Penulis : Hikma Nurma Indah
Mojokerto, JurnalPost.com – Jumat (2/8/2024), Mahasiswa KKN Tematik Bela Negara Kelompok 5 Gelombang 1 Desa Domas, Kecamatan Trowulan, sukses menjalankan program kerja inovasi yang menarik antusiasme warga dalam sosialisasi dan pelatihan pembuatan kompos organik “Puskoraling”. Acara ini dihadiri oleh perangkat desa, masyarakat Desa Domas, dan 30 mahasiswa KKN yang berpartisipasi aktif dalam program tersebut.
Program kerja ini mengusung nama “Puskoraling” karena bahan dasar yang digunakan pada kompos tersebut berasal dari 100% bahan organik seperti sisa makanan (sayur dan buah) serta dedaunan yang dapat diubah menjadi kompos organik. Inisiatif program kerja ini didasarkan pada laporan data dari Kemendesa yang menyebutkan skor SDGs Desa Domas dalam bidang Konsumsi dan Produksi Desa Sadar Lingkungan berada di angka kurang dari 50. Dengan kegiatan edukatif ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah organik menjadi kompos yang bermanfaat bagi lingkungan.

Zumrotun Yogi, salah satu pemateri kegiatan, menyatakan, “Mayoritas warga masih mengelola sampah dengan cara dibakar dan ditimbun, yang dapat mencemari lingkungan sekitar. Harapannya, setelah sosialisasi ini, warga Desa Domas dapat mempraktikkan pembuatan kompos untuk mengurangi pencemaran lingkungan.”
Dalam sosialisasi dan pelatihan pembuatan kompos organik “Puskoraling”, warga Desa Domas tidak hanya diberikan teori tetapi juga praktik langsung yang dipandu oleh Noufal, pemateri lainnya. Antusiasme warga terlihat dari interaksi tanya jawab dengan pemateri. “Kegiatannya sukses, ilmunya bermanfaat dan pasti akan segera diterapkan di rumah serta dibagikan ke orang lain,” ungkap Rini, warga Desa Domas.

Setelah sosialisasi, tim KKN menyerahkan sejumlah 25 liter kompos organik “Puskoraling” kepada Desa Domas yang diwakili oleh kepala desa sebagai bentuk pelaksanaan program kerja inovasi oleh tim KKN 5 Gelombang 1 menjalankan KKN Tematik Bela Negara dengan menggunakan teknologi fermentasi terbaru untuk menghasilkan kompos berkualitas tinggi. Slamet, Kepala Desa Domas, menyampaikan bahwa, “Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi Desa Domas karena ini adalah hal yang menarik dan bisa berkelanjutan jika diterapkan.” Kegiatan ini ditutup dengan sesi dokumentasi bersama antara peserta sosialisasi dan tim KKN.





