Oleh: Mohammad Syawaludin Raya M, Ken Akya Aruna Bintang, Rizka Agustia, Daniel Christopher Hezron, Angelique Michella Neto
JurnalPost.com – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) adalah denyut nadi perekonomian di banyak daerah, tak terkecuali di Kabupaten Mojokerto. UMKM Dua Putra di Desa Sumberkembar, Kecamatan Pacet, adalah salah satu contoh bagaimana potensi lokal dapat menjadi kekuatan ekonomi. Namun, seperti banyak UMKM lainnya, mereka menghadapi tantangan yang tak kalah besar, terutama dalam hal daya saing produk di pasar yang semakin dinamis. Permasalahan klasik seperti desain logo dan packaging yang kurang menarik, ditambah dengan minimnya kemampuan fotografi produk, seringkali menjadi tembok penghalang bagi produk-produk berkualitas untuk bersaing dan dikenal luas.
Di era digital ini, kesan pertama adalah segalanya. Kemasan bukan lagi sekadar pembungkus, melainkan “salesperson” diam yang berbicara langsung kepada konsumen. Bayangkan sebuah produk dengan kualitas tinggi, namun terbungkus dalam kemasan polos dan kusam. Tentu sulit baginya untuk menarik perhatian di tengah gempuran produk lain yang tampil lebih menawan. Inilah yang menjadi urgensi bagi UMKM Dua Putra. Rebranding kemasan bukan hanya tentang mengganti label, tetapi membangun identitas baru yang lebih modern, profesional, dan merepresentasikan nilai serta kualitas produk yang sebenarnya. Desain yang segar, informatif, dan estetis akan menumbuhkan kepercayaan dan minat beli konsumen.
Selain itu, kita hidup di era visual. Platform media sosial dan e-commerce menjadi etalase utama bagi banyak UMKM. Di sinilah peran fotografi pemasaran produk menjadi krusial. Sebuah foto yang cerah, fokus, dengan komposisi menarik, mampu menceritakan kisah produk dan membangkitkan keinginan. Sebaliknya, foto yang buram, gelap, atau asal-asalan akan langsung membuat calon pembeli beralih. Pelatihan fotografi produk, bahkan dengan hanya memanfaatkan kamera ponsel pintar, dapat secara signifikan meningkatkan kualitas visual pemasaran UMKM Dua Putra. Ini bukan hanya tentang teknik, tetapi juga tentang seni bagaimana produk bisa “berbicara” melalui gambar.
Inisiatif pengabdian masyarakat yang berfokus pada dua aspek ini – rebranding kemasan dan pelatihan fotografi pemasaran produk – adalah langkah yang sangat strategis dan relevan.
Mengatasi masalah-masalah ini secara langsung akan memberikan UMKM Dua Putra amunisi baru untuk bersaing. Peningkatan visual produk akan membuka pintu pasar yang lebih luas, baik secara daring maupun luring, dan pada akhirnya diharapkan mampu meningkatkan omzet penjualan. Peningkatan omzet ini secara bertahap juga dapat menjadi solusi awal untuk mengatasi permasalahan lain seperti keterbatasan modal atau perbaikan proses produksi di kemudian hari.
Melihat dampak positif yang diharapkan, dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah, akademisi, maupun masyarakat, sangat dibutuhkan agar program semacam ini dapat terus berlanjut dan direplikasi untuk UMKM lain. Pemberdayaan UMKM melalui peningkatan aspek pemasaran visual bukan hanya sekadar bantuan, melainkan investasi jangka panjang dalam keberlanjutan dan pertumbuhan ekonomi lokal. UMKM Dua Putra adalah cerminan dari banyak UMKM lain yang siap untuk tumbuh, asalkan diberikan alat dan pengetahuan yang tepat untuk bersinar.





