
JurnalPost.com, Triyagan, 10 Juli 2024 – Dalam rangka meningkatkan nilai tambah limbah rumah tangga berupa minyak jelantah, IPB University melalui program “Dosen Pulang Kampung” mengadakan pelatihan dengan tema “Peningkatan Nilai Tambah Limbah Jelantah Rumah Tangga melalui Inovasi Sabun dan Lilin Aromaterapi Ramah Lingkungan serta Pemasaran Produk Berbasis Visual Engagemet”. Program Dosen Pulang Kampung merupakan salah satu kegiatan yang didesain oleh IPB University untuk memberikan kesempatan kepada dosen untuk beraktivitas di lokasi yang memiliki nilai historis dan sosiologis secara personal. Program ini merupakan bentuk pengabdian diri dosen IPB sebagai putra daerah untuk membantu desa atau tanah kelahiran dengan membawa inovasi yang ada di IPB. Tim IPB University dipimpin oleh Ketua Tim, Dr. Nanik Purwanti dan Anggota Tim Dr. Dyah Wulandani, Dr. Emmy Darmawati dan Lilis Sucahyo, S.TP, M.Si. Pelatihan dilaksanakan selama dua hari bertempat di Balai Desa Triyagan dengan jumlah 25 peserta ibu-ibu perwakilan PKK dan RT/RW yang ada di Desa Triyagan. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memberdayakan masyarakat, terutama ibu-ibu rumah tangga, dalam mengolah limbah minyak jelantah menjadi produk yang bernilai ekonomis dalam bentuk sabun dan lilin aromaterapi. Melalui pelatihan ini, masyarakat diharapkan mampu mengurangi limbah rumah tangga dan menambah penghasilan melalui produk ramah lingkungan yang dapat dipasarkan.
Acara pada hari pertama dibuka oleh Kepala Desa Triyagan, Pardiyanto, yang menyatakan dukungannya terhadap program-program pemberdayaan masyarakat seperti Program Dosen Pulang Kampung yang didesain oleh IPB University. Pada awal pelatihan, Dr. Emmy Darmawati dari Tim IPB University memandu pre-test yang diberikan kepada para peserta. Pre-test bertujuan untuk mengukur pengetahuan awal peserta mengenai minyak jelantah dan dampaknya terhadap lingkungan. Hasil pre-test menjadi tolok ukur untuk melihat seberapa besar peningkatan pemahaman peserta ketika post-test diadakan diakhir pelatihan. Selanjutnya, Dr. Dyah Wulandani memaparkan secara detail mengenai minyak jelantah, dampak negatifnya terhadap lingkungan, dan berbagai cara pemanfaatannya untuk memitigasi dampak negatif minyak jelantah terhadap lingkungan. Peserta mendapatkan wawasan baru tentang bagaimana minyak jelantah yang dapat mencemari lingkungan ternyata dapat diolah menjadi produk yang bernilai tinggi. Pada acara inti, peserta diajak langsung untuk mempraktikkan penjernihan minyak jelantah dan penghilangan baunya menggunakan hot process. Minyak jelantah yang sudah jernih dan tidak berbau kemudian diolah menjadi sabun padat melalui cold process. Para peserta juga diajarkan mengolah minyak jelantah menjadi lilin arometerapi padat dengan berbagai bentuk yang menarik dan lilin cair. Dengan bimbingan yang intensif dari mahasiswa fasilitator, para peserta terlihat sangat aktif dan bersemangat. Mereka saling berdiskusi dan bertanya, memastikan setiap langkah dipahami dengan baik.
Pada akhir pelatihan hari pertama, berbagai bentuk, warna, dan aroma sabun serta lilin aromaterapi berhasil dibuat oleh para peserta. Produk-produk ini kemudian mereka simpan untuk pelatihan hari kedua tentang pemasaran secara digital. Hasil karya para peserta menunjukkan penguasaan teknis dan keterampilan yang telah mereka pelajari. Keterampilan ini menjadi modal untuk mengembangkan potensi ekonomi berbasis minyak jelantah di Desa Triyagan. Selain itu, Dr. Nanik Purwanti juga menekankan beberapa hal terkait aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam pengolahan minyak jelantah menjadi sabun dan lilin aromaterapi agar selalu diingat oleh para peserta pelatihan.
Acara pada hari kedua dilanjutkan dengan materi “Penggunaan Media Digital sebagai Pemasaran Produk dengan Konsep Visual Engagement”. Pelatihan ini bertujuan untuk mengenalkan dan memberikan keterampilan dalam menggunakan media digital sebagai sarana untuk membuat media promosi sabun dan lilin aromaterapi yang telah dibuat pada sesi pelatihan sebelumnya. Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pemasaran produk mereka secara efektif. Selama pelatihan, para peserta dipandu oleh Tim IPB University untuk membuat media promosi menggunakan aplikasi Canva dan TikTok. Walaupun sempat mengalami sedikit kebingungan karena beberapa peserta masih awam dalam menggunakan kedua aplikasi tersebut, semangat dan antusiasme para peserta tetap tinggi. Dengan kesabaran dan bantuan dari para dosen dan mahasiswa fasilitator, semua peserta akhirnya berhasil menguasai dasar-dasar penggunaan aplikasi tersebut.

Pelatihan ini juga menghadirkan narasumber dari komunitas Jelantah4Change. Ratih Kusuma sebagai Koordinator Jelantah4Change area Solo Raya menceritakan pengalamannya dalam mempromosikan dan menjual lilin aromaterapi dari minyak jelantah. Ratih Kusuma juga memaparkan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Jelantah4Change di area Solo Raya, antara lain penerimaan dan pengumpulan donasi minyak jelantah serta edukasi pemanfaatan minyak jelantah kepada ibu-ibu rumah tangga. Sharing session ini memberikan inspirasi bagi para peserta bagaimana mengubah minyak jelantah rumah tangga menjadi produk bernilai jual dan pentingnya media promosi yang menarik untuk meningkatkan nilai jual produk tersebut. Selanjutnya, Dr. Emmy Darmawati dari Tim IPB University memberikan paparan mengenai perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP). Pengetahuan ini memberikan pemahaman bagi peserta bagaimana menghitung biaya produksi yang tepat dan menentukan harga jual produk yang kompetitif. Sementara itu, Lilis Sucahyo dari Tim IPB University memaparkan materi tentang visual engagement yang meliputi beberapa aspek penting dalam desain tampilan visual pemasaran produk, antara lain pemilihan sudut pengambilan gambar, kontras warna, peletakan tulisan, dan lain-lain.
Pada akhir pelatihan, para peserta menunjukkan keterampilan baru yang telah mereka peroleh dan mempresentasikan desain kreatif mereka di Canva dan video TikTok. Acara pelatihan ditutup oleh Kepala Desa Triyagan, Pardiyanto, yang berharap agar ilmu yang didapatkan oleh para peserta dapat diteruskan, ditularkan kepada warga yang lain, dan memberikan dampak positif bagi perekonomian desa. “Kami sangat senang dengan pelatihan ini. Banyak ilmu baru yang kami dapatkan, dan kami berharap bisa terus mengembangkan produk-produk ini untuk menambah penghasilan keluarga”, ujar salah satu peserta dengan penuh semangat. Dr. Nanik juga menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi aktif. “Saya sangat bangga dan mengapresiasi seluruh peserta yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Saya berharap ilmu dan keterampilan yang didapatkan selama pelatihan ini dapat diterapkan di rumah masing-masing dan memberikan manfaat jangka panjang bagi keluarga dan lingkungan sekitar”, ujarnya. Kesan positif juga disampaikan oleh para peserta. Mereka merasa sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini dan berharap kegiatan serupa dapat terus diadakan di masa mendatang. “Kami sangat senang dengan pelatihan ini. Banyak ilmu baru yang kami dapatkan, dan kami berharap bisa terus mengembangkan produk-produk ini untuk menambah penghasilan keluarga,” ujar salah satu peserta.
Dengan berakhirnya acara ini, IPB University melalui program “Dosen Pulang Kampung” menunjukkan komitmennya untuk terus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Inovasi dan pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu kunci untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan ekonomi yang lebih berkelanjutan.
Oleh: Tim Dosen Pulang Kampung 2024 IPB University




