
JurnalPost.com, Lombok Timur, NTB, 21 Agustus 2024 — Kelompok 42 Gelombang 8 dari Program Pengabdian Masyarakat Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) telah sukses melaksanakan kegiatan pemberdayaan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Suela, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Program ini berfokus pada pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan penjualan dan pemasaran produk, sebuah langkah yang sangat relevan bagi pertumbuhan ekonomi lokal di era digital.
Dibimbing oleh dosen Murtyas Galuh Danawati, S.Pd., M.Pd., kelompok PMM 42 berkomitmen untuk membantu pelaku UMKM di Desa Suela memaksimalkan potensi mereka di dunia digital. Melalui pelatihan intensif, para pelaku usaha diajarkan cara menjual produk secara online dengan efektif melalui platform e-commerce populer seperti TikTok Shop dan Shopee. Selain itu, mahasiswa juga membimbing UMKM dalam merancang strategi pemasaran digital yang memanfaatkan media sosial seperti Instagram, Facebook, dan WhatsApp.
Pemanfaatan Platform Digital untuk Peningkatan Penjualan
Salah satu anggota kelompok PMM 42 menjelaskan bahwa banyak pelaku UMKM di Desa Suela yang belum sepenuhnya memahami potensi besar dari pemasaran digital. “Kami melihat banyak UMKM yang masih kesulitan dalam menjual produk mereka karena belum optimal memanfaatkan platform online. Melalui kegiatan ini, kami berharap mereka dapat meningkatkan penjualan dan memperluas jangkauan pasar,” ungkapnya.
Untuk mengatasi tantangan ini, kelompok PMM 42 memberikan pendampingan langsung kepada pelaku UMKM dalam berbagai aspek teknis dan strategis. Mereka membantu para pengusaha kecil di Desa Suela untuk membuat akun di platform e-commerce, mengoptimalkan deskripsi produk agar lebih menarik bagi konsumen, dan memanfaatkan fitur-fitur promosi yang ada di platform tersebut.

Selain itu, kelompok ini juga memberikan pelatihan mengenai cara membuat konten visual dan narasi yang menarik di media sosial. Konten yang kreatif dan relevan merupakan kunci untuk menarik perhatian konsumen potensial di dunia digital, dan kelompok PMM 42 berupaya memberikan pemahaman mendalam tentang hal ini kepada para pelaku UMKM.
Respons Positif dari Pelaku UMKM
Program pelatihan dan pendampingan yang dilakukan oleh kelompok PMM 42 ini mendapat sambutan positif dari para pelaku UMKM di Desa Suela. Mereka merasa bahwa pelatihan ini sangat membantu dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan mereka dalam memanfaatkan teknologi digital untuk keperluan bisnis.
“Sebelumnya, kami kesulitan untuk memasarkan produk secara online, tetapi sekarang kami lebih percaya diri untuk memanfaatkan platform digital,” ungkap salah satu pelaku UMKM di Desa Suela. Pengalaman ini membuktikan bahwa dengan bimbingan yang tepat, para pengusaha kecil dapat meraih peluang yang lebih besar dalam meningkatkan penjualan mereka melalui pemasaran digital.
Dampak Jangka Panjang bagi UMKM
Kelompok PMM 42 Gelombang 8 berharap bahwa program ini tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga dampak positif yang berkelanjutan bagi para pelaku UMKM di Desa Suela, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur. Dengan keterampilan baru yang mereka peroleh, para pelaku UMKM diharapkan dapat lebih kompetitif dan mampu bersaing di pasar yang semakin global.
Di tengah tantangan ekonomi yang semakin kompleks, kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan teknologi menjadi sangat penting bagi keberlanjutan bisnis. Program ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara akademisi dan pelaku usaha dapat menciptakan solusi yang relevan dan berdampak nyata bagi perkembangan ekonomi lokal.
Kontribusi Nyata Bagi Perekonomian Lokal
Melalui kegiatan ini, Kelompok PMM 42 Gelombang 8 tidak hanya berhasil membantu para pelaku UMKM di Desa Suela untuk meningkatkan penjualan dan pemasaran produk mereka, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ekonomi lokal. Mereka berharap dapat terus berkontribusi dalam upaya pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam mengembangkan potensi UMKM sebagai salah satu pilar penting perekonomian Indonesia.
Inisiatif ini menjadi bukti bahwa dengan bimbingan dan dukungan yang tepat, UMKM dapat mengoptimalkan teknologi digital untuk mencapai keberhasilan yang lebih besar. Kelompok PMM 42 Gelombang 8 UMM berharap bahwa apa yang mereka lakukan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain dan mendorong lebih banyak kolaborasi yang bermanfaat antara lembaga pendidikan dan komunitas bisnis lokal.




