuk rencana pengembangan, pemasaran, dan re-branding UMKM tersebut.

Dalam proses re-branding, mahasiswa tidak hanya memperbarui tampilan visual berupa logo, tetapi juga melakukan pendekatan menyeluruh terhadap identitas merek, nilai yang ingin disampaikan, dan diferensiasi produk yang ditawarkan. Logo lama yang kurang mencerminkan keunikan produk serta identitas lokal, kini digantikan dengan desain yang lebih komunikatif, menggambarkan nuansa rumahan, kehangatan, serta cita rasa khas dapur tradisional. Warna-warna seperti cokelat dipilih untuk merepresentasikan unsur alami dan kepercayaan, sedangkan sentuhan warna ivory memberi kesan elegan namun tetap bersahaja. Karakter animasi seorang ibu berhijab yang sedang memasak digunakan sebagai ikon utama, menyampaikan pesan bahwa produk Dapur Mama Khusnul adalah buatan tangan ibu rumah tangga yang penuh kasih dan keahlian.

Re-branding juga menyentuh pada aspek brand voice dan storytelling. Narasi yang diangkat adalah “Rasa Rumahan, Cita Rasa Istimewa”, sebuah positioning yang kuat untuk membangun persepsi bahwa produk ini tidak hanya lezat, tetapi juga membawa kenangan dan kenyamanan rumah. Re-branding tanpa strategi pemasaran adalah langkah yang pincang. Oleh sebab itu, mahasiswa pengabdian juga merancang roadmap pemasaran digital yang menyasar generasi muda dan pengguna aktif layanan digital. Salah satu langkah nyata yang diambil adalah membuat akun media sosial resmi Dapur Mama Khusnul di platform seperti Instagram dan TikTok. Konten visual yang menarik, seperti video pembuatan kue, testimoni pelanggan, hingga kisah inspiratif di balik usaha ini, dirancang untuk memperluas jangkauan pasar.

Selain itu, mahasiswa juga membantu proses pendaftaran UMKM ke berbagai platform e-commerce dan food delivery seperti ShopeeFood, GrabFood, dan GoFood. Dengan cara ini, pelanggan tidak lagi harus memesan secara manual, tetapi bisa langsung membeli produk hanya dengan satu kali klik. Langkah ini tidak hanya membuka pasar baru di luar desa, tetapi juga meningkatkan profesionalisme dan daya saing UMKM tersebut. Dalam jangka panjang, integrasi ke dalam ekosistem digital diharapkan mampu menaikkan omzet, menambah pelanggan baru, dan memperkuat loyalitas konsumen lama.

Selain menyasar sisi visual dan pemasaran, kegiatan pengabdian juga memfokuskan perhatian pada peningkatan kualitas menu dan pemasaran. Mahasiswa bersama pemilik UMKM melakukan evaluasi menu yang telah ada, memperhatikan cita rasa, ketahanan produk, dan potensi inovasi rasa baru. Hasilnya, beberapa menu baru dikembangkan dengan mempertimbangkan selera pasar kekinian, dan hidangan katering yang lebih variatif. Setiap item makanan diuji coba dan disesuaikan agar tetap mempertahankan cita rasa rumahan yang menjadi kekuatan utama Dapur Mama Khusnul.

Keberhasilan re-branding tidak terlepas dari peran kolaborasi. Dalam hal ini, keterlibatan aktif pemilik UMKM, dukungan masyarakat sekitar, serta pendampingan dari mahasiswa menjadi faktor kunci. Program ini juga dirancang tidak hanya selesai saat kegiatan pengabdian berakhir, tetapi memiliki keberlanjutan dalam bentuk monitoring berkala, pelatihan lanjutan, dan jaringan pasar berkelanjutan.

Kegiatan pengabdian ini sekaligus menjadi contoh konkret bahwa pendidikan tinggi tidak hanya menghasilkan teori, tetapi juga solusi nyata bagi masyarakat. Mahasiswa hadir sebagai jembatan antara teknologi, strategi bisnis modern, dan kearifan lokal. UMKM bukan sekadar objek pengabdian, tetapi mitra pembangunan yang setara dan strategis dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045.

UMKM Dapur Mama Khusnul kini telah memiliki wajah baru, semangat baru, dan langkah baru. Re-branding yang dilakukan bukan hanya mengganti wajah luar, tetapi juga memperkuat fondasi dalam. Logo yang baru membawa pesan, menu yang ditingkatkan menyasar kebutuhan pasar, pemasaran digital membuka pintu peluang baru, dan kemasan yang diperbarui memberi kesan profesional.

Kisah Dapur Mama Khusnul dapat menjadi inspirasi bagi UMKM lainnya di Mojokerto dan sekitarnya. Bahwa dengan tekad, kolaborasi, dan adaptasi, UMKM dapat naik kelas dan menjadi aktor utama dalam penguatan ekonomi lokal. Semoga model ini bisa direplikasi secara lebih luas di berbagai daerah, sehingga UMKM benar-benar menjadi tulang punggung perekonomian nasional yang tangguh dan mandiri.

Penulis Mahasiswa Pengabdian Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya di Desa Mojokarang, Mojokerto.

Bagikan135MengirimTweet84BagikanPrint PDF

Baca Juga

Lonjakan Pengunjung Akhir Tahun Picu Kepadatan Lalu Lintas di Singosari

Lonjakan Pengunjung Akhir Tahun Picu Kepadatan Lalu Lintas di Singosari

PenulisKristiana Ina Dai Manu
29 Desember 2025
0

Singosari, JurnalPost.com – Kepadatan lalu lintas terjadi di kawasan Singosari, Kabupaten Malang, seiring meningkatnya jumlah pengunjung pada momen libur akhir...

Dosen Administrasi Publik UPN “Veteran” Jawa Timur Lakukan Pengabdian Masyarakat Tentang Keluarga Sadar Arsip

Dosen Administrasi Publik UPN “Veteran” Jawa Timur Lakukan Pengabdian Masyarakat Tentang Keluarga Sadar Arsip

PenulisRosyidatuzzahro Anisykurlillah
12 November 2025
0

JurnalPost.com - Tim dosen Prodi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial, budaya, dan politik, UPN “Veteran” Jawa Timur melaksanakan kegiatan pengabdian...

Mahkota Penantian di Narita: Perayaan Wisuda IKIP Widya Darma Surabaya ke-34

Mahkota Penantian di Narita: Perayaan Wisuda IKIP Widya Darma Surabaya ke-34

PenulisRedaksi
16 September 2025
0

Fajar Kebanggaan di Hotel Narita Hotel Narita Surabaya, sebuah venue yang dikenal dengan kemegahan dan elegansi klasiknya, pada hari Minggu,...

Membawa Senja Berwarna: Catatan Pengabdian IKIP Widya Darma di Griya Wreda

Membawa Senja Berwarna: Catatan Pengabdian IKIP Widya Darma di Griya Wreda

PenulisRedaksi
8 September 2025
0

JurnalPost.com - Pada sebuah pagi yang cerah, Minggu, 7 September 2025, suasana kehangatan dan kebahagiaan menyelimuti Griya Wreda Jambangan, sebuah...

Implementasi AI dalam Pembelajaran Ekonomi: Sebuah Analisis Mendalam terhadap Transformasi Pendidikan di IKIP Widya Darma Surabaya

Implementasi AI dalam Pembelajaran Ekonomi: Sebuah Analisis Mendalam terhadap Transformasi Pendidikan di IKIP Widya Darma Surabaya

PenulisRedaksi
3 September 2025
0

JurnalPost.com - Pada tanggal 31 Agustus 2025, sebuah momentum bersejarah terjadi di ranah pendidikan, khususnya bagi sivitas akademika IKIP Widya...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Homepage
WhatsApp us: +6285298877111

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Topics
    • Berita
    • Internasional
    • Bisnis
    • Kolom Opini
    • Citizen
    • Education
    • Essay
    • Featured
    • Hukum
    • Artikel
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Projects
    • Riset
    • Sains

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.