
Oleh: Nyimas Popy Indriani dan Romi Zamhir Islami
JurnalPost.com – Keadaan hijauan berkurang pada musim kemarau dapat mengakibatkan kerugian ekonomi bagi peternak. Pada musim penghujan hijauan berlimpah dapat menyulitkan peternak dalam penanganan, transportasi dan penyimpanan. Pengawetan hijauan seperti wafer seringkali menghadapi kendala karena salah satunya kualitas fisik yang tidak maksimal.
Kualitas fisik yang tidak memenuhi syarat diantaranya kadar air yang tinggi yang mempengaruhi berat jenis, kerapatan yang rendah serta daya serap air yang tinggi pada wafer. Hasil samping tanaman pertanian salah satunya tanaman jagung sebagai sumber energi bagi ruminansia dan legum sebagai sumber protein dan mineral. Tanaman jagung (Zea mays L.) temasuk dalam famili Graminae yang mempunyai manfaat ganda, baik sebagai sumber pangan maupun pakan.
Tanaman jagung manis penghasil jagung semi merupakan hal yang tepat untuk dikembangkan karena tidak bersaing dengan kebutuhan untuk jagung pipil yang masih jarang dilakukan baik pada kelompok petani/peternak maupun kalangan industri. Hijauan pakan dari tanaman jagung penghasil jagung semi sangat digemari ternak ruminansia karena umur panen singkat (65- 70 hari setelah tanam) dan diberikan dalam keadaan masih hijau, dan kandungan nutriennya tinggi.
Sumber protein yang baik untuk pakan hijauan di tunjukan oleh legum daun Gamal/Gliricidia sepium dan bisa di campurkan dalam hijauan jagung (sumber serat). Budidaya Gamal yang ditanam secara tumpang sari, mempunyai dampak yang luar biasa dalam pengikatan komponen nitrogen di dalam tanah, meningkatkan penyerapan karbon tanah, mengurangi dampak negatif logam berat, menjaga kesuburan tanah, dan lebih jauh lagi, meningkatkan perkembangan tanaman pertanian. Petani mendapatkan keuntungan ekonomi karena dampak positif gamal dalam meningkatkan hasil panen dengan cara menghemat pupuk mineral.
Wafer merupakan teknologi pressing, suatu proses yang mudah, murah dan mampu meningkatkan penyimpanan pakan untuk mengatasi kelangkaan pakan pada musim kemarau. Pembuatan wafer berdampak positif terhadap kualitas fisik yaitu mudah dalam pengiriman dan penanganan serta meminimalkan kebutuhan ruang penyimpanan. Selain memiliki banyak keunggulan seperti biaya penyimpanan yang lebih murah transportasi dan penanganan yang mudah, wafer juga membantu untuk menyediakan kebutuhan nutrien ruminansia.
Wafer yang terdiri dari hasil samping tanaman jagung penghasil jagung semi dan legum pohon gamal dapat meningkatkan pemanfaatan bahan pakan di daerah setempat sehingga meminimalkan biaya pakan untuk mencapai produksi yang maksimal. Pembuatan wafer juga mengurangi ukuran partikel bahan baku saat proses penggilingan sehingga dapat meningkatkan daya cerna dari bahan pakan tersebut.
Pembuatan wafer menggunakan tanaman jagung penghasil jagung semi panen ketiga (65 HST) menggunakan tanaman jagung manis varietas Bonanza dan legum gamal mempengaruhi wafer diantaranya kualitas fisik dari pakan tersebut, dikarenakan berkaitan dengan nutrien, palatabilitas dan daya simpan.
Oleh: Nyimas Popy Indriani dan Romi Zamhir Islami




