Bandung, JurnalPost.com 13 Agustus 2025 – Program Studi Pendidikan Geografi FPIPS Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Peningkatan Kompetensi Guru Geografi dalam Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Deep Learning Se-Provinsi Jawa Barat.” Kegiatan ini berlangsung di Laboratorium Geografi Fisik, Lantai 4, Gedung No’man Somantri FPIPS UPI, bekerja sama dengan MGMP Geografi Provinsi Jawa Barat.

Kegiatan ini menghadirkan guru-guru perwakilan dari setiap kabupaten/kota di Jawa Barat, dengan tujuan utama meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam menerapkan model pembelajaran berbasis deep learning, guna mendukung pembelajaran yang lebih kritis, mendalam, dan kontekstual. Kegiatan P2M dibuka dengan sambutan oleh Wakil Dekan I Bidang Akademik Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial yaitu Dr. Fitri Rahmafitria, M.Si. dan Dr. Iwan Setiawan, S.Pd., M.Si. selaku Kaprodi Pendidikan Geografi.

Acara diisi oleh lima sesi pemaparan dari para pakar di bidangnya. Prof. Dr. Ahmad Yani, M.Si membuka sesi pertama dengan pembahasan mengenai konsep deep learning, penerapannya melalui flipped classroom, serta strategi dan tantangan implementasinya.

Sesi kedua disampaikan oleh Prof. Dr. Epon Ningrum, M.Pd yang membahas perencanaan pembelajaran berbasis deep learning, termasuk strategi dalam merumuskan RPP. Implementasi deep learning dalam pembelajaran geografi dimulai dengan kegiatan merancang rencana pelaksanaan pembelajaran yang berkesadaran, bermakna dan menggembirakan yang efektif dan efisien melahirkan dimensi profil lulusan yang berkompeten dan unggul. Penjelasan mendalam mengenai rencana pelaksanaan pembelajaran mulai dari identitas mata pelajaran, identifikasi peserta didik dan materi pelajaran, desain pelajaran sampai dengan pengalaman belajar dibedah secara rinci sehingga para guru mendapatkan pemahaman yang mendalam terkait penyusunan RPP.

Sesi ketiga menghadirkan Prof. Dr. Enok Maryani, M.S. dan Zahara Sitta Iskandar, S.T., M.P.W.K. yang membahas implementasi pada materi konsep wilayah dan pembangunan melalui deep learning. Implementasi dalam RPP mulai dari identifikasi peserta didik dalam mengolah informasi mengenai konsep geografi dan teknologi geografi menjadi kajian bermakna terkait kewilayahan seperti identifikasi karakteristik wilayah, keunggulan posisi strategis dan sumber daya alam, kebencanaan wilayah, perkembangan suatu desa dan kota, dan kerja sama antar wilayah. Mempersiapkan materi pelajaran tentang kewilayahan dan pembangunan serta kerja sama antarnegara dengan subtema mengidentifikasi usaha pemerataan pembangunan dan dampaknya terhadap perkembangan desa dan kota. Mengaitkan konsep pengembangan wilayah yang berkaitan dengan isu pemerataan serta hubungannya dengan kondisi desa dan kota serta isu-isu wilayah dan pembangunan yang relevan. Menyusun desain pembelajaran, pengalaman belajar serta asesmen pembelajaran yang sesuai dengan tema konsep wilayah dan pembangunan.

Selanjutnya, Dr. Iwan Setiawan, S.Pd., M.Si. dan Hendro Murtianto, S.Pd., M.Sc. mengulas geografi fisik baik tentang atmosfer meliputi isu perubahan iklim serta dampaknya terhadap pertanian dan ketahanan pangan, litosfer dan mitigasi bencana. Materi cuaca dan iklim untuk kajian atmosfer untuk kegiatan praktikum, pengenalan topik-topik cuaca dan iklim untuk proyek di kelas melalui pembelajaran kontekstual dengan pendekatan yang mengaitkan materi pelajaran. Mulai dari pengolahan data cuaca, klasifikasi curah hujan, penentuan awal musim tanam, jenis tanaman yang sesuai dalam penggunaan lahan. Materi litosfer mengenai pengenalan jenis batuan serta observasi kesiapsiagaan bencana peserta didik di sekolah diterangkan dengan contoh yang sesuai dengan panduan. Contoh-contoh lembar instrumen geografi fisik diilustrasikan secara komprehensif dan detail mengambil data lapangan asli dan realtime sebagai gambaran nyata di lapangan untuk analisis lebih mendalam untuk peserta didik.

Penutup disampaikan oleh Dr. Bagja Waluya, M.Pd. dan Totok Doyo Pamungkas, S.Si., M.Eng. yang membahas pendekatan interdisipliner pada pembelajaran mendalam serta penerapan proyek terintegrasi antar mata pelajaran di SMA. merupakan salah satu Kokurikuler dimana menggabungkan mata pelajaran berbeda untuk memahami suatu fenomena secara komprehensif. Mengintegrasikan konsep, keterampilan, dan perspektif dari berbagai mata pelajaran. Mendorong siswa berpikir lintas disiplin dan menghubungkan pengetahuan dari berbagai bidang. Contoh: Mengkaji perubahan iklim dari sudut pandang geografi, sains, ekonomi, dan sosial budaya.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan praktik langsung kepada para guru tentang bagaimana deep learning dapat diintegrasikan dalam pembelajaran geografi secara efektif. Dengan adanya kegiatan ini, guru diharapkan mampu menyusun dan menerapkan strategi pembelajaran yang lebih bermakna dan relevan dengan isu-isu aktual. Selain itu, kegiatan ini memperkuat jejaring profesional antar guru se-Jawa Barat dalam meningkatkan mutu pendidikan geografi di tingkat sekolah menengah.
Mahasiswa Pendidikan Geografi UPI Gelar Pameran Alat Peraga “Watch and Learn” sebagai Implementasi SDGs

Bandung, 13 Agustus 2025 – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi angkatan 2023 Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan Pameran Alat Peraga Geografi pada Rabu, 13 Agustus 2025. Kegiatan berlangsung di Lobby Timur Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) UPI sejak pukul 07.00 hingga 16.00 WIB dengan mengusung tema “Watch and Learn”.
Pameran ini merupakan bentuk implementasi pembelajaran dari mata kuliah Pengembangan Alat Peraga Geografi yang dilaksanakan selama semester pendek. Mata kuliah tersebut dibimbing oleh tiga dosen pengampu, yaitu Prof. Dr. Ahmad Yani, M.Si., Riko Arrasyid, S.Pd., M.Pd., dan Igna Juli Triana, S.Pd., M.Pd.. Kegiatan ini menjadi ajang bagi mahasiswa untuk mengaktualisasikan teori yang dipelajari ke dalam bentuk karya nyata berupa alat peraga, sehingga dapat digunakan sebagai media pembelajaran inovatif.
Dalam kegiatan pameran, mahasiswa menampilkan berbagai alat peraga yang dirancang dengan ide kreatif, pendekatan ilmiah, dan muatan edukatif. Beberapa karya unggulan yang menarik perhatian pengunjung antara lain “Geosafe City”, sebuah media pembelajaran yang mengangkat tema keselamatan dan ketahanan perkotaan dalam menghadapi risiko bencana; “Jung-Zonation”, yang menjelaskan konsep zonasi hutan tropis secara interaktif; serta “Bionauta”, yang mengajak pengunjung memahami dinamika kehidupan bawah laut dan urgensi pelestarian ekosistem laut.
Lebih dari sekadar pameran, kegiatan ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Pertama, kegiatan ini mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas, karena pameran menjadi sarana untuk mengembangkan metode pembelajaran kreatif dan inklusif yang mampu meningkatkan literasi geografi di kalangan mahasiswa maupun masyarakat luas. Kedua, tema “Geosafe City” selaras dengan SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, yang menekankan pentingnya tata kelola perkotaan yang aman, berketahanan, dan berkelanjutan. Ketiga, karya “Bionauta” berhubungan erat dengan SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim dan SDG 14: Ekosistem Laut, yang mengingatkan tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan laut sebagai bagian dari mitigasi dampak perubahan iklim.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya berlatih mengembangkan media pembelajaran yang inovatif, tetapi juga mengasah keterampilan komunikasi ilmiah, kolaborasi, serta kepekaan sosial terhadap isu-isu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Pameran ini sekaligus menjadi ruang interaksi akademik antara mahasiswa, dosen, dan pengunjung, sehingga memperkuat peran pendidikan geografi sebagai wahana strategis dalam membentuk generasi muda yang kritis, peduli, dan berorientasi pada keberlanjutan.
Dengan mengangkat tema “Watch and Learn”, pameran ini menegaskan pentingnya proses pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga mengedepankan praktik dan pengalaman langsung. Hal ini sejalan dengan visi UPI sebagai universitas pelopor dan unggul dalam pendidikan, yang berkomitmen mencetak tenaga pendidik dan ilmuwan yang berdaya saing global serta berkontribusi pada pencapaian agenda pembangunan berkelanjutan di Indonesia maupun dunia.





